Sebanyak 85 Persen Para Orang Tua Telah Melakukan Kesalahan Ketika Memberikan Anak Waktu Time-out

Berita Terlengkap Dan Terpercaya By PAGIASIA – Time-out adalah salah satu metode yang dapat dilakukan oleh para orang tua untuk dapat mendisiplinkan anak. Akan tetapi, sebagian besar orang tua telah melakukannya dengan cara yang tidak tepat. Di dalam studi yang telah dipublikasikan dalam jurnal Academic Pediatrics, peneliti yang bernama Andrew Riley yang berasal dari Oregon Health and Science University, Portland, di Amerika Serikat, telah melakukan penelitian terhadap kurang lebih sebanyak 401 orang tua yang sudah mempunyai anak. 

Sebanyak 85 Persen Para Orang Tua Telah Melakukan Kesalahan Ketika Memberikan Anak Waktu Time-out
Sebanyak 85 Persen Para Orang Tua Telah Melakukan Kesalahan Ketika Memberikan Anak Waktu Time-out
Rentan usia pada anak mulai dari 15 bulan sampai dengan 10 tahun. Peneliti hanya meminta kepada orang tua untuk dapat menjelaskan apa yang mereka lakukan pada saat memberikan waktu time-out kepada anak. Pemberian waktu time-out sendiri dilakukan dengan menjauhkan anak dari segala stimulus yang bisa memicu perhatian termasuk tidak diajak bicara, tidak diberi mainan dan diminta untuk duduk diam di pojok ruangan.



Hasil penelitian menyebut 74 persen orang tua melakukan time-out pada anak dan hanya 7 persen yang memberi cubitan atau pukulan pada anak. Sayangnya, 85 persen orang tua melakukan time-out pada anak dengan tidak tepat. Kesalahan paling besar adalah orang tua yang terlalu banyak bicara dengan maksud memberi penjelasan mengapa anak dinilai melakukan kesalahan. 


Hal tersebut tidak akan membuat anak akan mempelajari kesalahannya dan akan membuat time-out menjadi tidak efektif karena masih harus mendapatkan perhatian dari orang tua. “Time-out mengajarkan kepada anak untuk dapat berpikir mengapa ia dihukum supaya tidak akan mengulanginya kembali di kemudian hari. Jika orang tua terlalu banyak bicara, maka anak tidak merasa dihukum,” tutur Riley, dikutip dari Reuters.



Riley mengatakan bahwa sejatinya para orang tua boleh-boleh saja untuk dapat memberikan penjelasan. Akan tetapi akan lebih baik lagi kalau penjelasan tersebut dilakukan setelah anak periode time-out untuk dapat memaksimalkan efeknya. Faktor lain yang juga harus diperhatikan dalam hal ini adalah konsistensi. 


Jika terdapat orang tua yang terlihat ragu dan kurang yakin, anak akan bisa mengambil kesempatan tersebut untuk dapat menawar hukuman itu. “Kalau Anda mengatakannya ‘sekali lagi dan kamu akan mendapatkan time-out’ maka lakukanlah dengan tegas. Jangan sampai Anda terlihat ragu saat mengatakannya yang justru akan membuat anak tidak akan mendapatkan pesan moral yang diinginkan pada saat dihukum,” tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here