Latin Brides for Marriage

Wednesday, December 27, 2017

3 Aplikasi Pengganti Facebook, WhatsApp, serta Google Buatan FPI

3 Aplikasi Pengganti Facebook, WhatsApp, serta Google Buatan FPI


Front Pembela Islam (FPI) nyatanya betul-betul lakukan tindakan boikot memakai sosial media seperti Facebook pada Hari Natal, Senin (25/12). Bahkan juga, Sekjen DPD FPI DKI Jakarta, Novel Bamukmin mengklaim pihak miliki aplikasi semacam.

Seperti diambil Tirto, Novel memberi link ke-3 aplikasi yang dipandang dapat menukar Facebook : http :// redaksitimes. com, pengganti Google : http :// geevv. com, serta pengganti WhatsApp : http :// callind. com.

Menurut Novel, tiga aplikasi itu tetap dalam sistem pengembangan, tetapi telah layak digunakan. Ia juga menyerukan pada anggota FPI serta alumni 212 untuk berpindah ke aplikasi itu.

Imbauan itu tak ada unsur paksaan, tetapi hasrat FPI untuk pindah dari Facebook karna senantiasa memusuhi umat Islam dengan adanya banyak akun anggota FPI serta alumni 212 yang diblokir.

Novel juga menilainya Kemenkominfo tidak adil dalam memberangus akun-akun sosial media berbasiskan Islam yang berlaku gawat pada pemerintah. Salah nya ialah pemberangusan akun punya FPI.

" Kami minta pada Kemenkominfo untuk melakukan tindakan adil. Walau sebenarnya kami sampai kini menolong pemerintah, " tutur Sekretaris Dewan Syuro DPD FPI DKI Novel Bamukmin, Sabtu (23/12).

Walau sebenarnya, FPI tidak selama-lamanya berlaku gawat pada pemerintah lewat akun-akun di beberapa sosial media. Beberapa aktivitas dikerjakan FPI untuk menolong pemerintah.

Novel mencontohkan, pengiriman relawan manfaat menolong korban bencana alam, pertolongan pada etnis Rohingya dan relawan ke Palestina. Spesial untuk relawan yang pergi Ke Palestina, Novel mengklaim setiap th. ada yang diberangkatkan.

" (Ke palestina) Tidak cuma karna perseteruan saja. Disana ada rumah sakit yang betul-betul nama FPI diabadikan. Kami intens menolong mereka, " kata Novel.

Hingga, diberangusnya akun-akun FPI di beberapa sosial media jadi buat orang-orang kehilangan info pada aktivitas sesama muslim yang dikerjakan FPI.

" Nah dengan ditutupnya akun ini, orang-orang jadi kehilangan info yang perduli pada saudaranya didalam serta luar negeri. Walau sebenarnya, Alhamdulillah sampai kini kami yang diakui, " jelasnya.

Post Comment