Latin Brides for Marriage

Saturday, March 25, 2017

Ketua MK Mengatakan Yang Pasti Motifnya Uang Terkait Masalah Pencurian Berkas Pilkada

Ketua MK Mengatakan  Yang Pasti Motifnya Uang Terkait Masalah Pencurian Berkas Pilkada

Berita Terlengkap Dan Terpercaya By PAGIASIA - Arief Hidayat selaku Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) menduga ada iming-iming uang di balik kasus pencurian berkas sengketa Pilkada Dogiyai. Arief sudah memecat 4 pegawai MK yang terlibat dugaan pencurian berkas tersebut. 
Ketua MK Mengatakan  Yang Pasti Motifnya Uang Terkait Masalah Pencurian Berkas Pilkada
Ketua MK Mengatakan  Yang Pasti Motifnya Uang Terkait Masalah Pencurian Berkas Pilkada
"Sudah dipastikan kalau motif tersebut merupakan motif uang. Nah motif yang di luar itu apa nanti kita gali," kata Arief Hidayat selaku Ketua MK dalam perbincangan dengan wartawan, pada hari Sabtu,25 Maret 2017. Arief mengatakan bahwa kasus pencurian pada berkas sengketa Dogiyai tersebut menjadi pelajaran yang berharga bagi MK. 

Pihaknya tidak akan pernah memberikan toleransi pengampunan terhadap oknum yang berbuat nakal sebagai pegawai MK tersebut. "Ya, sudah pasti harus kita pecat (oknum nakal) itu. Akan tetapi, ini bisa menjadikan satu pelajaran sangat berharga bagi kita dan menganggap ini semua penting untuk terus membersihkan MK, sebersih-bersihnya. Maka kita bisa menggunakan kualitas pandang yang tinggi dari seharusnya," jelasnya.

Arief juga menuturkan untuk dapat membuat sistem permohonan perkara menjadi lebih transparant, akuntabel dan juga berteknologi lebih lagi. Supaya setiap kali permohonan untuk yang masuk akan secara langsung diupload ke dalam website MK.


"Agar mereka menjadi tahu akan peraturan yang ada, nah inilah dengan segera kita mengharapkan yang pasti jika dalam pilkada yang berikutnya masih menjadi kewenangan MK itu senidri maka sudah pasti sudah dilakukan itu. Dan kita juga rencanakan PUU seperti itu. Jadi tidak bisa sembunyikan lagi, nah kalau orang mencuri sekarang untuk apa? orang sudah di upload dan sudah menjadi milik publik," paparnya.

Selain itu pada sistem tata kelola adminsitrasi yang berbasis IT, Arief juga mengatakan akan membangun sistem pengawasan Sumber Daya Manusia (SDM) yang sangat ketat. Supaya akan menjadikan satu pegawai dengan nilai kualitas dan juga berintegrasi dengan baik.

"Pembinaan-pembinaan kepada pegawai akan kita lakukan terus menerus, dan juga pengawas pada internal dari posisi atasan kepada bawahan yang ada juga akan kita fungsikan dengan optimal. Supaya pegawai tersebut dapat kita monitor secara langsung,"tutupnya. 

Post Comment