Latin Brides for Marriage

Tuesday, February 20, 2018

KPK Geledah Ruang Kerja Bupati Subang Imas Aryumningsih

 
Jakarta, Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali untuk melakukan penggeledahan terkait kasus dugaan suap izin pendirian pabrik di Subang yang menjerat Bupati Subang Imas Aryumningsih. Penggeledahan dilakukan di tiga lokasi, salah satunya adalah ruang kerja Bupati Subang.

Penyidik pun hari ini menggeledah tiga lokasi lagi terkait penyidikan kasus ini, ucap kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi pada, Selasa (20 Febuari2018).

Selain itu, penyidik juga telah menggeledah Kantor DPMTSP Subang, Kantor Dinas Bina Marga dan Pengairan Subang. Menurut Febri, penggeledahan dilakukan oleh tiga tim secara parallel sejak pukul 10.00 WIB. Sementara itu penyidik menyita sejumlah dokumen dan barang bukti elektronik (dari komputer), ucap kata Febri.

Sebelumya, pada Senin 19 Februari 2018, KPK juga menggeledah rumah dinas Bupati Imas Aryumningsih, rumah tersebut menjadi tersangka Data, dan kantor tersangka Miftahhudin atau PT Inti Sarana Sukses. Dari penggeledahan, penyidik menyita dokumen terkait 2 perusahaan PT ASP dan PT PBM.

Diketahui bahwa, Imas Aryumningsih bersama Kabid Perizinan Pemkab Subang Asep Santika dan seorang swasta bernama Data diduga menerima uang suap dari Miftahuddin selaku swasta PT ASP. Suap tersebut diberikan agar Imas memberikan izin pembangunan pabrik senilai Rp 1,4 miliar.

Diduga Terima Suap

Dalam kasus ini yang berawal dari operasi senyap tersebut, tim KPK menyita uang sebesar Rp 337.378.000 yang berasal dari beberapa orang. Menurut Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan, total commitment fee lebih dari itu.

Telah Diduga commitment fee awal antara pemberi dengan perantara adalah Rp 4,5 miliar, sedangkan dugaan commitment fee antara bupati ke perantara adalah Rp 1,5 miliar, ucap kata dia.

KPK sudah menduga bahwa uang yang diterima akan digunakan Imas untuk kepentingan kampanye dalam Pilbup Subang 2018 mendatang. Imas diketahui kembali maju dalam Pilbup Subang Sutarno yang merupakan pensiunan TNI AU. Keduanya, diusung koalisi Partai Golkar dan PKB.

Selain uang, Basaria mengatakan bahwa Imas juga menerima fasiliatas lainnya terkait pencalonannya tersebut. Salah satu adalah fasilitasnya yaitu berupa sewa mobil Toyota Alphard.

Post Comment