Polri Menahan ke-7 Tersangka Dugaan Makar yang Ingin Menggerakkan Massa 2 Desember ke Gedung DPR

Berita Terlengkap Dan Terpercaya By PAGIASIA – Ketujuh orang telah yang diduga melakukan makar ditetapkan sebagai seorang tersangka.. Mereka semua yang ditangkap diduga ingin menggiring semua massa aksi damai 2 Desember untuk berangkat menduduki Gedung DPR/MPR. Ketujuh tersangka tersebut yaitu Kivlan Zen, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Firza Huzein, Eko, Alvin Indra Al Fariz, dan Rachmawati. 
Polri Menahan ke-7 Tersangka Dugaan Makar yang Ingin Menggerakkan Massa 2 Desember ke Gedung DPR
Polri Menahan ke-7 Tersangka Dugaan Makar yang Ingin Menggerakkan Massa 2 Desember ke Gedung DPR

“Terdapat 7 orang yang telah dipersangkakan atas dugaan akan melakukan upaya pasal 107 juncto pasal 110 KUHP. Dugaan tersebut berkaitan dengan rencana pemanfaatan massa untuk menduduki kantor DPR, pemaksaan agar bisa dilakukan Sidang Istimewa dan menuntut pergantian pemerintahan dan sebagainya,” kata Kadiv Humas Mabes Polri yaitu Irjen Boy Rafli Amar pada saat jumpa pers di Mabes Polri, di Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan pada tanggal 3 Desember 2016.

“Makar yang dimaksudnya disini adalah tindakan pemufakatan. Tidak harus dia yang menjadi sebuah kenyataan yang baru didalam hukum tetapi dalam deteksi pertemuan, kegiatan, dari hasil yang dikumpulkan saat penyidikan alat bukti perumusan pemufakatan tersebut dengan perlahan dapat dikumpulkan oleh para penyidik,” ujar dia. Bagi Boy, dalam dugaan pemufakatan jahat tersebut telah dilandaskan terhadap beberapa alat bukti yang sudah dikumpulkan oleh penyidik Polri antara lain berupa sebuah percakapan, dan juga pertemuan.

“Hal ini sudah seharunya untuk diantisipasi jikalau hal ini tidak menimbulkan kondisi yang akan berakibat tidak menguntungkan pada saat berlangsungnya aksi 2 Desember karena telah disatukan dengan tujuan yang lain. Massa tersebutlah yang akan pulang untuk digiring menuju Gedung DPR. Terima kasih kepada GNPF-MUI serta ulama yang pada akhirnya mengawal dan tidak terdapat penyelewengan seluruh massa yang akan pulang,” kata Boy.

Boy pun menegaskan juga bahwa penangkapan terhadap ke-7 tersangka ini hanya sebagai langkah dan upaya dari Polri untuk dapat menjaga kemurnian ibadah yang berlangsung di Silang Monas dan mengeliminir dalam berbagai indikasi kerawanan yang dapat dimungkinkan terjadinya semacam pemanfaatan terhadap massa yang sedemikian rupa.

“Kami tidak mau niat tulus daripada alim ulama serta seluruh masyarakat yang sudah datang untuk menggelar doa bersama di Silang Monas dimasuki oleh orang-orang memiliki niat lain daripada itu. Jadi hal inilah yang akan kita cegah. Dalam usaha untuk tetap memurnikan kegiatan ibadah yang sedang berjalan inilah maka tindakan hukum terpaksa dipakai oleh kepolisian untuk menanggulangi terjadinya kerawanan,” ujar Boy. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here