Wednesday, October 23, 2019
Home Blog Page 3

Banyak Artis Bikin Channel YouTube, Jovial Da Lopez Ingatkan Ini

Banyak Artis Bikin Channel YouTube, Jovial Da Lopez Ingatkan Ini
Banyak Artis Bikin Channel YouTube, Jovial Da Lopez Ingatkan Ini

Banyak Artis Bikin Channel YouTube, Jovial Da Lopez Ingatkan Ini

Jakarta – Sejumlah artis memperkenalkan channel atau kanal YouTube pribadi lalu mempromosikannya lewat akun Instagram. Jovial Da Lopez, pemilik kanal YouTube SkinnyIndonesian24, merespons fenomena ini. Menurut Jovial Da Lopez, siapa saja berhak membuat kanal di YouTube termasuk artis.

Di sisi lain, maraknya kanal YouTube artis membuat peta persaingan di situs berbagi video itu makin sengit. Jovial Da Lopez sendiri mengelola SkinnyIndonesian24 bersama adiknya, Andovi Da Lopez. Kanal ini punya 2 juta pelanggan lebih.

Agak kesal karena ada kompetisi yang makin sengit ha ha ha! ucapnya Jovial Da Lopez kepada Showbiz di Jakarta, Senin (01/07/2019).

Jovial Da Lopez menambahkan, makin banyak kompetisi di YouTube membuat para pemilik kanal makin kreatif memikirkan konten.

Dan menurutnya itu lumayan bagus. Jujur saya enggak masalah karena YouTube dibuat untuk semua kalangan. Kalau Anda mau buka channel YouTube juga silakan, ungkap bintang film Relationshit dan Melbourn e Rewind.

Beda Artis dan Orang Biasa

Jovial Da Lopez mengingatkan, ada bedanya antara artis dan orang biasa yang membuka kanal YouTube. Jovial Da Lopez dan adiknya misalnya, mendirikan kanal YouTube dalam kondisi tak punya peralatan canggih.

Beda dengan artis. Saat mendirikan kanal YouTube mereka sudah punya modal besar berupa tim yang solid dan peralatan canggih.

Lain dengan anak dari luar pulau Jawa misalnya yang mau memulai bikin konten saja bingung caranya bagaimana dan kameranya mana. Start-nya saja sudah enggak adil, imbuh Jovial Da Lopez.

Program Membantu Para Youtuber

Jovial Da Lopez mengulas, lebih mudah bagi seorang artis untuk bikin konten viral, berkolaborasi dengan YouTuber atau sesama artis lain.

Karenanya, Jovial Da Lopez berharap para artis punya semacam program CSR yakni membantu YouTuber yang lebih kecil atau sudah lama punya kanal YouTube namun belum menemukan momentum.

Banyak banget orang yang ingin berkreasi di YouTube dengan ide atau konten bagus. Bantulah mereka. Itu saja harapan saya, sambung Jovial Da Lopez.

PSI: Pemilihan Wagub DKI Jangan Sampai Diputuskan Oleh Segelintir Elite

PSI: Pemilihan Wagub DKI Jangan Sampai Diputuskan Oleh Segelintir Elite
PSI: Pemilihan Wagub DKI Jangan Sampai Diputuskan Oleh Segelintir Elite

PSI: Pemilihan Wagub DKI Jangan Sampai Diputuskan Oleh Segelintir Elite

Jakarta – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menilai proses pemilihan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang sedang berjalan di DPRD tidak transparan dan terkesan buru-buru.

Wakil Ketua DPW PSI DKI Jakarta Rian Ernest menyatakan, proses yang tidak transparan ini dapat berpotensi melahirkan politik transaksional di belakang layar.

Akan lebih adil jika warga Jakarta tidak merasa seperti disodorkan kucing dalam karung. Jangan sampai pemilihan Wagub tidak transparan, hanya diputuskan segelintir elite partai saja, tutur Rian di Kantor DPP PSI, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta, Kamis (04/07/2019).

Dia menyampaikan, PSI ingin memastikan agar publik dilibatkan dalam menentukan pemimpinnya. Mereka juga mengusulkan agar debat publik diselenggarakan.

Pemilihan wagub ini terlalu terburu-buru tanpa melibatkan publik. Beri warga waktu untuk terlibat mengkritisi para calon secara terbuka, tegas dia.

Rian menyarankan, sebaiknya hasil fit and proper test yang sudah dilakukan kepada dua cawagub diungkap ke publik. Hal ini agar publik tahu kualitas calon pemimpinnya meski debat dan paparan tidak diadakan. Selain itu, dia berharap tata tertib pemilihan wagub segera rampung disusun DPRD DKI Jakarta.

Tata tertib kalau sudah jelas, ada fit and proper test, ada proses paparan, proses tanya jawab, kita juga lebih lega ya. Artinya oh jelas nih ada proses yang akuntabel dan jelas, jelas Rian.

Bukan hanya sekadar tawar-menawar politik atau mungkin politik dagang sapi, ya kita juga nggak mau seperti itu, ia mengakhiri.

Fasilitator Uji Publik

Karena itu, Rian mengatakan partainya pun bersedia menjadi fasilitator untuk uji publik secara terbuka. Sebab, dia menilai publik Ibu Kota belum mendapat penjelasan tentang siapa cawagub mereka, serta apa pencapaian dan gagasannya.

Demi kepentingan warga DKI kami siap kapan pun. Yang penting kasih tahu saja sehari sebelumnya, jangan mendadak, ujar Rian.

Sementara Ketua DPW PSI Jakarta Michael Victor Sianipar menjelaskan, ruangan yang dibutuhkan untuk melakukan debat publik pun tidak perlu besar. Debat juga bisa dilakukan dengan cara live streaming agar praktis dan dapat menjangkau seluruh masyarakat.

Yang penting, ujar Michael, debat tersebut dapat memaparkan ide dan gagasan kedua cawagub DKI Jakarta. Dia pun meminta partai pengusung cawagub, yakni PKS, untuk menekankan pentingnya transparansi.

Saya kira dimulai dari partai pengusung dulu. Begitu partai pengusung sudah jelas paparannya, kita juga ingin DPRD ada tata tertib yang jelas supaya jangan sampai keputusan itu nggak ada prosesnya, tukas Michael.

Saat ini, dua nama cawagub yang sudah disetujui DPRD DKI yaitu Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Rapat paripurna DPRD DKI Jakarta untuk pemilihan wakil gubernur akan dilaksanakan tanggal 22 Juli 2019.

Kuntilanak 2 Sukses, Honor Maxime Bouttier Naik?

Kuntilanak 2 Sukses, Honor Maxime Bouttier Naik?
Kuntilanak 2 Sukses, Honor Maxime Bouttier Naik?

Kuntilanak 2 Sukses, Honor Maxime Bouttier Naik?

Jakarta – Maxime Bouttier telah berkarier selama 7 tahun dan menghasilkan lebih dari 20 film. Sayangnya, belum ada satu pun yang menembus sejuta penonton lebih. Baru Kuntilanak 2, film Maxime Bouttier yang berhasil merangkul 1,7 juta penonton.

Kuntilanak 2 kini bertengger di posisi ke-3 dalam daftar film Indonesia terlaris tahun ini. Lain dengan kekasih Maxime Bouttier, Prilly Latuconsina, yang sudah dua kali mencetak box office lewat Danur I Can Ses Ghosts (2,7 juta penonton) dan Danur 2: Maddah (2,4 juta penonton).

Maxime Bouttier mengatakan hal ini tak membuatnya tertekan. Saya enggak tertekan. Dengan film sebanyak itu saya jadi punya jam terbang dan trik berakting yang mungkin tidak dimiliki aktor lain. (Soal baru tahun ini mencetak box office) memang muncul perasaan baru di hati saya. Hati saya bilang, ‘Oh jadi ini rasanya mendapatkan box office, terang Maxime Bouttier kepada Showbiz Liputan6.com di Jakarta, Senin (01/07/2019).

Biasanya, seorang aktor akan menaikkan tarif setelah mencetak film laris atau meraih penghargaan di ajang festival.

Nazar Khusus?

Disinggung rencana menaikkan tarif main film, Maxime Bouttier terbahak. Ha-ha-ha! Belum tahu, kalau soal harga naik, itu biar manajer yang mengurus, kelit Maxime Bouttier.

Apakah Maxime Bouttier akan menggelar syukuran kecil-kecilan dengan keluarga atau punya nazar memberikan sesuatu buat Prilly Latuconsina jika Kuntilanak 2 meledak di bioskop? Saya enggak punya nazar apa-apa. Kalau mau mentraktir Prilly makan atau memberi kejutan, tidak perlu menunggu film sukses, ujarnya.

Berkat Prilly Latuconsina

Kejutan untuk pacar, menurut Maxime Bouttier, tidak harus dikaitkan dengan momen yang tertentu saja. Dalam kesempatan itu, Maxime Bouttier berterima kasih kepada Prilly Latuconsina untuk perhatian selama syuting.

Ia menyemangati. Begitu pula saat film ini tembus sejuta penonton, dia memberi ucapan selamat. Kami berdua sukses di genre horor, tapi tidak pernah berkompetisi. Kami berkomunikasi kayak orang normal. Kalau pasangan sukses tentu saya ikut senang. Kami tidak sekompetitif itu, ucapnya.

PKB: Saat Ini Dibutuhkan Kedewasaan Bersama Bangun Bangsa

PKB: Saat Ini Dibutuhkan Kedewasaan Bersama Bangun Bangsa
PKB: Saat Ini Dibutuhkan Kedewasaan Bersama Bangun Bangsa

PKB: Saat Ini Dibutuhkan Kedewasaan Bersama Bangun Bangsa

Jakarta – Ketua DPP PKB Abdul Kadir Karding menilai ada empat langkah yang akan diambil dalam upaya membangun rekonsiliasi pasca-Pemilu 2019.

Pertama, menurut dia, harus dibangun komunikasi, kedua tetapkan siapa saja yang akan diajak koalisi.

Ketiga, syarat apa saja yang harus disampaikan dalam koalisi, keempat semua tergantung Jokowi dan dibicarakan dengan parpol koalisi pendukung, (termasuk PKB),” kata Karding di Jakarta, Jumat 28 Juni 2019.

Dia mengatakan dalam rekonsiliasi itu ada proses komunikasi politik dan implikasinya berupa sharing power yang dimungkinkan terjadi di parlemen maupun dalam kabinet. Namun itu tergantung kesepakatan.

Menurut Karding yang merupakan Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf, dalam dunia politik, kalau rekonsiliasi dilaksanakan, power sharing jangan menjadi satu-satunya syarat sehingga melupakan yang lain.

Yang dibutuhkan adalah rekonsiliasi dalam bentuk substantif, ada kedewasaan bersama yaitu ingin bersama bangun bangsa, setelah pilpres untuk kesejahteraan bersama, katanya seperti dikutip Antara.

Hal itu menurut dia merupakan langkah substantif yaitu tanpa syarat apapun. Namun harus disadari kalau dalam prosesnya ada power sharing, tinggal diatur secara proporsional.

Tidak Harap Pos Menteri

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar mengaku pihaknya tidak berharap posisi menteri apapun dalam periode kedua pemerintahan Jokowi. Menurutnya, PKB menyerahkan sepenuhnya kepada Jokowi bila putuskan Mahkamah Konstitusi (MK) mengukuhkan hasil penghitungan suara KPU.

Kita tidak berharap pos manapun. Semua bergantung pada presiden. Beliau pasti akan mengajak bicara, nanti kita tunggu, kata Muhaimin di Kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Senin (17/6/2019).

Mengenai bocoran nama-nama kabinet baru,  pria yang karib disapa Cak Imin ini mengaku hanya menunggu keputusan dari Presiden Jokowi saja. Kabinet belum, insyaallah akan menjadi sikap presiden. kita tunggu saja karena itu hak prerogatif presiden, ucapnya.

PKB, menurut Cak Imin, tidak akan mengumumkan daftar usulan nama-nama calon menteri dari pihaknya. Ia juga tidak mau berspekulasi mengenai namanya yang disebut masuk bursa nama calon menteri.

(Tidak akan kita umumkan. Nanti jadi kewenangan presiden), ujar dia.

Terkait adanya peluang parpol lain merapat ke koalisi Jokowi-Ma’ruf, Cak Imin mengaku tak masalah. Pada dasarnya koalisi pendukung 01 sudah gemuk ya. Jumlahnya besar. Sehingga di DPR tak perlu tambahan lagi. Tapi kalau dalam rekonsiliasi nasional, why not, tak masalah, ucapnya.

Bukannya kurang sepakat, tapi koalisi di DPR sudah berlebih, sehingga stabilitas sudah cukup, tapi kalau demi rekonsiliasi ya monggo, imbuh Muhaimin.

Dikabarkan Segera Menikah Lagi, Lulu Tobing Minta Didoakan

Dikabarkan Segera Menikah Lagi, Lulu Tobing Minta Didoakan
Dikabarkan Segera Menikah Lagi, Lulu Tobing Minta Didoakan

Dikabarkan Segera Menikah Lagi, Lulu Tobing Minta Didoakan

Jakarta – Muncul di muka publik saat merilis film terbaru, Dua Garis Biru, Lulu Tobing langsung mendapat sorotan. Publik penasaran seperti apa kehidupan pribadi Lulu Tobing saat ini, juga soal foto pribadinya mengenakan cincin yang viral hampir sebulan lalu.

Kabar lain menyebut, Lulu Tobing tengah sibuk merintis bisnis di luar seni di Bali, benarkah? Kepada Showbiz Lulu Tobing buka kartu soal kehidupan pribadinya. Lulu Tobing mengaku pindah ke Bali untuk menikmati hidup.

Sekarang saya menikmati hidup saja. Kalau dibilang sering jalan-jalan mungkin karena saya tinggal di Bali. Jadi aktivitasnya bolak-balik Bali-Jakarta. Tapi kebanyakan hidup di Bali, beri tahu Lulu Tobing di Jakarta Selatan, Kamis (27/6/2019).

Bintang sinetron Tersanjung dan Dia menambah panjang daftar artis yang kini menetap di Bali. Selain Lulu Tobing, pasangan Sophie Navita-Pongki, Andrew White-Nana Mirdad, serta Happy Salma juga menetap di Pulau Dewata tersebut.

Dilamar Oleh Kekasih

Terkait keputusan tinggal di Bali, Lulu Tobing beralasan, (Pastinya lebih punya privasi. Yang dulu kehilangan banyak waktu untuk diri sendiri, sekarang saya nikmati. Usaha di Bali? Tidak ada, saya hanya istirahat saja).

Terkait kehidupan pribadi, hampir sebulan lalu, beredar kabar Lulu Tobing dilamar Bani M. Mulia, pengusaha di bidang pelayaran. Bani adalah cucu Soedarpo Sastrosatomo, pendiri PT Samudera Indonesia Tbk, perusahaan yang bergerak di bidang pelayaran, logistik, dan kepelabuhan yang berbasis di Jakarta.

Minta Doa nya

Kabarnya, lamaran akan menjadi pintu gerbang Lulu Tobing menuju pelaminan. Disinggung isu ini, Lulu Tobing enggan memberi jawaban detail. Oh, saya enggak mau ngomongin yang ini, topiknya yang lain saja, kelit Lulu Tobing.

Disinggung soal rencana menikah, Lulu Tobing enggan memberi bocoran. Ia hanya minta doa. (Doakan saja). Sudah, ya, pungkas Lulu Tobing seraya bergegas meninggalkan awak media.

 

Kursi Megawati Sebagai Ketum PDIP Tidak Tergoyahkan

Kursi Megawati Sebagai Ketum PDIP Tak Tergoyahkan
Kursi Megawati Sebagai Ketum PDIP Tak Tergoyahkan

Kursi Megawati Sebagai Ketum PDIP Tidak Tergoyahkan

Jakarta – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP memiliki sejarah panjang dalam perpolitikan Indonesia. Sejak PDIP berdiri, Megawati Soekarnoputri menjabat sebagai Ketua Umum PDIP.

Kini muncul isu dorongan agar ada regenerasi dalam kepengurusan PDIP. Tetapi Ketua DPP PDIP nonaktif Puan Maharani pun juga mengatakan partainya solid mendukung Megawati Soekarnoputri untuk kembali menjabat sebagai ketua umum saat Kongres ke V PDIP.

Iya insya Allah kita (PDIP) semua solid masih berharap Ibu Mega berkenan untuk kembali menjadi ketua umum, kata Puan.

Merdeka.com merangkum perjalanan politik Megawati Soekarnoputri menjadi Ketum PDIP dari periode ke periode.

Menjadi Ketum Periode 2000-2005

Sebelum bernama PDIP, partai berlambang banteng ini bernama Partai Demokrasi Indonesia (PDI), karena konflik internal PDI bubar. Hingga akhirnya Megawati mengubah nama PDI menjadi PDI Perjuangan pada tanggal 1 Februari 1999 yang disahkan oleh Notaris Rakhmat Syamsul Rizal, agar dapat mengikuti Pemilu 1999. Nama ini kemudian dideklarasikan pada 14 Februari 1999 di Istora Senayan, Jakarta.

Pemilu 1999 membawa berkah bagi PDI Perjuangan dengan tampil sebagai pemenang pemilu dan berhasil menempatkan wakilnya di DPR sebanyak 153 orang. Bahkan, Megawati terpilih sebagai Wakil Presiden mendampingi KH Abdurahman Wahid yang terpilih didalam Sidang Paripurna MPR sebagai Presiden Republik Indonesia ke-4.

Untuk pertama kalinya setelah berganti nama menjadi PDIP, pengurus memutuskan melaksanakan Kongres I PDIP diselenggarakan pada 27 Maret-1 April 2000 di Hotel Patra Jasa, Semarang, Jawa Tengah. Kongres ini menetapkan Megawati sebagai Ketua Umum DPP PDIP periode 2000-2005 secara aklamasi tanpa pemilihan, karena 241 dari 243 DPC mengusulkan nama Megawati sebagai Ketua Umum DPP PDIP.

Ketum Periode 2005-2015

Kemudian pada Kongres II PDI Perjuangan diselenggarakan pada 28-31 Maret 2005 di Hotel Grand Bali Beach, Denpasar, Bali kembali mengukuhkan Megawati sebagai Ketua Umum terpilih karena seluruh peserta dalam pemandangan umumnya mengusulkan nama putri Proklamator RI itu.

Kursi Megawati sebagai Ketum PDIP tidak tergoyahkan. Megawati kembali menjadi Ketum PDIP untuk periode 2010-2015. Di bawah kepemimpinan Megawati pada Pilpres 2014, PDIP berhasil mengantarkan kadernya yakni Jokowi menjadi Presiden ke-7. PDIP juga menjadi pemenang Pileg 2014 dengan meraup 23.681.471 suara.

Ketum Periode 2015-2020

Terakhir pada Kongres IV PDI Perjuangan di Bali pada 8-12 April 2015, Megawati kembali dikukuhkan sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan periode 2015-2020.

Lagi-lagi PDIP berhasil menjadi pemenang Pileg 2019 dengan 139.971.260 suara, dan mengantarkan Jokowi sebagai calon petahana kembali memenangkan Pilpres 2019.

PDIP Solid Dukung Kembali Megawati Jadi Ketum

PDIP kembali akan menggelar Kongres ke V di Bali pada 8 Agustus 2019. Hampir dipastikan Megawati kembali terpilih menjadi Ketum PDIP untuk periode selanjutnya. Terlebih menurut Ketua DPD PDIP DKI Jakarta, Adi Wijaya, semua ketua dewan pimpinan daerah se-Indonesia menyatakan dukungan agar Megawati kembali memegang tongkat kepemimpinan partai.

Ketua-ketua DPD PDIP se-Indonesia waktu Rakernas sudah menyatakan sikap dan keputusan bahwa kami semua mendukung kembali Ibu Megawati Soekarnoputri menjadi ketua umum PDIP periode 2019-2024, ujar Adi.

Reza Rahadian Sebut 3 Peran Ini Mengubah Kariernya

Reza Rahadian Sebut 3 Peran Ini Mengubah Kariernya
Reza Rahadian Sebut 3 Peran Ini Mengubah Kariernya

Reza Rahadian Sebut 3 Peran Ini Mengubah Kariernya

Jakarta – Hampir 15 tahun berkarier di dunia seni peran, Reza Rahadian kini menjadi salah satu aktor papan atas Indonesia. Sejumlah sineas mengincar Reza Rahadian untuk memperkuat film mereka. Yang terbaru, Ernest Prakasa meminang Reza Rahadian untuk film barunya, Imperfect: Cinta, Karier, dan Timbangan.

Berkarier di layar lebar sejak 2005, Reza Rahadian telah membawa pulang 4 Piala Citra. Aktor kelahiran 5 Maret ini telah membintangi lebih dari 40 film dengan beragam genre.

Reza Rahadian mengakui, dari puluhan karakter yang dimainkan, beberapa berdampak besar terhadap kariernya. Kepada Showbiz, Reza Rahadian menyebut tiga peran yang mengubah hidupnya.

Pertama, peran Syamsudin di film Perempuan Berkalung Sorban karya Hanung Bramantyo. Ini kali pertama saya dapat film panjang dengan kualitas penggarapan bagus. Kali pertama juga dapat Piala Citra, ungkap Reza Rahadian yang kemudian meraih Piala Citra kedua di film 3 Hati 2 Dunia 1 Cinta.

Memerankan Peran BJ Habibie

Kedua, peran BJ Habibie di film Habibie & Ainun (2012). Reza Rahadian menjelaskan, saat menghidupkan tokoh nyata yang masih hidup, biasanya muncul kekhawatiran tidak laku di pasar. Nyatanya, film ini sukses memadukan unsur kualitas dan komersial.

Habibie & Ainun meraih 3 Piala Citra termasuk Pemeran Utama Pria Terbaik bagi Reza Rahadian. “Film ini juga meraih 4,6 juta penonton. Salah satu film Indonesia terlaris sepanjang masa,” beri tahu Reza Rahadian.

Memerankan Menjadi Bossman Di Stupid My Bos

Terakhir, My Stupid Boss karya Upi. Film ini menyerap 3,05 juta penonton lebih. Sekuelnya yang dirilis semester pertama tahun ini menyihir 1,8 juta penonton.

Biasanya saya main film drama. Hampir tidak pernah mengeluarkan sisi komedi. Beberapa kali main film komedi, jumlah penontonnya tidak tinggi. My Stupid Boss, melegitimasi kemampuan saya di genre komedi yang layak diapresiasi khalayak, pungkasnya.

Lewat peran Bossman di My Stupid Boss, Reza Rahadian menyabet Piala Citra keempat.

Alasan Kevin Liliana Pilih Oskar Mahendra sebagai Pendamping Hidup

Alasan Kevin Liliana Pilih Oskar Mahendra sebagai Pendamping Hidup
Alasan Kevin Liliana Pilih Oskar Mahendra sebagai Pendamping Hidup

Alasan Kevin Liliana Pilih Oskar Mahendra sebagai Pendamping Hidup

Jakarta – Hendak untuk menikah dengan Oskar Mahendra, membuat Kevin Liliana sempat menuai kritik warganet. Banyak Warganet yang bertanya-tanya mengapa Kevin Liliana memilih duda anak satu tersebut sebagai pendampingnya kelak.

Kevin Liliana telah resmi bertunangan dengan Oskar Mahendra pada Sabtu (22/06/2019) di sebuah hotel di kawasan Bandung.

Sebelum menjalin hubungan dengan Kevin Liliana, Oskar Mahendra sempat gagal menjalin hubungan rumah tangga. Dari pernikahannya itu, Oskar dikaruniai satu orang putri yang bernama Shalana Raelyn Mahendra.

Calon suami terlalu sering dikomentar miring oleh warganet, Kevin sepertinya sudah tidak tahan lagi. Lewat akun Instagram-nya, pemenang ajang kecantikan Miss Internasional 2017 ini akhirnya mengungkapkan mengapa ia memilih Oskar Mahendra sebagai pendamping hidupnya.

Kevin Liliana menyebut bahwa Oskar merupakan seseorang yang supel dan pintar. Tapi hal itu saja tidak cukup membuat Kevin Liliana jatuh hati.

Menghargai Perempuan

Dulu awal kenal sama Oskar, dia orangnya supel dan enak banget diajak ngobrol, tau banyak hal, pinter. Tapi menurut aku itu biasa aja, bukan hal utama yang bikin aku jatuh hati, tulis Kevin Liliana dalam keterangannya.

Hal utama yang membuat Kevin Liliana jatuh hati kepada Oskar ialah menurutnya, Oskar merupakan pribadi yang bisa menghargai seorang perempuan.

Sampai ketika aku lagi main di satu mall dan ternyata dia lagi di mall yang sama, lagi ajak main anaknya, Lana. Dan aku liat dari luar arena permainan gitu, gimana dia memperlakukan Lana bener-bener bikin aku jatuh hati. Setelah lumayan lama kenal, ternyata dia cuma punya Ibu, kakak perempuan, adik perempuan, dan anak perempuan. Dari situ aku semakin sadar kalau cara dia memperlakukan perempuan itu luar biasa, dia bisa banget menghargai perempuan, tambahnya.

Lebih Santai

Sampai saat ini, Kevin sering kali merasa kesal dan tersinggung jika ada seseorang yang berkata seenaknya mengenai Oskar. Berbeda dengan Kevin, Oskar yang dibanjiri komentar miring warganet malah lebih santai menanggapi omongan miring tentang dirinya sendiri.

Sampai sekarang, masih ada aja orang yang suka berkata seenaknya sama Oskar. Lucunya, yang kesinggung malah aku, dianya cuma ketawa-ketawa aja sumpah selama kenal sama Oskar ga pernah liat dia kesel sama perkataan netizen sotoy. Padahal kalau kalian udah kenal sama Oskar, pasti bisa menilai sendiri kok dia orangnya seperti apa, tulis Kevin

Jika Megawati Tak Jadi Ketum, PDIP Bakal Pecah?

Jika Megawati Tak Jadi Ketum, PDIP Bakal Pecah?
Jika Megawati Tak Jadi Ketum, PDIP Bakal Pecah?

Jika Megawati Tak Jadi Ketum, PDIP Bakal Pecah?

Jakarta – Pengurus PDIP Jawa Barat menilai belum ada sosok yang bisa menggantikan Megawati Soekarnoputri sebagai ketua umum partai. Ketua DPD PDIP Jabar, TB Hasanuddin menyatakan semua pengurus di tingkat kabupaten kota serta para calon anggota legislatif sepakat mengusulkan Megawati meneruskan kepemimpinannya periode 2019-2024.

100% keinginannya sama (ingin Megawati tetap ketum). Itu merupakan aspirasi dari bawah, katanya ditemui di Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung, Jumat (21/06/2019).

Menurutnya, PDIP membutuhkan sosok pemimpin yang kuat, berkarakter, mampu mempersatukan seluruh elemen dan komponen di partai. Di sisi lain, semua indikator itu belum dimiliki kader lain meski yang berstatus senior sekalipun.

Pria yang mencalonkan diri dalam Pilgub Jabar 2018 itu mengaku tidak bisa membayangkan PDIP dipimpin selain Megawati. Bahkan jika itu terjadi, maka akan terjadi permasalahan di internal pengurus dan kader.

Satu-satunya yang kami anggap bisa, mampu dan layak itu adalah hanya Bu Mega. Saya tidak bisa bayangkan muncul pemimpin yang lain, enggak ngerti saya. Akan ada faksi kalau bukan Bu Mega, jelasnya.

Disinggung keinginan regenerasi yang sempat diutarakan Megawati dalam kursi pimpinan partai, TB beranggapan situasinya belum memungkinkan.

Beliau maunya begitu. Tapi kami sudah membayangkan apa yang terjadi kalau tidak beliau. Jadi dengan segala hormat ibu harus turun lagi, sampai kapan? ya tidak tahu, jelasnya.

Ketua Umum itu harus memiliki kemampuan menjaga kohesi intern, itu yang paling penting. Karena ideologi kan sama, tapi latar belakang kadernya sangat heterogen. Belum ada yang mampu selain Bu Mega, lanjutnya.

Potensi Kader Lain

Sementara ketika ditanya terkait potensi Puan Maharani atau Hasto Kristianto, TB memilih untuk menjawab normatif. Semua yang disampaikannya tidak menyinggung satu atau dua kader.

Saya tidak berbicara soal si A, B, C. Sekarang intinya masih butuh figur Megawati. Tidak tahu ke depannya ini tidak terlepas dari kondisi dan situasi intern dan ekstern, imbuhnya.

Pengurus Jabar pengen Bu Mega. Kami sudah ikrar, meminta dengan paksa Bu Mega maju lagi untuk persatuan kami, pungkasnya.

Diketahui, Kongres V PDIP dipercepat menjadi 8-10 Agustus 2019 di Bali yang seharusnya digelar pada 2020. Salah satu agenda yang diselenggarakan adalah terkait pemilihan ketua umum.

Skripsi Dian Sastrowardoyo Sempat Bikin Mantan Dosen Kewalahan

Skripsi Dian Sastrowardoyo Sempat Bikin Mantan Dosen Kewalahan
Skripsi Dian Sastrowardoyo Sempat Bikin Mantan Dosen Kewalahan

Skripsi Dian Sastrowardoyo Sempat Bikin Mantan Dosen Kewalahan

Jakarta – Sebuah fakta menarik soal Dian Sastrowardoyo yang diutarakan oleh mantan dosennya, Rocky Gerung, selama ia mengenyam Ilmu Filsafat di Universitas Indonesia.

Rocky memuji Dian Sastrowardoyo sebagai salah satu mahasiswi tercerdas sepanjang ia menjadi dosen pembimbing skripsi. Ditambah, Dian juga menggunakan beberapa penelitian yang terbilang sulit.

Dia memang anaknya pintar. Dia menulis Fashion and Philosophy, kata Rocky Gerung dalam salah satu tayangan acara Alvin & Friends.

Selain itu, Rocky Gerung mengatakan bahwa penelitian yang dilakukan Dian Sastrowardoyo termasuk sulit karena harus menggunakan beberapa penelitian yang dianggapnya cukup berat.

Tidak Ikuti Tradisi

(Itu berat, karena ada teori Post Postmodernism dan segala macam), kata dia.

Namun, mantan dosen Filsafat Universitas Indonesia ini tidak mau memberikan nilai kepada istri dari Maulana Indraguna Sutowo itu.

Ada tradisi dalam pembimbing itu kasih nilai kan, biasanya kan pembimbing subyektif kasih nilai tertinggi kan. Tapi saya bilang saya netral, saya tidak akan kasih nilai.

Hanya sebagai Pembimbing

Alasan Rocky tidak memberikan nilai karena dia menganggap hanya sebagai pembimbing Dian. Sehingga yang pantas memberikan nilai adalah para penguji di sidang skripsi Dian Sastrowardoyo.

(Silahkan para penguji yang kasih nilai. Jadi saya buktikan tidak ada urusan apa-apa), tutupnya.

Dian Sastro diketahui merupakan lulusan program Sarjana (S1) Filsafat UI pada Juli 2007. Dian melanjutkan studi di Magister Manajemen Universitas Indonesia. Ibu dua anak itu sukses menyelesaikan program S2 dengan predikat cumlaude pada Tahun 2014.

Most popular

Recent posts