Review Novel Janshen Penerbit Oleh Risa Saraswati

Risa Saraswati adalah seorang penulis yang beberapa novelnya tentang teman-temannya, sebut saja Peter Cs yang hanya bisa di lihat oleh orang-orang yang memiliki kemampuan khusus. Cukup banyak novel yang di buat oleh Risa Saraswati dan ada 2 novel (Danur dan Maddah) yang telah di buatkan film. Novel Danur adalah novel pertama dari kelima novel yang lainnya. Menceritakan tentang Peter dan teman-temannya. Yaitu Hans, Hendrick, William dan Jhanshen.

September tahun 2017 lalu, Risa Saraswati mengeluarkan buku yang berjudul Janshen  kali ini akau akan me-review tentang novel ini.

Jadi Jantje Heinrich Janshen merupakan nama lengkapnya, panggilannya adalah Janshen yang sekaligus nama belakangnya keluarganya. Dalam novel ini, Risa menceritakan bagaimana kehidupan Janshen mulai dari dia kecil sampai berusia 6 tahun (akhir hidupnya).

Sunggu sangat pilu sekali kisah dari Janshen ini, di ceritakan ia  terlahir dari keluarga belanda yang sangat baik dengan kaum inlander – pribumi. Janshen juga memiliki 3 kakak perempuan yang sangat baik hati mengurus si kecil Janshen. Semasa hidupnya keluarga Janshen sangat bahagia. Sampai suatu ketika sang kakak pertama dan ketiga jatuh sakit keras an sempat di rawat di Indonesia tetapi lama kelamaan pengobatannya harus di larikan ke Belanda negeri asalnya.

Janshen dan kakak keduanya yang bernama Anna herus tinggal di Indonesia untuk sementara waktu bersama asisten keluarganya Janshen sampai sang papa menjemput mereka untuk bersama-sama kembali ke negeri Belanda.

Meski di awal perpisahannya sangat sulit di lalui bagi sang kakak, Anna bersama adik kecilnya Janshen. Bagaimana tidak sang kakak di bebani mengurus adik kecilnya dan usaha milik keluarga Janshen. Keadaan mulai berubah, setelah sang kakak Anna berusaha untuk tegar dan menjalani kehidupan seperti semestinya. Kehidupannya berjalan baik bik saja, awalnya.

Sampai suatu ketika isu mengenai Jepang mulai masuk ke Indonesia. Masyarakat Belanda yang kala itu sedikit sekali yang menetap di Indonesia. Janshen dan Anna untuk sementara waktu tinggal bersama temen sang papa untuk berlindung di rumahnya.

Saat itu jepang sudah mulai masuk ke Indonesia, banyak sekali oang Belanda yang di tawan oleh Jepang. Saat percobaan pelarian diri dari tangan Jepang, sang kakak Anna tertangkap oleh Jepang dari si kecil Janshen akhirnya meninggal di tanga Jepang saat berusia 6 tahun.

Nasibnya sunggu pilu, Risa Sarsawati sungguh hebat dalam menceritakan kisahnya dalam novel sehingga para pembaca akan merasakan kepiluan cerita si kecil Janshen.

Kelebihan novel ini:

  1. Bahasanya sangat mudah di pahami
  2. Cover yang menarik dan menggambarkan sosok Janshen
  3. Tidak terlalu membingungkan mengenai alur cerita
  4. Setting cerita sangat baik

Kekurangan novel ini:

  1. Kurangnya ilustrasi gambar dalam novel ini

Novel yang menarik menurutku untuk di baca oleh penggemar Risa Sarsawati. Novel ini tidak banyak unsur horornya, hanya kisah hidup seseorang yang pernah menjadi manusia.

Demikianlah review novel kali ini, jika kalian sudah ataupun belum membaca novel ini silahkan anda bisa berkomentar pada kolom komentar yang ada di bawah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here