Latin Brides for Marriage

Thursday, February 9, 2017

Terbongkarnya Korupsi Dana Proyek Hambalang di Era Kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono

Terbongkarnya Korupsi Dana Proyek Hambalang di Era Kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono

Berita Terlengkap Dan Terpercaya By PAGIASIA - Choel Mallarangeng resmi menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), usai ditetapkan sebagai tersangka pada 21 Desember 2015. Zul diduga telah menyalagunakan wewenang dengan memperkaya diri sendiri dan orang lain juga korporasi terkait proyek korupsi proyek pembangunan, pengadaan serta peningkatan sarana prasarana sekolah olahraga di Hambalang tahun 2010-2012.
Terbongkarnya Korupsi Dana Proyek Hambalang yang Melibatkan Hampir Seluruh Anggota Partai Demokrat yang di Ketuai oleh Susilo Bambang Yudhoyono Part 1
Terbongkarnya Korupsi Dana Proyek Hambalang yang Melibatkan Hampir Seluruh Anggota Partai Demokrat yang di Ketuai oleh Susilo Bambang Yudhoyono Part 1
Dalam persidangan terduga kasus hambalang sempat sebut-sebut sejumlah nama yang hingga kini belum terselidiki keterlibatannya. Dengan ditahannya Zul Mallarangeng, akankah KPK akan segera mengungkapkan keterlibatan nama-nama lain ataukah pengungkapan bajakan korupsi Hambalang berakhir di Zul Mallarangeng ?

Kami memastikan penahanan terhadap Zul Mallarangeng atau Choel Mallarangeng tidak menghentikan penyelidikan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan pusat pelatihan penyidikan dan sekolah olahraga nasional (P3SWN di Hambalang Bogor Tahun Anggaran 2010-2012). Penyidik akan terus menyusut keterlibatan pihak lain dalam kasus ini. Nah, untuk itu tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru sepanjang ditemukannya dua (2) alat bukti.

Lalu seperti apa kasus yang menjerat banyak terdakwa di dalam kasus korupsi proyek pembangunan pusat pelatihan pendidikan dan sekolah nasional ini. Penahanan Zul itu butuh 5 tahun itu tentu masyarakat sudah agak lupa dengan kasus hambalang ini. Saya akan mengajak anda untuk melihat lagi seperti apa sebenarnya proyek Hambalang.

Proyek Hambalang - Dimulai dari tahun 2003, Implementasi UU NO.3 TAHUN 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional. Pada tanggal 30 Desember 2010 diterbitkan Keputusan Bupati Bogor No. 641/003.21.00310/BPT 2010 tentang Izin Mendirikan Bangunan Untuk Pusat Pembinaan dan Pengembangan Prestasi Olahraga Nasional Atas Nama Kementrian Pemuda dan Olahraga (KEMENPORA).
Terkait Proyek Hambalang ini kita tahu juga bahwa Pembangunan Pusat Pembinaan dan Pusat Pengembangan Prestasi Olahraga Nasional Dilaksanakan pada tahun 2010 dan Direncanakan akan selesai pada tahun 2012. Jumlah Kerugian Negara sudah mencapai Rp 463,66 M dan Anggaran yang Membengkak dari Rp 125 M menjadi Rp 1,175 T.

Kemudian Korupsi yang dilakukan bisa dikatakan Korupsi Berjamaah karena ada banyak orang disana berikut ini
1. Kementerian Pemuda dan Olahraga Pada tahun 2010-2011 telah mencairkan uang pembayaran kepada Kerja Sama Operasi (KSO) PT ADHI - PT WIJAYA KARYA senilai RP 471 MILIAR.

2. Kerja Sama Operasi (KSO) ADHI-WIKA. Sebelum KSO terbentuk, pada tahun 2009-2010 ADHI dan WIKA telah mengalirkan ongkos komitmen senilai RP 19,32 MILLIAR kepada banyak orang. Setelah KSO terbentuk maka dikeluarkannya lagi uang sebesar RP 15,22 MILLIAR. Dan total dana yang mengalir kepada pihak tertentu paling sedikit RP 34,54 MILLIAR.

Penerima Dana Hambalang yang dibagikan tersebut adalah sebagai berikut :
A. SUBKONTRAKTOR
1. PT GLOBAL DAYA MANUNGGAL mendapatkan kontrak pekerjaan struktur dan arsitektur asrama junior dan gedung serba guna senilai RP 142,4 M. Perusahaan ini sudah menerima pembayaran sebesar RP 60,2 M. Kemudian dari PT GLOBAL DAYA MANUNGGAL dana mengalir kepada - Mantan Menteri Olahraga yaitu Andi Alfian Mallarangeng sebesar Rp 4 M dan US$ 550.000. - Adik Menpora yaitu Andi Zulkarnain Mallarangeng sebesar Rp 4 M. - Mantan Kepala Biro Perencanaan Kementerian Olahraga Deddy Kusdinar sebesar Rp 250 JUTA.

2. PT DUTASARI CITRALARAS mendapatkan kontrak pekerjaan mekanikal elektrikal dan penyambungan listrik PLN senilai RP 328 M dan telah mendapatkan bayaran sebesar Rp 170,3 M. Dan tidak disebutkan aliran dana dari perusahaan milik istri Anas Urbaningrum yaitu Athiyyah Laila. 

B. KIRIMAN LANGSUNG
1. PRIBADI - Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum Rp 2,2 M kemudian Dirut Dutasari Mahfud Suroso Rp 28,8 M dan Mantan Ketua Komisi Olahraga DPR yaitu Mahyudin Rp 500 Juta. Kemudian ada lagi dana yang dikirim kepada Mantan Kepala BPN yaitu Joyo Winoto sebesar Rp 3 M - Mantan Sekretaris Kementerian Olahraga Wafid Muharam sebesar Rp 6,5 M dan dikirmkan kepada Deddy Kusnidar sebesar Rp 1 M.

B. KIRIMAN LANGSUNG
2. PRIBADI - Dana dikirimkan kepada Mantan Direktur Operasi ADHI KARYA ke Teuku Bagus M. Noor sebesar Rp 4,5 M. dan juga dikirimkan kepada beberapa penjabat Kementerian Pekerjaan Umum senilai Rp 135 juta. Kemudian kita mereview kembali yang sudah hampir kita lupakan kasus Hambalang.

Beberapa waktu lalu oleh Presiden Joko Widodo kita tahu berkunjung ke Hambalang terdapat Hasil Uji Kelayakan Paling Lambat pada bulan April-Mei 2017 dan Pengerjaan akan dimulai pada tahun 2018 bahwa sejumlah hal akan diteliti ulang baik dari Aspek Hukum maupun dari Aspek Teknik. Kemudian ada Opsi untuk Mengerjakan Kembali Proyek Hambalang ini.


Berikut ini adalah beberapa opsi dalam Opsi untuk Mengerjakan Ulang kembali Proyek Hambalang. 1. Yang sebelumnya terdapat 11 Bangunan nanti tidak sebanyak itu yang akan diteruskan. 
2. Yang sebelumnya dalam satu gedung terdapat 8 atau 6 lantai, kemungkinan harus DIPOTONG karena struktur dan berbagai hal menjadi penelitian dari pihak terkait tidak memungkinkan untuk pembangunan 8 atau 6 lantai. 
3. Dalam pemanfaatannya untuk P3SON (Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional) juga harus akan dikaji ulang. 

Sempat kemudian tercetus untuk menjadikan ini Museum Anti Korupsi tetapi kemudian banyak di media sosial yang mengatakan bahwa ini adalah Rumah Hantu Terbesar entah dari warisan siapa tapi kita tahu sejak kapan Proyek ini telah dibangun.


Post Comment