Latin Brides for Marriage

Friday, March 24, 2017

Inilah 5 Hal-hal Penting Seputar Malam Pertama yang Wajib Untuk Diketahui oleh Pasangan Pengantin Baru


Inilah 5 Hal-hal Penting Seputar Malam Pertama yang Wajib Untuk Diketahui oleh Pasangan Pengantin Baru

Berita Terlengkap Dan Terpercaya By PAGIASIA - Malam pertama bisa menjadi salah satu momen yang paling dinanti-nantikan oleh pasangan sesudah secara resmi menyandang status sebagai pasangan suami istri. Walaupun begitu, bukan hal yang tidak mungkin kalau perasaan deg-degan, grogi, dan juga khawatir akan muncul. Nah, untuk itulah ada baiknya untuk menyimak sejumlah hal yang penting terkait malam pertama seperti dirangkum oleh kami dari berbagai sumber media berikut ini.

Inilah 5 Hal-hal Penting Seputar Malam Pertama yang Wajib Untuk Diketahui oleh Pasangan Pengantin Baru
Inilah 5 Hal-hal Penting Seputar Malam Pertama yang Wajib Untuk Diketahui oleh Pasangan Pengantin Baru
Yang Pertama, Tidak harus selalu ada bercak darah pada saat malam pertama. Menurut pengamat kesehatan spesialis seksual yaitu dr Andri Wanananda MS mengatakan kalau selaput dara (hymen) tidak semua akan menimbulkan bercak darah pada saat pasangan pasutri berhubungan intim pertama kalinya. Hal ini disebabkan karena kekenyalan yang ditimbulkan dari jaringannya. dr Andri mengatakan bahwa hymen yang kenyal (elastis) sulit untuk koyak dan berdarah. 

Sedangkan, trauma ataupun benturan pada rongga bokong maupun pinggul, hal tersebut bisa membuat hymen menjadi koyak. "Dengan begitu, tidak selalu hanya dengan melalui hubungan intim hymen dapat terkoyak. Apalagi, kalau bentuk hymen yang sirkulernya ada pada ujung leher 00rahim dengan lubang di tengahnya agar saat haid, darah bisa keluar. Jelasnya, hymen menutup leher rahim bukan seperti kertas yang diletakkan menutupi permukaan gelas, yang mudah 'jebol' bila ditusuk," terang dr Andri.

Yang Kedua, Tidak terdapat yang kedua posisi ksetika sedang bercinta yang secara khusus. Menurut pendapat dari dr Andri, tidak ada posisi sanggama yang khusus saat 'malam pertama' pasangan pengantin baru. Yang penting, awali hubungan intim selalu dengan foreplay, yaitu meraba, menyentuh zona-zona erotik tubuh istri sampai akhirnya men00000imbul lubrikasi (pelendiran) vagina.

Lalu, kata dr Andri, pilihlah posisi hubungan intim yang nyaman untuk suami dan istri. Misalnya posisi man on top, woman on top, side by side. "Jangan lakukan posisi hubungan intim yang rumit dan kurang lazim, yang membuat istri enggan dan takut. Juga suami dan istri tidak perlu menggunakan sex toys atau pelumas," tambah pria yang juga mengajar di Universitas Tarumanagara ini. 

Yang Ketiga, Suami bisa tidak 'tahan lama'. Menurut pakar seks di The Kinsey Institute, Debby Herbenick PhD, ketika kondisi fisik bugar, grogi juga bisa memicu sulit ereksi pada pria. Hal ini bisa terjadi karena pria khawatir apakah ia akan menyenangkan istri ketika bercinta nanti. Umumnya, para pengantin barulah yang mengalami hal ini. "Ini tidak berarti ada sesuatu yang salah dengan Anda. Boleh sekali jika Anda rutin mengecek kondisi fisik, tapi ada pula beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membantu mengatasi grogi di awal-awal pertama bercinta," kata Herbenick. 


Cobalah untuk melakukan foreplay yang memang benar-benar dinikmati oleh Anda dan istri. Jangan berpikir bahwa foreplay merupakan suatu tugas tertentu karena justru akan membuat suami sulit mempertahankan ereksi. Hal terpenting adalah merasa rileks. Menurut Herbenick, coba tarik napas dalam-dalam dan tanamkan dalam diri bahwa Anda benar-benar mempesona, istri begitu menginginkan Anda, dan seks bisa semakin menyenangkan ketika Anda dan istri bisa menikmatinya.

Yang Keempat, Butuh pembelajaran. "Sudah lazim pada pasangan pengantin baru mengalami ketidaknyamanan saat 'malam pengantin'. Kegiatan bercinta butuh latihan dan keterbukaan antara pasangan sebelum akhirnya bisa memberikan kenikmatan dan meraih orgasme bersama," tutur dr Andri. Tidak nyamannya hubungan intim bisa disebabkan, di antaranya foreplay atau pemanasan yang dilakukan kurang optimal, kondisi fisik yang tidak prima dan stres, kemudian salah satu pihak memang tidak sedang mood bercinta.

Dan yang Kelima, Penggunaan lubrikan. dr Andri menegaskan lubrikan hampir tidak diperlukan bila istri belum menopause. Hal terpenting, foreplay menjelang hubungan intim di malam pengantin dilakukan dengan cukup hingga bisa merangsang lubrikasi (pelendiran) vagina istri secara optimal. Caranya, lakukan sentuhan, rabaan secara manual atau oral pada zona-zona erotik tubuh istri.

"Kadang kala, pada malam pengantin kedua pasangan masih grogi, belum beradaptasi dengan proses bercinta, maka foreplay belum optimal hingga lubrikasi vagina pasangan tidak terjadi, kering. Saat itu boleh gunakan lubrikan, antara lain KY-Jelly pada vagina dan penis. Sebelumnya, oleskan dulu lubrikan tersebut pada kulit lengan Anda dan istri Bila tidak menimbulkan reaksi alergi, baru boleh digunakan," tutur dr Andri.

Post Comment