Presiden Joko Widodo, Politisi, Aparat Kepolisian sampai MUI Telah Meresmikan Perubahan Isi UU ITE

Berita Terlengkap Dan Terpercaya By PAGIASIA – Seiring banyaknya status-status yang dibuat oleh para pengguna media sosial baik itu untuk hal positif maupun negatif. Hal ini terjadi hampir setiap hari dan lagi sekarang ini begitu banyak pengguna media sosial yang menggunakannya untuk memprovokatif orang banyak yang juga sebagai pengguna sosial.
Presiden Joko Widodo, Politisi, Aparat Kepolisian sampai MUI Telah Meresmikan Perubahan Isi UU ITE
Presiden Joko Widodo, Politisi, Aparat Kepolisian sampai MUI Telah Meresmikan Perubahan Isi UU ITE
Misalnya Buni Yani yang telah membuat gempar Bangsa Indonesia ini, karena mengepost video Cagub Basuki Thaja Purnama atau biasa disebut Ahok dengan mention yang seorang Penista Agama. Sehingga semua orang menjadi panas karena salah menafsirkannya. dan akhirnya terjadilah Aksi Demo Damai 4 November lalu yang sampai saat ini masih belum mereda.

Bahkan berita mengenai hal itu sampai mendunia. Media Televisi Taiwan pun sampai menyiarkan berita Aksi Damai 4 November lalu. Kemudian pihak kepolisian Tim Subdit Cyber Crime Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus pun menangkap Abdul Rozak alias Abu Uwais yang berprofesi sebagai seorang guru di SMA Pluit telah ditetapkan menjadi Tersangka Penyebaran Isu Rush Money di akun Facebooknya. 
Dengan mention mengajak semua orang untuk mengambl semua uang di bank milik komunis atau minoritas. Dengan memamerkan uang spp para siswanya yang kemudian disusun menjadi 212 yang terkait aksi demo pada tanggal 2 Desember. Hal tersebut menjadikan dia terjerat dalam Tindak Pidana UU tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Dan kini Pihak Kepolisian pun sedang gencar menangkap pelaku lainnya dalam kasus Penyebaran Isu Rush Money. 

Karena banyaknya pengguna sosial media saat ini makan Presiden Jokowi sampai dengan MUI pun sepakat melakukan Gerakan Budaya Santun di Media Sosial. Perubahan dalam UU ITE resmi berlaku, Presiden Joko Widodo dengan segenap kalangan menghimbau supaya masyarakat dapat menggunakan media sosial dengan bijaksana dan mengedepankan sopan santun di dunia maya.
DPR dan pemerintah telah mengesahkan perubahan/revisi UU ITE pada tanggal 27 Oktober 2016. Terdapat beberapa perubahan penting yaitu tindak pidana penghinaan atau pencemaran nama baik dalam ITE yang merupakan delik aduan telah berubah menjadi delik umum. Dengan ancaman hukuman dalam pasal 27 mengenai pencemaran nama baik dengan hukuman 6 bulan penjara dan denda 1 miliar menjadi 4 tahun penjara dan denda sebanyak 750 juta.

Semua masyarakat dihimbau untuk berhati-hati dalam menggunakan media sosial. Presideno Joko Widodo tidak bosan mengimbau masyarakat supaya tetap mengutamakan sopan santun ketika menggunakan media sosial. Imbauan yang sama pun dilontarkan oleh Politisi, Aparat Kepolisian sampai MUI. Mereka mengingatkan supaya masyarakat dapat berhati-hati dalam menyebarkan informasi apapun dan agar tidak untuk menyebarkan perpecahan atau kebencian yang dapat memecah belah Bangsa Indonesia ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here