Prilly Latuconsina Sulit Bagi Waktu Antara Bisnis Dan Pekerjaan

Jakarta – Sebagai seorang selebritis Prilly Latuconsina juga mengepakan sayapnya di dunia bisnis, selain bisnis kuliner, Prilly Latuconsina juga akan menjalani bisnis fashion.

Buat seorang Prilly Latuconsina bukan perkara mudah membagi waktu antara pekerjaan dan bisnis yang di jalani. Bahkan di akui Prilly Latuconsina, dirinya pun mengaku kesulitan dan juga butuh asisten orang lain untuk membantu pekerjaannya.

Susah banget, palingan ngalahnya staf-stafnya yang nyamperin aku ke lokasi syuting , atau misalnya kalau ada jeda 1-2 jam itu aku pakai buat meeting dulu, jadi meeting itu di sela-sela kerja, di sela-sela ada kegiatan, ujar Prilly Latuconsina di temui di kawasan Sudirman, Jakarta Selatan, belum lama ini pun.

Apalagi jika aku juga sedang ngampus kan, pernah juga staf-staf aku suruh dateng ke kampus juga jadi pas istirahat aku meeting, sambungnya Prilly Latuconsina.

Harus Pintar Bagi Waktu

Bintang film Danur mengaku harus bisa membuat strategi agar pekerjaannya dan juga bisanisnya bisa berjalan beriringan. Tetapi semua itu pun akan di akuinya tidak mudah dan butuh sekali perjuanagnnya. (iya harus pinter-pinter kita aja yang ngatur manajemen waktu), ucap Prilly.

Sulit juga menurut Prilly Latucnsina, bisnis fashion jadi hal yang paling sulit di kerjakan ketimbang bisnis-bisnis lain yang ia akan jalani. Kalau aku learing by doing ya jadinya untuk yang fashion ini aku pun benar-benar (I have no idea) caranya bisnis fashion gimana karena selama ini aku fokusnya di makanan dan restoran yang iya buka, nah dari tim aku di sana sudah besar jadi mereka sudah bisa melakukan semuanya sendiri, aku tinggal control aja. Nah jika kalau yang fashion dari awal banget, katanya.

Prilly Latuconsina Sempat Juga Kewalahan Jalani Bisnis Fashion

Prilly Latuconsina pun terus mengepakan sayapnya di dunia bisnis. Setelah sukses ia menjalankan bisnis kulinernya, Prilly Latuconsino kini akan menjajal kemampuannya di dunia fashion. Menurut Prilly Latuconsino pun bukan perkara mudah baginya akan menjalani bisnis barunya itu. Ia mengaku sempat sekali gagal dan merugi menjalani bisnis ini.

Prilly pun sempat gagal juga, sempat salah ambil vendor, sempat bermasalah sama tukang jahit, aku sampai pernah beli mesin jahit 4 biji, ujar Prilly Latuconsina di temui di kawasan Sudirman, Jakarta Selatan baru-baru ini.

Merasa kewalahan dalam menjalaninya, hal ini yang peling sulit dalam bisnis fashion menurut Prilly Latuconsina adalah dengan mencari penjahit. Ia sempat kewalahan dan akhirnya memutuskan mencari vendor untuk mengerjakan proyeknya yang tengah ia tangani ini.

Tidak ada sumber daya manusianya, tidak ada yang ngejahitnya dan ternyata ngejahit baju untuk ngejar setoran itu idak gampang, karena lama. Mereka pun juga tidak bisa ngikutin yang kita mau dan deadline, ijar Prilly.

Akhirnya sama vendor yang sudah berpengalaman aja. Jadi kita pun sudah bisa tekenin ke dia deadline nya kapan, modelnya gimana, dan bahannya apa, sambungnya.

Sekarang Prilly Latuconsina, kini semua itu akan di jadikannya pelajaran berharga dalam bisnis fashion. Setiap kesuksesannya pasti akan di awali dengan sebuah kegagalan. Setiap orang pasti pernah mengalaminya, dengan awal kegagalan suatu saat pasti akan berhasil. Jangan menyerah, ujar Prilly Latuconsina.

(jadi semuanya learing by doing, Gagal dulu dan sekarang baru bisa), ucap kata Prilly Latuconsina.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here