Latin Brides for Marriage

Monday, September 11, 2017

Rusia : Demonstrasi Pendukung Rohingya Tanpa Izin Akan Kami Tangkap!!

Rusia : Demonstrasi Pendukung Rohingya Tanpa Izin Akan Kami Tangkap!!



Agen Judi Online - Kurang Lebih 200 Orang demonstrasi Pendukung Rohingya di Saint Petersburg, Rusia akhirnya di tangkap oleh pihak kepolisian Rusia, penangkapan tersebut di lakukan karena para demonstran tidak memiliki izin resmi dari pihak kepolisian untuk menyuarakan dukungan mereka pada Etnis Minoristas di Rohingya.

Agen Judi Poker


Seperti apa yang di beritakan do AFP, pada hari senon tanggal 11/09/2017 unjuk rasa yang di laukan merupakan sebuah dukungan untuk mendukung Rohingya yang di gelar di tepat alun-alun kota Saint Petersbrug pada hari minggu tanggal 10/09 waktu setempat, Para demonstran yang langsung di kepung oleh pihak kepolisian Rusia langsung mengamankan para demonstran tersebut.

Berita Terkini - Seorang Korespondern AFP yang mengikuti proses demonstrasi tersebut mengatakan sedikitnya ada 100 demonstrasi telah di tahan oleh pihak kepolisian Rusia , alasan penangkapan tersebut di lakukan karena para pengunjuk rasa tidak memiliki izin resmi.

"Saudara-Saudara kami saat ini telah di tahan, mengapa Orang muslim harus selalu di salahkan, dan mengapa mereka harus menahan kami ?" berikut adalah seruah salah satu demonstran.



"Mengapa kami tidak dapat menunjukan apresiasi kami, kami sangat peduli dan khawatir dengan apa yan terjadi pada saudara kami di Myanmar" keluh salah satu seorang demonstran.

Seperti apa yang sudah kita ketahui penindasan yang saat ini tengah di alami oleh rakyat Minoritas Rohingya di myanmar telah menimbukkan sebgaian warga muslim di Rusia yang ada di beberapa wilayah, terutama setelah salah satu seruan dari seorang tokoh terkuat Chechnya, Ramzan Kadyrov.

Seperti apa yang sudah di ketahui ada ribuan orang yang telah menggelar aksi, seperti di kota Grozny, Chechnya, Ramzan, pada minggu lalu setelah Kadyvor telah menyerukan kepada otoritas Rusia agar menbantu Rohingya menghentikan pertempurtan berdarah di Myanmar, seruang yang di lakukan oleh Kadyrov ini lebih cenderung dalam mendukung presiden Vladimir Puitn.

Meski demikian Otoritas Rusia sendiri tidak berani bersuara banyak terkait Krisi Rohingya di Myanmar, seperti apa yang sudah kita ketahui Rusia dan juga Myanmar merupakan negara sahabat yang sudah memiliki ikatan dalam kerja sama militar pada tahun lalu, Rusia juga mengekspor pesawat ke Myanmar.

Post Comment