Inilah 6 Rekomendasi dari MUI Tentang Fatwa Atribut Keagamaan Nonmuslim Haram untuk Dipakai

Berita Terlengkap Dan Terpercaya By PAGIASIA – MUI telah mengeluarkan fatwa yang menyatakan bahwa haram hukumnya bagi seseorang yang bberagama muslim menggunakan atribut keagamaan agama yang lain. Bersamaan dengan hal tersebut, MUI pun mengeluarkan rekomendasi terkait fatwa tersebut. “Terdapat rekomendasi yang teah dikeluarkan mengenai dengan fatwa tersebut,” kata Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam di Jakarta, pada tanggal 14 Desember 2016.
Inilah 6 Rekomendasi dari MUI Tentang Fatwa Atribut Keagamaan Nonmuslim Haram untuk Dipakai
Inilah 6 Rekomendasi dari MUI Tentang Fatwa Atribut Keagamaan Nonmuslim Haram untuk Dipakai
Berikut ini adalah Rekomendasi terkait dengan fatwa tersebut:


1. Kepada Umat Islam, supaya tetap untuk menjaga kerukunan hidup antara umat beragama dan memelihara keharmonisa dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara tanpa adanya menodai ajaran agama, serta tidak untuk mencampuradukkan antara akidah dan ibadah Islam dalam beragama dengan keyakinan agama lainnya.


2. Kepada Umat Islam agar saling menghormati keyakinan dan kepercayaan setiap agama. Salah satu wujud toleransi adalah menghargai kebebasan non-muslim dalam menjalankan ibadahnya, bukan dengan saling mengakui kebenaran teologis.


3. Kepada Umat Islam supaya memilih jenis usaha yang baik serta halal, dan tidak untuk memproduksi, memberikan, maupun memperjualbelikan atribut apapun yang berbuhungan dengan keagamaan non-muslim.



4. Pimpinan perusahaan agar menjamin hak umat Islam dalam menjalankan agama sesuai keyakinannya, menghormati keyakinan keagamaannya, dan tidak memaksakan kehendak untuk menggunakan atribut keagamaan non-muslim kepada karyawan muslim.


5. Pemerintah wajib memberikan perlindungan kepada umat Islam sebagai warga negara untuk dapat menjalankan keyakinan dan syari’at agamanya secara murni dan benar serta menjaga toleransi beragama.


6. Pemerintah wajib mencegah, mengawasi, dan menindak pihak-pihak yang membuat peraturan (termasuk ikatan/kontrak kerja) dan/atau melakukan ajakan, pemaksaan, dan tekanan kepada pegawai atau karyawan muslim untuk melakukan perbuatan yang bertentangan dengan ajaran agama seperti aturan dan pemaksaan penggunaan atribut keagamaan non-muslim kepada umat Islam.



“Fatwa ini berlaku pada tanggal ditetapkan, dengan ketentuan jika di kemudian hari ternyata dibutuhkan perbaikan, akan diperbaiki dan disempurnakan sebagaimana mestinya. Agar setiap muslim dan pihak-pihak yang memerlukan dapat mengetahuinya, menghimbau semua pihak untuk menyebarluaskan fatwa ini,” kata Asrorun. Fatwa ini ditetapkan di Jakarta pada Rabu 14 Desember 2016 hari ini. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here