Latin Brides for Marriage

Friday, September 8, 2017

Kritik Suu Kyi Melalui Puisi : Fadli Zon : Anda Diam Seribu Bahasa

Kritik Suu Kyi Melalui Puisi : Fadli Zon : Anda Diam Seribu Bahasa

Kritik Suu Kyi Melalui Puisi : Fadli Zon : Anda Diam Seribu Bahasa

Beria Terbaru - Wakil ketua DPR Fadli Zon angkat biacara dan mengritik pimpinan Myanmar berpengaruh, melalui pusis yang di buat oleh Fadli Zon ia menyinggung diamnya peraih Nobel perdamaian pada tahun 1991 Aung San Suu Kyi tentang mentikapi kirisi Rohingya yang saat ini terjadi.

Agen Bola Terpercaya - Dalam berita terbaru yang di terimna oleh Pagiasia.com pada hari jumat tanggal 08/09/2017 Fadli Zon angkat bicara soal perihatiannya terhadap krisi Rohingya, Fadli yang merasa geram juga ikut mengritik sikap Suu Kyi yang namanya di kenal sebagai pejuang HAM di Myanmar namun gagal dalam pencegahan pembunuhan masal dan juga pengusiran terhadap Etnis Rohingya.

Agen Poker Indonesia


Berikut adalah Puisi yang di buat oleh Fadli Zon.

ROHINGYA
-- kepada Aung San Suu Kyi

Rohingya adalah wajah politik dunia
potret kebiadaban sangat nyata
pameran keangkuhan dihiasi kemunafikan
tatanan bobrok kekuasaan
dan kau diam seribu bahasa
bersolek di balik keanggunan
mendekap erat Nobel Perdamaian
mencari-cari dalih pembenaran

kau bicara kemanusiaan, kemanusiaan siapa?
promosi demokrasi sambil menonton pembantaian sesama
orang-orang Rohingya diusir dari gubuk-gubuk koyak
ribuan bapak, ibu, dan anak-anak tergeletak
mereka tak mampu lagi teriak
melata di tanah panas Burma
dengan kemiskinan sempurna

drama apa lagi yang ingin kau nikmati?
ratusan ribu manusia menyabung nyawa di tengah samudera
jutaan pengungsi tinggal di barak-barak sunyi
mayat-mayat bercecer darah masih merah
tragedi peradaban di era globalisasi
ke mana lagi kau mau bersembunyi?

Aung San Suu Kyi
masih kuingat kau berjalan gagah
di tengah todongan senjata rezim yang marah
kau melawan diktator tak kenal menyerah
tapi kini kau seperti patung yang pasrah
membiarkan rakyatmu musnah
dan kau masih tersenyum memoles wajah

Bali, 8 September 2017

Post Comment