Rintangan Politik ala Ahok – Ahok Memutuskan Melalui Jalur Parpol Untuk Pilgub DKI 2017.

Berita Terlengkap Dan Terpercaya By PAGIASIA – Ahok mengatakan bahwa tetap akan memilih jalur parpol karena sudah melihat sebuah komitmen yang kuat dari parpol pendukungnya, yaitu Partai Golkar, Partai Nasional Demokrat, serta Partai Hati Nurani Rakyat. Ketiga parpol tersebut langsung mengeluarkan surat dukungan resmi untuknya. Bagi Ahok, reaksi dari parpol tersebut yang secepat itu sangatlah langka.

“Saat Teman Ahok bertanya, dimana surat dukungannya? besoknya langsung bilang, surat dukungannya sudah jadi. ini sungguh Luar biasa,” katanya. Toh, dalam tiga parpol ini mempunyai kesamaan satu sama lain. Mereka semua yang berawal dari Partai Golkar. Ahok sendiri pun pernah bergabung dalam parpol yang meiliki lambang beringin tersebut. Ia juga menganggap sudah tidak asing lagi bekerja sama dengan partai mereka.
Rintangan Politik ala Ahok – Ahok Memutuskan Melalui Jalur Parpol Untuk Pilgub DKI 2017.

“Pertanyaannya kenapa saya bisa percaya pada mereka? teman semuanya kan juga sudah tahu kalau ketiga partai tersebut muaranya saat di Golkar. Saya juga sudah mengenal semua para pentolannya, seperti Pak Wiranto dan Surya Paloh,” ucapnya. Ahok sendiri memiliki karier politik panjang. 


Beliau mulai bergabung dalam dunia politik melalui dukungan dari Partai Perhimpunan Indonesia Baru kemudian dia lolos menjadi salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah di Kabupaten Belitung Timur. Pada tahun 2005, ia pun berhasil menduduki sebagai Bupati Belitung Timur.

Keinginannya yang ingin menjadi Gubernur Bangka Belitung (Babel) selesai usai kalah dalam pilgub Babel pada tahun 2007. Kekalahan tersebutlah yang membuat beliau bergabung dalam partai Golkar pada saat pemilu legislatif pada tahun 2009 dan beliau berhasil mendapatkan kursi anggota Dewan di Senayan. Pada 2010, ia diusung oleh Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) untuk menjadi pasangan Joko Widodo pada saat pilgub DKI pada tahun 2012 lalu. 
Kemenangan atas Jokowi dalam pilpres 2014 membawa berkah buat Ahok, karena ia naik jabatan menjadi gubernur. Kini Gerindra ia tinggalkan untuk menuju pilgub DKI 2017. Pengambilan keputusan melalui jalur parpol dalam pilgub DKI 2017 ini terkesan singkat. Namun Direktur Eksekutif Cyrus Network Hasan Nasbi mengungkapkan bahwa keputusan Ahok tersebut sudah dari lama dibuat. Hanya saja untuk pemantapan yang dia miliki baru sekarang ini dilakukannya menjelang dibangunnya halalbihalal Teman Ahok.

“Mereka semua juga sudah sering kali berdiskusi dan membulatkan tekad hanya dalam satu malam saja,” katanya. Cyrus Network merupakan salah satu lembaga konsultan politik yang bertugas untuk mendampingi Teman Ahok untuk selama ini. Ketiiga parpol tersebut tidak memberikan sebuah dukungan secara bersamaan. Partai NasDemlah yang pertama kali memberikan dukungannya pada tanggal 12 Februari 2016. 

Kemudian diikuti oleh Partai Hanura pada tanggal 26 Maret 2016. Sementara untuk Partai Golkar memberikan dukungannya pada tanggal 24 Juni 2016.Komposisi atas tiga parpol ini didalam DPRD DKI Jakarta telah memenuhi syarat untuk pengajuan kursi untuk calon gubernur. Total keseluruhan kursi dalam ketiga parpol tersebut adalah 24. Hanura mempunyai 10 kursi, Golkar mendapatkan 9 kursi, sementara unuk NasDem hanya mendapatkan 5 kursi. 

Baca Juga : PKB Akan Mengumpulkan 10 Ribu ke Jakarta Untuk Menggelar Doa Mendinginkan Suasana

Koordinator yang bergerak dalam Bidang Pemenangan Pemilu di Wilayah Indonesia I berasal dari Dewan Pimpinan Pusat Golkar yaitu Nusron Wahid, beliau mengaku bahwa partainya telah menyerahkan surat dukungan secara resmi langsung kepada Ahok. Keputusan dalam jalur parpol ini diambil oleh Ahok sendiri tanpa adanya intervensi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here