Latin Brides for Marriage

Thursday, January 25, 2018

KPK Dalami Aliran Uang Kontraktor ke Bupati Rita

Image result for bupati ritaJakarta, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami aliran uang dari sejumlah kontraktor kepada Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) yang  nonaktif Rita Widyasari.

Para kontraktor pun diduga menggarap beberapa proyek di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kukar, Kalimantan Timur.

"Penyidik sudah mendalami informasi tentang dugaan pemberian dari sejumlah kontraktor (kepada Rita Widyasari),”  kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi pada, Kamis (25 januari 2018).

Adapun sejumlah kontraktor yang telah diperiksa oleh penyidik KPK antara lain adalah pengurus PT Aset Prima TamanAgus, pengurus PT Budi Indah Mulia Mandiri Budi, pengurus PT Wijaya Karya cabang Samarinda Bambang, dan pengurus PT Budi Bakti Prima Budi.

"Penyidik masih mendalami terkait penerimaan dan kepemilikan aset tersangka RIW,”  kata Febri.

Menurut dia sampai hingga kini penyidik telah memeriksa 90 saksi untuk mendalami kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) dan gratifikasi yang menjerat Rita Widyasari. Hingga pada hari ini sekitar 90 orang menjadi saksi telah diperiksa untuk tersangka RIW atas sangkaan penerimaan gratifikasi dan TPP, jelas kata Febri.

Dia menuturkan penyidik bahwa kini tengah memetakan aset dan kekayaan milik Bupati Rita. Pemetaan kekayaan itu untuk menelurusi pencucian uang yang diduga dilakukan oleh Rita.

Prinsipnya, karena ini penyidikan TPPU, tentu pemetaan kekayaan dan aset Bupati Rita menjadi satu hal yang akan menjadi fokus KPK," kata Febri.


Sita Puluhan Tas Bermerek 

 Image result for bupati rita
Sebelumnya, KPK menetapkan Bupati nonaktif Kukar Rita Widyasari dan Komisaris PT Media Bangun Bersama (MBB) Khairudin sebagai tersangka Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Tetapi, KPK menduga keduanya telah bersama-sama melakukan pencucian uang dari hasil tindak pidana korupsi dan gratifikasi dalam sejumlah proyek dan perizinanyang ada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara sebesar Rp 436 miliar.

Dalam kasus ini, KPK pun telah menyita beberapa barang bukti, antara lain uang dalam pecahan US$ 100 sejumlah US$ 10.000 dan pecahan mata uang lainnya. Jumlahnya setara dengan Rp 200 juta, kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarief di Gedung KPK Kuningan Jakarta Selatan, Selasa 16 Januari 2018.

Penyidik KPK juga menyita puluhan tas bermerek milik Rita Widyasari yang diduga berasal dari hasil pencucian uang. Semua tas tersebut saat ini masih dalam tahap penilaian oleh tim penyidik KPK.

Puluhan tas tersebut terdiri dari beberapa brand tas ternama seperti Dolce Gabbana, Louis Vuiton, dan Hermes, Pedro serta beberapa tas brand terkenal lainnya.

"Dokumen dan rekening Koran bank atas pembelian sejumlah tas, antara lain, tas bermerek designer terkenal 40 buah, sepatu, jam tangan dan perhiasan," kata Syarif.

Post Comment