Latin Brides for Marriage

Monday, February 27, 2017

Syarif Dibui Selama 15 Bulan Terkait Kasus Korupsi Proyek Musala Sebesar Rp 14 Juta

Syarif Dibui Selama 15 Bulan Terkait Kasus Korupsi Proyek Musala Sebesar Rp 14 Juta

Berita Terlengkap Dan Terpercaya By PAGIASIA - Korupsi di Indonesia hampir di segala lini. Dari pucuk pimpinan parpol, pucuk pimpinan yudikatif hingga level kepala desa. Salah satu proyek yang dikorupsi adalah proyek pembangunan musala An Nur di Desa Badak Baru, Muara Badak, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur pada 2008. 
Syarif Dibui Selama 15 Bulan Terkait Kasus Korupsi Proyek Musala Sebesar Rp 14 Juta
Syarif Dibui Selama 15 Bulan Terkait Kasus Korupsi Proyek Musala Sebesar Rp 14 Juta
Proyek itu lalu dilelang tetapi terdapat main mata antara panitia dengan peserta lelang. Sehingga CV Eva Evi Bersaudara dengan kuasa Syarif menjadi pemenang dengan harga Rp 89,8 juta. Belakangan, proyek itu tidak dilaksanakan. Uang itu 'dimakan' bersama antara pihak terkait lelang dan Syarif mendapat cipratan Rp 14 juta. 

Alhasil, Syarif dkk dihadapkan ke pengadilan. Pada 22 Oktober 2013, Pengadilan Tipikor Samarinda menjatuhkan hukuman 1 tahun penjara kepada Syarif. Selain itu, Syarif diwajibkan mengembalikan uang yang dikorupsinya yaitu sebesar Rp 14 juta. Pada 27 Februari 2014, hukuman Syarif diperberat menjadi 15 bulan penjara oleh Pengadilan Tinggi Samarinda. 


Uang pengganti Rp 14 juta tidak berubah. Atas vonis itu, Syarif mengajukan kasasi. Apa kata MA? "Keberatan tersebut tidak dapat dibenarkan karena perbuatan terdakwa dalam pelaksanaan pembangunan musala An Nur mengakibatkan kerugian keuangan negara merupakan tindak pidana korupsi," putus majelis kasasi sebagaimana dilansir website MA, pada hari Senin, 27 Februari 2016 lali. 

Yang duduk sebagai ketua majelis Artidjo Alkostar bersama dengan anggota MS Lumme dan Prof Dr Abdul Latif. Vonis Syarif mengingatkan akan vonis yang telah dijatuhkan kepada Terdakwa Tubagus Chairi Wardana alias Wawan. 



Melalui PT Bali Pacific Pragama, Wawan selaku komisaris korupsi proyek RSUD Tangerang Selatan pada tahun 2010-2012 main patgulipat dengan jumlah anggaran senilai Rp 9 miliar di mana kala itu, istri Wawan, Airin adalah Wali Kota Tangerang Selatan. Atas perbuatannya, Wawan dijatuhi hukuman 1 tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor Serang pada 19 Oktober 2016. Di sisi lain, Wawan juga sedang menjalani pemidanaan 7 tahun penjara untuk kasus penyuapan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar.

Post Comment