Latin Brides for Marriage

Monday, May 28, 2018

Soal Gaji Besar BPIP, Masyarakat Diminta Berprasangka Baik

Hasil gambar untuk Megawati Soekarnoputri saat berdialog dengan Presiden Jokowi di Istana Merdeka,Jakarta, Ketua Fraksi Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) tidak mempersoalkan soal kebijakan pemerintah memberikan gaji besar atau tidak kepada pejabat dan anggota Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP). Namun saja, Ibas mengingatkan kepada pemerintah sebaiknya jangan memperhatikan program-program yang bersentuhan langsung dengan rakyat.

Tentu tidak akan bisa disalahkan. Sebab, tentu masih banyak  yang bisa dipikirkan yang bersentuhan langsung dengan rakyat, ucap kata Ibas di Rumah Dinas Ketua DPR, Jalan Widya Chandra, Jakarta Selatan, Pada Senin, 28 Mei 2018.

Jika Ibas mengaku bahwa telah mendengar keluhan masyarakat, baik menyangkut harga bahan pokok, maupun pendapatan, hingga daya beli.

(Saya dengar ada juaga keluhan, ada juga kesulitan dalam kehidupan sehari-hari), ucapnya.

Sementara itu, Ketua MPR Zulkifli Hasan meminta kepada masyarakat agar tidak berprasangka buruk.

Ia mengatakan bahwa, gaji BPIP itu juga sudah termasuk dana operasional sehingga nilainya cukup besar. Selaku Ketua MPR, ia pun juga mendapat dana operasional sebesar Rp 150 juta per bulan.

Itu ada juga Rp 150 juta tapi dana operasional untuk membantu membayar ini itu dan tidak bisa diambil. Jadi berprasangka baiklah pada tokoh-tokoh kita, ujar Zulkifli.

Menurut mantan Menteri Kehutanan di era pemerintahan SBY ini, pimpinan dan anggota BPIP merupakan tokoh-tokoh bangsa yang telah teruji. Dengan begitu, gaji mereka tak perlu dipersoalkan.

Ibu Mega itu kan tokoh kita, Pak Try (Sutrisno), Pak Mahfud (MD) orang-orang yang sudah teruji. Mereka akan ikhlas ingin mengabdi untuk kebaikan negerinya. Jadi jangan ada prasangka buruk, ucap jelasnya.

Tak Minta Gaji Besar

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M Rommahurmuziy yakin para tokoh nasional seperti Megawati Soekarnoputri yang terlibat dalam BPIP tidak akan meminta gaji yang sangat besar. Sebab, tugas yang mereka lakukan adalah menegakkan Pancasila.

(Saya kira kelas bu Mega tidak akan meminta gaji), ucap kata Romy.

Romy pun mengaku pernah mendengar alasan Megawati saat menerima jabatan Ketua Dewan Pengarah BPIP dalam suatu acara. Saat itu, ucap Romy, Megawati menyatakan sudah menerima tugas tersebut karena berkaitan dengan Pancasila.

Bu Mega menyampaikan ketika BPIP belum menjadi badan, ia sudah menerima SK pelantikan dan beliau menyampaikan ini bukan lembaga khusus yang setingkat dengan menteri, itu pun saya mau karena Pancasila, ucapnya.

Kendati demikian, Romy mengklaim bahwa belum mengetahui detail soal gaji dan fasilitas yang diberikan negara kepada para pejabat dan anggota BPIP. Dia akan mengecek langsung kebenaran kabar itu ke Menteri Sekretaris Negara.

Saya mesti mengecek langsung padanya, karena itu kan hal-hal yang semua berada di lingkup Sesneg, tandas Romy.

Tagih Janji

Sementara, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo mengingatkan ke semua pihak tidak meributkan soal besarannya  gaji yang akan diterima pimpinan, pejabat, dan pegawai Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Menurutnya, yang harus dipersoalkan adalah seberapa besar kontribusi BPIP untuk memperbaiki bangsa dan negara ke depannya. Yang penting kita tidak boleh meributkan hal semacam itu. Yang harus kita ribut kan nanti yaitu sebesar besar  sumbang sih yang mereka akan berikan kepada bangsa ini, ucap kata Bamsoet.

Bamsoet mengatakan masyarakat harus menagih andil dari BPIP untuk menyelesaikan masalah kebangsaan ini, seperti  intoleransi.

Andil BPIP bisa selesaikan masalah Pancasila, bisa kurangi inteloransi anak bangsa kita. Jadi keberhasilan mereka akan diukur dari sejauh mana intoleransi ini bisa kita atasi dan berikan keamanan bagi bangsa kita, ucap tegasnya.

Soal besarnya gaji yang diterima pimpinan dan anggota BPIP, Bamsoet melihat masalah nominal hal relatif. Menurut saya soal gaji relatif ya. Bagi itu besar bagi yang lain mungkin kecil, ucapnya.

Namun, dia meyakini bahwa pejabat BPIP seperti Ketua Dewan Pengarah BPIP Megawati Soekarnoputri sebenarnya tidak mengharapkan gaji besar. Untuk jabatan yang diembannya, Megawati akan mendapatkan gaji sebesar Rp 112.548.000.

Saya yakin juga Bu Mega maupun yang lainnya tidak mengharapkan besar kecilnya gaji tapi tempat untuk pengabdian beliau-beliau untuk memperbaiki bangsa ini melalui lembaga Pancasila, terangnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi meneken Perpres Nomor 42 Tahun 2018 tentang Hak Keuangan dan Fasilitas bagi Pimpinan, Pejabat dan Pegawai BPIP. Dikutip, Perpres yang diteken Jokowi pada 23 Mei 2018 Pjp. Dewan Pengarah BPIP sebesar Rp 112.548.000. Jabatan itu diemban oleh Megawati Soekarnoputri.

Sementara itu, untuk Anggota Dewan Pengarah BPIP yang mendapat upah Rp 100.811.000. Ada delapan anggota BPIP. Mereka adalah Try Sutrisno, Ahmad Syafii Maarif, Said Aqil Siradj, Ma'ruf Amin, Mahfud MD, Sudhamek, Andreas Anangguru Yewangoe, dan Wisnu Bawa Tenaya.

Sedangkan, Yudi Latif sebagai Kepala BPIP digaji sebesar Rp 76.500.000 dan wakilnya mendapat Rp 63.750.000. Tingkat penerimaan Rp 51.000.000 dan staf khusus diberikan gaji Rp 36.500.000.

Post Comment