Latin Brides for Marriage

Wednesday, February 15, 2017

Sejumlah Warga di Berbagai Wilayah Meminta Kepada Pemerintah Untuk Melakukan Pemilihan Ulang Karena Terjadi Kecurangan Surat Suara

Sejumlah Warga di Berbagai Wilayah Meminta Kepada Pemerintah Untuk Melakukan Pemilihan Ulang Karena Terjadi Kecurangan Surat Suara

Berita Terlengkap Dan Terpercaya By PAGIASIA - Banyak dari warga DKI Jakarta di berbagai wilayah meminta kepada pemerintah agar dilaksanakannya vote ulang kembali lantaran tidak bisa menyuarakan suara merekadi TPS mereka masing-masing. Dengan begini warga semakin tau terjadi kecurangan-kecurangan di TPS di wilayah mereka. 
Sejumlah Warga di Berbagai Wilayah Meminta Kepada Pemerintah Untuk Melakukan Pemilihan Ulang Karena Terjadi Kecurangan Surat Suara
Sejumlah Warga di Berbagai Wilayah Meminta Kepada Pemerintah Untuk Melakukan Pemilihan Ulang Karena Terjadi Kecurangan Surat Suara

Terjadi banyak kecurangan saat ini di berbagai wilayah di Jakarta. Dan terjadi di sejumlah wilayah seperti di Cengkareng, Pulomas, MOI Kelapa Gading. Kejadian yang menarik terjadi di wilayah Cengkareng dengan berbagai alasan yang diberikan kepada warga di Cengkareng bahkan ada juga yang dioper ke TPS lainnya.

"Mohon maaf waktu sudah habis dan kertas yang tak terpakai akan kami kembalikan" ada juga yang mengatakan "Mohon maaf terjadi kertas suara sudah habis" begitu banyak alasan yang dilontarkan panitia kepada warga cengkareng sehingga mereka harus berjalan ke TPS yang lainnya.


Hampir semua TPS di Cengkareng bermasalah, protes dari warga pun dilontarkan serentak di TPS 89. Kemudian juga ada di TPS MOI Kelapa Gading, setelah sekian lama menunggu sejak jam 11.00 hingga pukul 13.00 dengan kondisi warga yang mengantri sangat panjang dikoridor dengan berpanas-panasan dibawah terik matahari.


Warga Kelapa Gading yang datang hanya ingin memberikan suara mereka dalam Pilgub DKI 1. Tetapi ditolak kehadiran nya dengan berbagai alasan yang diungkapkan oleh panitia TPS tersebut. "Mohon maaf kami mendapatkan kabar dari KPU pusat karena tenggat waktu yang harus dikirimkan kepusat maka TPS kami tutup" kata salah satu anggota KPU.

Warga yang tak terima dan merasa dicurangi surat suaranya pun protes lantaran mereka menunggu sejak jam 11.00 pagi hari. Dan warga pun diluar yang padahal didalam tenta berisikan tempat duduk yang kosong tidak ada pesertanya. Warga pun tetap menunggu di TPS tersebut sampai suara mereka tersampaikan kepada pilihan mereka masing-masing.

Warga mendapat laporan dari pihak penyelenggara untuk datang ke TPS jam 12 siang padahal waktu untuk pemilihan dari jam 11.00 pagi dan juga tempat duduk dalam TPS tidak ada. Warga tetap menunggu keputusan yang adil dari pihak terkait. Sebanyak 200 lebih warga yang mendapatkan hak untuk mencoblos teru memprotes kinerja dari pihak KPU tersebut.


Apakah begini pekerjaan sebagai seorang panitia ? persaingan ketat antar Paslon mengharuskan suara Warga Jakarta dikurangi ? ataukan terdapat oknum yang dengan sengaja melakukan ini semua ? jika diwilayah anda terdapat masalah yang sama, mari kita laporkan ke Bawaslu atau KPU DKI bahwa terjadi kecurangan di wilayah masing-masing.

Jangan jadikan suara anda Golput apalagi disalahgunakan oleh oknum tertentu. Satu suara kalian sangat berpengaruh terhadap kelangsungan Jakarta 5 tahun ke depan. Jangan biarkan oknum yang melakukan kecurangan tersebut menang dengan menjadikan suara kalian menjadi Golput maupun demi kepentingan mereka masing-masing.

Post Comment