Sri Mulyani Memprediksi Mengenai Pertumbuhan Ekonomi RI Pada Tahun Depan

Berita Terlengkap Dan Terpercaya By PAGIASIA – Sri Mulyani yang menjabat sebagai Kementerian Keuangan telah memperkirakan dalam tahun 2017 mendatang pertumbuhan ekonomi di Indonesia akan berada pada level 5,1%. Pertumbuhan ekonomi pada tahun 2017 itupun masih akan terpengaruh dari sektor domestik. Oleh karena itulah, pemerintah indonesia harus terus mengejar akan potensi domestik yang ada.
Sri Mulyani Memprediksi Mengenai Pertumbuhan Ekonomi RI Pada Tahun Depan
Sri Mulyani Memprediksi Mengenai Pertumbuhan Ekonomi RI Pada Tahun Depan

Menteri Keuangan yaitu Sri Mulyani mengatakan bahwa dengan hanya mengandalkan dalam bidang sektor domestik, gejolak yang akan terjadi pada sektor global tersebut diharapkan tidak akan banyak mempengaruhi kondisi perekonomian RI. Untuk itulah pemerintah akan memaksimalkan apapun potensi yang ada, yaitu dibantu dengan peran masyarakat dalam hal agar dapat peningkatan investasi sampai penerimaan pajak.

“Akan tetapi tantangannya merupakan perbankan kita yang hanya mencapai 6,5% kredit growth padahal sewaktu dulu itu dapat mencapai 10%. hal ini merupakan saling berhubungan karena jika ekonomi negara stabil maka akan terjadi peningkatan komitmen untuk investasi,” kata Sri Mulyani di Hotel Aston, Bogor pada hari Sabtu,26 November 2016.

Walaupun begitu jika dilihat dari sisi konsumsi rumah tangga dapat tumbuh di atas 5%, namun, Kata Sri Mulyani, kondisi ekspor dan impor RI masih negatif selama lima tahun terakhir. Oleh karenanya, dirinya meminta supaya masyarakat ikut berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi. Salah satu caranya ialah dengan membayar pajak.


Baca Juga : Conte Mengatakan Spurs Akan Menunjukkan Kekuatan dari Rival-Rival Chelsea

“Kita sekarang jumlah tax to GDP ratio 13% secara total. Kalau tambahkan defisit ada total hingga 15 -16%. Kalau negara lain juga mempunyai strategi dalam mengejar pertumbuhan ekonomi 2017, yakni dengan memanfaatkan APBN sesuai skala prioritas pembangunan.

“Belanja juga perlu baik. Sedapat mungkin APBN tidak dikapling-kapling. Jadi semakin banyak yang dibentuk mandatory spending itu misalnya untuk kesehatan utang, gaji, sehingga fiskal space sangat kecil. Ini jangan lagi kita lakukan kapling-kapling,” kata dia. 


Rancangan APBN 2017 pun dinilai lebih ambisius oleh Sri Mulyani. “Kalau ekonomi tertekan dari kita harus mampu untuk andalkan sektor domestik. Tahun 2017 kita ambisius tapi berhati-hati,” lanjut dia.

Sepanjang tahun 2016 ini, terang Sri Mulyani, aktivitas belanja barang dan modal lebih tinggi dibandingkan tahun lalu. Akan tetapi, untuk pembayaran bunga utang yang masih tetap saja rendah. Hal tersebutlah yang akan menjadikan salah satu patokan bagi pemerintah agar bisa menerapkan sistem dalam penerimaan negara yang ambisius pada tahun 2017 yang akan mendatang.

Dari catatannya, Sri Mulyani menuturkan, angka belanja pemerintah telah mencapai Rp 857,5 triliun atau setara 65,6% dari target yang ditentukan. Untuk pencapaian ini terdiri dari sejumlah belanja pegawai sebesar Rp 259,3 triliun, sementara biaya untuk belanja barang sebesar Rp 177,6 triliun, belanja dengan modal sebesar Rp 98 triliun, bunga utang yang didapat sebesar Rp 157 triliun, dan yang mendapatkan subsidi sebesar Rp123,2 triliun, untuk bantuan sosial sebesar Rp37,7 triliun, untuk belanja hibah sebanyak Rp 800 miliar, serta belanja keperluan lainnya sebesar Rp 4 triliun.


“Tetapi jika dilihat dari defisit sekarang ini berdasarkan jumlah belanja 2,14%, namun kita perkirakan hal ini akan mencapai 2,7% akhir tahun nanti,” kata dia.Meskipun telah dirancang dengan ambisius, Sri Mulyani telah menghimbau, agar Indonesia ini akan tetap dan harus cermat serta sangat berhati-hati. 


Sebab, katanya, ancaman yang masih terdapat dalam penurunan harga untuk minyak dunialah yang akan menjadi dampak terhadap penerimaan negara. “Meskipun harga minyak sudah meningkat tetapi dengan metode uncertainty, hal tersebut tidak akan meningkat dengan sangat besar pada tahun 2017, semoga hal ini bisa bertahan sampai pada level US$ 45 per barelnya,” tutupnya. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here