Ini Masukan Strategi dari LSI Denny JA Supaya Elektabilitas Ahok tidak Menurun
Berita Terlengkap Dan Terpercaya By PAGIASIA – LSI Denny JA sudah mengeluarkan hasil survei untuk di Pilkada DKI Jakarta yang telah menunjukkan adanya elektabilitas dari pasangan calon Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat yang menurun. Terdapat beberapa strategi yang dapat dipakai oleh Ahok-Djarot untuk dapat mengatasi masalah tersebut. 
Ini Masukan Strategi dari LSI Denny JA Supaya Elektabilitas Ahok tidak Menurun
Ini Masukan Strategi dari LSI Denny JA Supaya Elektabilitas Ahok tidak Menurun

“Jika kita bicara secara objektif, tren turun karena kondisi yang sangat mengkhawatirkan,” kata peneliti Lingkaran Survei Indonesia yaitu Adjie Alfaraby pada saat Diskusi Polemik ‘Hitam Putih Pilkada’ didepan Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat pada hari Sabtu,12 November 2016.


Hasil survei memberikan nilai pada Lingkaran Survei Indonesia (LSI) kepada pimpinan Denny JA telah mencatat, tingkat elektabilitas daripada pasangan Ahok-Djarot mendapat suara sebanyak 24,6 persen sementara Agus-Sylviana yang berada pada peringkat kedua dengan elektabilitas sebanyak 20,9 persen, dan juga pada pasangan Anies-Sandiaga elektabilitas yang didapatnya tercatat sebanyak 20 persen. Sedangakan pengumpulan angka swing voters atau yang masih belum menentukan pilihan mereka yaitu sebesar 34,5 persen. 
Survei yang dilakukan oleh LSI dengan cara pengumpulan data yang dimulai sejak 31 Oktober sampai 5 November 2016. Hasil yang terkumpulkan dengan jumlah responden sebanyak 440 responden yang ada di wilayah DKI. Survei tersebut menggunakan sistem multistage random sampling dan juga disertai dengan margin of error kurang lebih sebanyak 4,8 persen yang telah terkumpul Survei ini dilakukan dengan uang sendiri. 

Berdasarkan Adji, terdapat tiga strategi lagi yang akan dilakukan supaya daripada pasangan Ahok-Djarot dapat memenangkan suara terbanyak dalam Pilgub DKI 2017 nanti. Swing voters pun yang akan menjadi penentu nantinya. 

“Seberapa baik dalam menggunakan strategi petahana untuk dapat merebut kembali pemilih Muslim. yang kedua, status hukum daripada Pak Ahok juga akan menjadi pengaruh, dan apakah suara tersebut akan reborn kembali. Lalu pada pihak dari Anies-Sandi serta Agus-Sylviana, akan seberapa besar kemampuan yang mereka miliki untuk dapat menarik swing voter,” kata Adji.
Adanya nilai penurunan dalam popularitas pada pasangan pertahana tidak boleh untuk diartikan sebagai sebuah kekalahan untuk calon Ahok-Djarot. Pada setiap pasangan calon akan memiliki sebuah kemungkinan yang sama untuk memenangkan Pilkada.

“Berdasarkan data yang didapat ini, diharapkan kepada semuanya jangan terlalu cepat yakin akan menang. Walaupun turun, petahana dapat menang. Meskipun mereka yang dari calon lainnya (Agus-Sylviana, dan Anies-Sandiaga) atau penantang, selain isu dalam swing voters yang meraih voter di atas 30 persen itulah yang akan menjadi penentu,” kata Hanta Yuda selaku Pengamat Politik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here