Ahok Tekankan Bahwa Pentingnya Untuk Transparansi APBD Sehubungan dengan Memperingati Hari Antikorupsi Sedunia

Berita Terlengkap Dan Terpercaya By PAGIASIA – Memperingati Hari anti Korupsi Sedunia yang jatuh pada hari ini, Cagub DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menekankan bahwa pentingnya untuk transparansi agar dapat mencegah korupsi. Ahok juga mengatakan, transparansi merupakan bentuk dari pertanggungjawaban dalam hal menggunakan uang milik rakyat.
Ahok Tekankan Bahwa Pentingnya Untuk Transparansi APBD Sehubungan dengan Memperingati Hari Antikorupsi Sedunia
Ahok Tekankan Bahwa Pentingnya Untuk Transparansi APBD Sehubungan dengan Memperingati Hari Antikorupsi Sedunia
Ahok yang pada saat itu berada di hadapan seluruh pendukungnya didalam Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat mengatakan bahwa apa yang dirinya lakukan didalam Pemprov DKI dengan cara membuka seluruh laporan keuangan menjadi bentuk keterbukaan terhadap publik. Bahkan Ahok pun juga membuka seluruh laporan keuangan pribadinya kepada publik.

“Makanya waktu saya di DKI (sebagai gubernur) semua uang, saya buka dengan baik. Dari mana datang dan pajaknya. Dulu, bagi pejabat dan sekelas lurah juga camat enggak perlu untuk lapor kepada pihak LHKPN. Sekarang ini semua saya paksa untuk harus melapor. Kita semua ini berkerja sama dengan pihak KPK, BPK dan PPATK,” kata Ahok kepada para pendukungnya, pada hari Jumat,9 Desember 2016.

Baca Juga : Thailand Tim Bagus Tetapi Indonesia Akan Memenangkan Pertandingan

Bagi Ahok, dengan adanya transparansi sebagai bentuk pertanggungjawaban pejabat terhadap uang milik rakyat. Begitu banyak aturan yang telah diubah oleh Ahok pada saat masa pemerintahannya yang sebagai Gubernur DKI. Ahok juga mengatakan bahwa sebelum dirinya dinobatkan menjadi Gubernur, orang dapat kenal dengan seorang gubernur saja bisa langsung kaya tanpa perlu melakukan korupsi. Caranya adalah dengan cara menyewakan seluruh aset pemda kepada pihak lainnya dengan harga yang selangit.

“Jika dulu kita kenal sama gubernur saja bisa langsung kaya raya, enggak usah lagi korup juga kita bisa kaya. Bagaimana caranya? Ya, Aset pemda, ada banyak orang yang sewa sama pemda dengan harga yang murah banget dengan pakai harga pemerintah. Kemudian yang dapat sewa aset pemda malah disewain lagi. Langsung duduk saja enggak perlu kerja lagi,” kata Ahok.

Baca Juga : Pemerintah telah Menyiapkan Dana Stimulus untuk Kerusakan Rumah Warga Pasca Gempa Bumi di Aceh


Titik pada iklan pun menjadi sasaran untuk disewakan. Bahkan, kata Ahok, omzetnya bisa miliaran rupiah per tahun. “Termasuk titik-titik iklan, dikasih 2 titik iklan saja, tiap malam bisa dugem itu orang. Karena disewain ke orang miliaran per tahun. Sekarang saya ubah, kalau mau sewa gedung di DKI pakai jasa penilai. Kalau jasa penilai bilang sekian, ya Anda harus bayar segitu,” imbuhnya.

Ahok menuturkan, untuk bisa menjalankan transparansi yang dirinya buat di Jakarta, perlu ada keadilan kepada para PNS di Jakarta. Karena itu, Ahok tidak segan-segan untuk memecat para PNS yang malas agar hanya yang jujur dan mau bekerja saja yang bekerja untuk Pemprov DKI.“Korupsi dihapus dengan transparansi. Transparansi jalan kalau ada azas keadilan. Kalau ada yang malas ya kita berhentikan. PNS paling rendah bisa dapat gaji Rp 13 juta. Yang malas ya pecat orang gaji gede gitu,” tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here