Latin Brides for Marriage

Monday, January 29, 2018

Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Pembuat Uang Palsu

Image result for Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Pembuat Uang PalsuDirektorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri membongkar sindikat pembuat uang palsu. Ada empat orang masing-masing berinisial AL, MAR alias D, AD dan JS ditangkap terkait kejahatan ini.

Direktur Tipideksus Bareskrim Polri Brigjen Agung Setya mengatakan bahwa, pengungkapan dilakukan berdasarkan informasi yang di terima dari masyarakat terkait dalam peredaran uang palsu. Polisi lantas melakukan penyelidikan dengan cara memancing pelaku.

Transaksi pembelian uang palsu ini kemudian disepakati oleh sebuah SPBU daerah Gandasari, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat pada Rabu (24 Januari 2018). Dari situ, polisi langsung menangkap AL dan MAR.

"Setelah tim yakin pelaku membawa uang palsu maka langsung dilakukan penangkapan," ujar Agung di Bareskrim Polri, Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta Pusat, Senin (29 Januari 2018).

Polisi kemudian menggeledah rumah AL dan MAR di kawasan Desa Harja Mekar, Cikarang Utara, Bekasi. Dari tempatnya tersebut, polisi menyita barang bukti berupa tiga lak (paket) uang palsu pecahan Rp 50 ribu. Tiap satu lak berisi 100 lembar uang palsu. Ditemukan juga alat yang digunakan untuk finishing (proses akhir) pembuatan uang palsu pecahan Rp 50 ribu, ucap kata dia.

Dalam proses interogasi, AL mengaku proses pembuatan uang palsu tersebut dilakukan oleh AD di kawasan Pondok Cabe Ilir, Pamulang, Tangerang Selatan. Polisi pun menyambangi alamat yang dimaksudnya dan langsung menangkap AD pada Kamis 25 (Januari 2018) subuh.

Kepada polisi, AD mengaku memiliki kontrakan di Kelurahan Cipayung, Ciputat, Tangerang Selatan. Lokasi tersebut juga digunakan untuk memproduksi uang palsu.

Sehingga pada tanggal 25 Januari 2018 pukul 05.00 WIB di lokasi tersebut petugas mengamankan JS yang sedang beroperasi membuat uang palsu,  kata Agung.


Gunakan Alat Laminating

Image result for Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Pembuat Uang PalsuKeempat pelaku memiliki peran yang berbeda. AD dibantu JS berperan sebagai pembuat uang palsu pecahan Rp 50 ribu setengah jadi. Mereka lalu menjual kepada AL seharga Rp 700 ribu per 100 lembar kertas bergambar menyerupai uang Rp 50 ribu. Tiap lembar kertas tersebut dapat dipotong menjadi dua lembar uang palsu pecahan Rp 50 ribu.

AL lalu melakukan finishing dengan cara menyulam benang pengaman yang diwarnai dengan menggunakan air brush transparan dan ditempelkan menggunakan alat laminating. Selanjutnya uang palsu tersebut diedarkan dengan dibantu menantu AL, yakni MAR alias D.

Dari tangan tersangka AL, polisi menyita tiga pak uang rupiah palsu pecahan Rp 50 ribu, alat pembuatan uang palsu, dan satu unit sepeda motor. Sementara, dari tersangka AD, disita 2.970 lembar uang rupiah palsu pecahan Rp 50 ribu, beberapa lembar kertas bergambar menyerupai uang rupiah Rp 50 ribu, dan peralatan untuk membuat uang palsu.

Akibat perbuatannya itu, para tersangka dijerat dengan Pasal 35 ayat 1,ayat 2, ayat 3, dan Pasal 37 UU Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang juncto Pasal 55 KUHP. Mereka diancam hukuman penjara maksimal 15 tahun.

Post Comment