Jokowi Mengingatkan Jika Separuh Wajib Pajak Mengikuti Tax Amnesty, RI Tidak Perlu Lagi Untuk Pinjam Uang

Berita Terlengkap Dan Terpercaya By PAGIASIA – Presiden Joko Widodo pada hari ini mensosialisasikan program tax amnesty atau yang biasa disebut dengan pengampunan pajak dikawasan Nusa Dua, Bali. Pada saat kesempatannya tersebut, Jokowi sangat menyayangkan masih sangat sedikitnya wajib pajak di Indonesia yang telah mengikuti program ini.  Jokowi menyatakan bahwa data yang ada di Menteri Keuangan Sri Mulyani, terdapat sekitar Rp 11 ribu triliun uang wajib pajak yang sampai saat ini masih belum melaporkan pajaknya. 
Jokowi Mengingatkan Jika Separuh Wajib Pajak Mengikuti Tax Amnesty, RI Tidak Perlu Lagi Untuk Pinjam Uang
Jokowi Mengingatkan Jika Separuh Wajib Pajak Mengikuti Tax Amnesty, RI Tidak Perlu Lagi Untuk Pinjam Uang

“Jangan ditepuki (tepuk tangan) Karena yang ada didalam kantong saya sudah ada dua kali lipat lebih dari itu. Jangan ditepuki, itu tidak baik,” kata Jokowi saat berada di Gedung Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Nusa Dua, Badung, Bali pada hari Rabu, 7 Desember 2016. Karena itulah, sambung Jokowi, pemerintah pun mengadakan program tax amnesty ini. 


Dengan tujuan supaya uang para wajib pajak yang saat ini masih disimpan di luar negeri maupun yang masih belum dilaporkan untuk dapat segera dilaporkan kepada pemerintah. “Supaya uang-uang yang sampai saat ini masih disimpan di luar negeri, di bawah bantal, di bawah kasur ataupun di dalam lemari itu bisa keluar. Dan di luar negeri itu bisa dibawa masuk kembali ke negara kita. Karena saat ini negara kita sangat membutuhkan uang yang digunakan untuk pembangunan negara kita,” kata Jokowi.

Baca Juga : Perjuangan City tanpa Aguero dalam Laga Premier League

Jokowi pun juga mengatakan bahwa sampai saat ini pihak deklarasi maupun repatriasi yang mengikuti tax amnesty ini mencapai sebesar Rp 3.980 tiliun. Akan tetapi, angka tersebut masih terbilang sangat kecil. “Sangat kecil sekali. Dan perlu untuk saya informasikan juga, bahwa dari total semua wajib pajak kita yang ada kurang lebih terdapat 20 juta wajib pajak, dan yang baru mengikuti tax amnesty baru ada sebanyak 481 ribu. Cuma 2,5 persen. Cuma 2,5 persen,” kata Jokowi. 

“Sangat kecil sekali kan. Kita mempunyai data ini seluruhnya, dan yang di Bali ada berapa akan kami ungkapkan nanti. Jangan saya yang ungkapkan. Jika saya yang ungkapkan,saya enggak enak saya sama semua saudara-saudara saya yang ada di Bali,” tambah Jokowi. Jokowi juga berkata bahwa, kalau separuhnya saja wajib pajak yang mengikuti program pengampunan pajak ini, dengan ini Indonesia tidak perlu untuk meminjam uang lagi dari luar. 


“Bayangkan saja jika separuh dari sisanya saja wajib pajak mengikuti tax amnesty, kita juga enggak perlu pinjam uang dari luar lagi, kita juga enggak perlu sampai rebutan arus uang masuk, enggak perlu,” kata Jokowi. “Karena itulah, mengapa saya ikut turun sendiri untuk dapat menyadarkan kita semua yang ada di sini betapa sangat pentingnya uang-uang tersebut bagi negara ini. Ini penting sekali, sangat penting sekali. Baik untuk infrastruktur, industri, pertanian, perkebunan, dan semuanya,” tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here