Latin Brides for Marriage

Monday, March 27, 2017

Inilah Kisah Perjalanan Hidup WN Inggris yang Telantar dan Menggelandang di Kawasan Jaksel

Inilah Kisah Perjalanan Hidup WN Inggris yang Telantar dan Menggelandang di Kawasan Jaksel

Berita Terlengkap Dan Terpercaya By PAGIASIA - WN Inggris Kenneth William Carl berumur 59 tahun atau yang akrab disapa Ken telantar di Jakarta Selatan dan berhasil diselamatkan oleh petugas Dinsos. Beginilah kisah perjalanan dari Ken tersebut. Ken sebelumnya bekerja sebagai konsultasi keuangan. Dia berhenti bekerja karena masa pensiun serta kehabisan uang karena harus biayai istrinya berobat. 
Inilah Kisah Perjalanan Hidup WN Inggris yang Telantar dan Menggelandang di Kawasan Jaksel
Inilah Kisah Perjalanan Hidup WN Inggris yang Telantar dan Menggelandang di Kawasan Jaksel
"Ada peraturan di kantor, umur 55 tahun, Anda harus punya spesifikasi kerja yang baru. Itu susah untuk dapat pekerjaan," ujar Ken di Panti Sosial Bina Insan (PSBI) Kedoya, Jakarta Baray, pada hari Senin,28 Maret 2017. Ken masih bisa memperpanjang kontraknya. Namun, saat istrinya di Solo terkena kangker tiga tahun lalu, perusahaan tidak menanggung biaya pengobatan.

"Saya ingin obati istri. Saya butuh uang banyak untuk obati istri. Karena perusahaan tidak mau bayar. Saya habiskan uang saya. Saya tidak punya apa-apa lagi," ujar Ken. Istrinya meninggal satu setengah tahun yang lalu, setelah menghabiskan biaya pengobatan sebesar Rp 2,5 miliar. Tak lama kemudian, Ken di-PHK dari tempat kerjanya. 

Ken tidak memiliki uang lagi. Dia pun tidak mampu membayar kontrakan rumah di perumahan elit Town House Fatmawati. Ken akhirnya terlantar satu tahun terakhir. Dia terlantar di sekitar Cipete dan memilih beristirahat di musala. Selama terlantar, Ken hidup dari belas kasihan orang lain. Dia merasa berterima kasih kepada masyarakat yang memberi dia uang dan makanan. 
"Saya suka dengan orang Indonesia. Mereka baik hati. Memberi makan saya gratis. Ada pula yeng memberikan uang. Dia membantu tanpa alasan," kata Ken. Untuk sementara, Ken ditampung di PSBI Kedoya. Pihak PSBI Kedoya sedang malakukan komunikasi dengan pihak Kedutaan Inggris di Indonesia.

"Hari ini akan coba komunikasi. Kita berharap dia segera dipulangkan," ujar Kepala PSBI Kedoya, Masyudi kepada detikcom. Sebelumnya Ken diselamatkan oleh Petugas Pelayanan, Pengawasan, dan Pengendalian Sosial (P3S) Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan di musala Jalan BDN 1 Cilandak Barat, Jakarta Selatan pada hari Sabtu,25 Maret 2017. Dia dilaporkan warga karena kerap tidur di musala. 

Post Comment