Polisi Melaksanakan Sterilisasi serta Olah TKP Tepat di Depan Gereja Oikumene Samarinda

Berita Terlengkap Dan Terpercaya By PAGIASIA – Terjadinya Bom molotov yang meledak tepat di depan gereja Oikumene di Jl Cipto Mangunkusumo, Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Lo Janan Ilir, Samarinda, Kaltim, tadi pagi hari. Divisi dari Humas Mabes Polri menjelaskan bahwa korban yang berjumlah 5 orang dalam keadaan luka-luka.

Polisi Melaksanakan Sterilisasi serta Olah TKP Tepat di Depan Gereja Oikumene Samarinda

Polisi Melaksanakan Sterilisasi serta Olah TKP Tepat di Depan Gereja Oikumene Samarinda

“Korban yang mengalami luka-luka akibat dari ledakan tersebut sebanyak 5 orang dan sudah dilarikan ke Rumah Sakit Muis, Samarinda,”  kata Divisi Humas Polri. Ledakan yang berasal dari bom molotov tersebut berlangsung sekitar pada pukul 10.00 WITA. Ledakan tersebut terjadi didepan halaman gereja, pada saat seluruh jemaat yang baru saja usai melaksanakan ibadah pada hari itu.


Berikut ini adalah kronologi yang terjadi karena ledakan bom molotov yang disampaikan oleh pihak Divisi Humas Polri di dalam akun Facebook resminya itu :

Pada pukul 10.00 WITA, Seluruh Jemaat yang telah usai menjalankan kegiatan ibadah keluar lewat pintu depan kemudian secara tiba-tiba datang seorang laki-laki yang tidak dikenal melemparkan sesuatu yang diduga adalah jenis bom molotov.


Kemudian pada pukul 10.15 WITA, pelaku yang melemparkan bom yang berjeniskan molotov tersebut melarikan diri berlari ke arah depam kemudian melompat ke dalam Sungai Mahakam. Warga yang melihatnya secara langsung peristiwa tersebut dan berusaha untuk mengejarnya. 

Pelaku akhirnya tertangkap oleh para warga, Pelaku tersebut kemudian dibawa ke pihak Kepolisian Polsek Samarinda Seberang. Polisi telah melakukan sterilisasi di tempat kejadian dan akan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) yang terjadi di Gereja Oikumene, Samarinda, Kalimantan Timur. Pelaku sudah ditahan oleh polisi.


“Pelaku lempar bom molotov sudah ditangkap dan sekarang berada di Polres Samarinda. Pemeriksaan pidana terhadap pelaku, kami akan sterilisasi dari TKPnya dulu,” jelas Kabid Humas Polda Kaltim, AKBP Fajar Setyawan pada hari Minggu,13 November 2016.

Sementara korban akibat kejadian tersebut berjumlah sebanyak 4 orang, termasuk juga anak-anak yang sudah dibawa di RS Samarinda. Fajar mengungkapkan bom molotov yang dilemparkan ke depam Gereja Oikumene, Sengkotek, Loa Janan tersebut merupakam bom low explosive atau dengan kata lain bom dengan daya ledak yang rendah.

Bom yang dilemparkan ke dalam lapangan parkir yang di mana juga terdapat anak-anak dilokasi kejadian, menyebabkan beberapa anak-anak yang terluka dan juga 4 sepeda motor yang rusak akibat bom tersebut. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here