Latin Brides for Marriage

Saturday, March 25, 2017

Mengenal Wilayah Barus Sebagai Pusat Peradaban Islam Tertua yang Ada di Nusantara

Mengenal Wilayah Barus Sebagai Pusat Peradaban Islam Tertua yang Ada di Nusantara

Berita Terlengkap Dan Terpercaya By PAGIASIA - Presiden Jokowi telah meresmikan Tugu Titik Nol Pusat Peradaban Islam Nusantara yang berada di Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Walaupun tidak berjuluk 'Serambi Makkah', nyatanya dari tempat inilah agama Islam masuk ke  wilayah Nusantara. Belum terdapat catatan resmi mengenai kapan wilayah Barus terbentuk. 
Mengenal Wilayah Barus Sebagai Pusat Peradaban Islam Tertua yang Ada di Nusantara
Mengenal Wilayah Barus Sebagai Pusat Peradaban Islam Tertua yang Ada di Nusantara

Tetapi tercatat sejak abad ke-6 Masehi, rempah-rempah dari Barus jadi magnet bagi para saudagar penjuru dunia. Dalam buku 'Lobu Tua Sejarah Awal Barus' yang disunting oleh seorang peneliti asal Prancis Claude Gulliot, pada hari Sabtu,25 Maret 2017, Barus juga dikenal sebagai nama Pancur atau dalam bahasa Arab artinya menjadi Fansur. 

Buku yang ditulis oleh beberapa peneliti tersebut pun masih belum bisa mengungkap apakah Barus dan Pancur mempunyai makna yang sama atau tidak. Seorang ahli geografi yang juga seorang ahli matematikawan berdarah Yunani yaitu Claudius Ptolemaeus pada abad yang ke-1 Masehi menyatakan bahwa ada lima pulau yang salah satunya bernama 'Barousai'. Namun belum terbukti benar apakah Barousai adalah Barus.

Walaupun tidak terdapat catatan yang bisa memastikan kalau Barus merupakan Barousai yang dimaksud oleh Ptolemaeus, akan tetapi memang sejak dahulu Barus selalu dikenal sebagai seorang penghasil kamper. Pada zaman dahulu kala tidak semua tempat bisa ditumbuhi dengan pohon kamper, dan komoditas ini akan amat disukai oleh orang Timur Tengah. 

Baca Juga : Ketua MK Mengatakan  Yang Pasti Motifnya Uang Terkait Masalah Pencurian Berkas Pilkada

Maka masuklah pedagang dari Timur Tengah ke wilayah Barus yang pada abad yang ke-6 Masehi yang merupakan pelabuhan di kawasan tepi barat Sumatera Utara. Pada saat itu memang masih belum bernama Sumatera Utara. Tidak cuma pedagang dari Arab saja, bahkan di Barus juga sudah berdatangan para pedagang dari Aceh, India, China, Tamil, Jawa, Batak, Minangkabau, Bugis, Bengkulu, dan sebagainya. 

Keanekaragaman suku bangsa yang datang ke Barus terbukti dengan adanya catatan-catatan berbahasa Arab, Yunani, Syriak, Tamil, Melayu, Jawa, hingga Armenia tentang Barus. Masuknya Islam ke wilayah Nusantara dipercaya akan turut serta dalam jalur perdagangan ke Barus ini. 

Jalur perdagangan ini dikenal sebagai sebuah Jalur Rempah karena memang para pedagang tersebut mempunyai misi untuk mencari rempah-rempah. Bukti bahwa Islam pertama kali masuk ke Nusantara melalui Barus adalah dengan ditemukannya makam Syekh Rukunuddin yang telah wafat pada tahun 672 Masehi atau 48 Hijriah. Makam tersebut terdapat di kawasan kompleks Makam Mahligai di Barus. 

Post Comment