Latin Brides for Marriage

Saturday, September 2, 2017

Bentuk Bela Rohingya, Alumni 212 Meminta ASEAN Memberikan Sanksi Kepada Myanmar

Bnetul Bela Rohingya, Alumni 212 Meminta ASEAN Memberikan Sanksi Kepada Myanmar

Bentuk Bela Rohingya, Alumni 212 Meminta ASEAN Memberikan Sanksi Kepada Myanmar
Bentuk Bela Rohingya, Alumni 212 Meminta ASEAN Memberikan Sanksi Kepada Myanmar


Berita Terbaru - Konflik Ronghiya di Myanmar yang saat ini menjadi perbincangan hangat Internasional dan mengundang berbagai pihak memberikan prihatin, Presidium Alumni 212 di ketahui tengah memintan sebuah organisai Lintas Asia Tenggara, ASEAN, untuk memberikan sanksoi yang berat untuk Myanmar karena telah membiyarkan adanya sebuah penindasan Etnis di negara tersebut.

"Untuk saat ini kami meminta kepada persatuan Negara-Negara bagian Asia Tenggara ASEAN untum melakukan sebuah tindakan tegas, dan memberikan sanksi yang berat kepada Myanmar" kara Presidum Alumni 212 Slamet Ma'arif dalam ketrangan yang di muat oleh pagiasia.com pada hari sabtu tanggal 02/09/2017.

Dalam pernyataan alumni 212 tindakan pemerintah Myanmar terhadam Etnis Minoritas di Ronghiya di perlakukan sangat tidak adil dan Biadab, Slamet juga mengutuk keras atas perlakukan Pemerintah Myanmar yang tidak bertindak tegas.

"Presidium alumni 212 memberikan sebuah kesimpulan, hal ini terjadi di karenakan genosida terhadap Muslim Rohingya, Karena kami sangat mengutuk keras terhadap perlakukan pemerintah Myanmar terhadap etnis muslim Rohingya yang minoritas" tegas Slamet.

Agen Poker Indonesia


Berita Terkini - Selain itu Slamet juga mendesak pihak PBB untuk mencabut sebuah nobel perdamaian yang di berikabn kepada Aunfg San Suu Kyi karena di nilai sebagai orang yang memiliki prilaku dan kemanusiaan yang beradab, ia juga mendesak PBB untuk melakukan Embargo untuk menghentikan aksi dari Junta Militer Myanmar yang ikut menindas.

"Untuk saat ini kami akan meminta komisi HAM PBB untuk mengeluarkan sebuah solusi terkait pelanggaran berat HAM yang di lakukan oleh pemrintah Myanmar, selain itu kami juga menuntut kepada PBB untuk melakukan sebuah embargo kepada rezin Aung San Suu Kyi" katanya.

Selain itu umat muslim di minta untuk bersatu dan memberikan bantuan kepada rakyat Rohingya, Slamet juga meminta unuk kedubes Myanmar di usir dari Indonesia segera.

"kami meminta kepada presiden Jokowi untuk segera mengusir kedutaan besar Myanmar dari NKRI dan menutup semua komonen masyarakat kuhsusnya Islam untuk melakukan sebuah gerakan sebagai aksi penggalangan dana untuk umat Muslim di Rohingya" tutupnya

Post Comment