Latin Brides for Marriage

Wednesday, February 8, 2017

Panglima Mengingatkan Untuk Mencegah Ancaman Global, Kerja Sama Antara TNI-Polri Harus Diperkuat


Panglima Mengingatkan Untuk Mencegah Ancaman Global, Kerja Sama Antara TNI-Polri Harus Diperkuat

Berita Terlengkap Dan Terpercaya By PAGIASIA - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengajak Polri menyamakan visi-misi menjaga NKRI. Sebab, kompetisi global yang tidak sehat, menurutnya, bisa menjadi ancaman bagi negara. Saat memberikan sambutan di depan Presiden Joko Widodo dalam acara rapat pimpinan (rapim) TNI, Gatot mengingatkan soal adanya kompetisi global yang patut diwaspadai. Kompetisi global ini disebutnya memperebutkan energi, pangan, dan air.
Panglima Mengingatkan Untuk Mencegah Ancaman Global, Kerja Sama Antara TNI-Polri Harus Diperkuat
Panglima Mengingatkan Untuk Mencegah Ancaman Global, Kerja Sama Antara TNI-Polri Harus Diperkuat
"Perebutan ini sementara terlihat seperti biasa saja. Tapi, apabila kita lihat, kompetisi global ini berubah jadi konspirasi dari berbagai negara-negara besar. Ini jadi ancaman yang sangat luar biasa," ujar Gatot di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, pada hari Senin,16 Januari 2017. Dikonfirmasi mengenai konspirasi yang dimaksud, Gatot menyebut hal itu terkait dengan persaingan negara-negara dalam memperebutkan energi, pangan, dan air yang dimiliki Indonesia. 



Persaingan tersebut menjadi ancaman bagi negara. "Sekarang logika berpikirnya kita ini bersaing, cari makan, cari makan. Ada tempat satu bagus, 'Lo itu bagus, kita ambil saja', kan begitu," jelasnya seusai rapim. Untuk mengantisipasi kompetisi global, menurut Gatot, Presiden Jokowi memanfaatkan konstelasi geografi Indonesia. Presiden Jokowi mencanangkan Indonesia sebagai negara maritim dan agraris.


"Yang dimaksud negara maritim itu beliau memanfaatkan permukaan, dalamnya, dasarnya, pantainya. Beliau mengatakan kita negara agraris, kita harus swasembada pangan. Dua hal ini yang harus didukung," tuturnya. "Tetapi pelaksanaan kan tidak mudah. Harus membuat tol laut, infrastruktur. Kemudian pertanian, dan semuanya dilakukan bersama rakyat dan untuk rakyat," lanjut Gatot.

Program-program tersebut, menurutnya, membuat Indonesia masih dapat menunjukkan eksistensinya di bidang ekonomi. "Kalau Indonesia maju takut juga kan. Indonesia rakyatnya banyak, pasarnya bisa kita dirikan sendiri kan. Kemudian perlu diingat, krisis ekonomi ini kan masih berlangsung sampai 2017 dan (Indonesia) negara yang bisa eksis, pertumbuhan ekonominya bagus, Indonesia nomor 3 kan," papar dia.

Semangat inilah, menurut Gatot, yang perlu dikawal oleh TNI/Polri. Rapim TNI yang bertema 'Bersama Rakyat TNI Kuat, Hebat, Profesional, Siap Melaksanakan Tugas Pokok' tersebut juga dihadiri oleh pimpinan dari jajaran Polri.


"Ini yang harus sama-sama didukung oleh TNI-Polri untuk membantu program pemerintah ini, yang semuanya berpulang kepada rakyat. Dalam kondisi ini, TNI-Polri harus solid, satu visi untuk mendukung program pemerintah," kata Gatot. Rapim TNI diikuti oleh 262 perwira tinggi, yang terdiri atas 184 pati dari TNI dan 78 pati dari Polri. Presiden Jokowi memberikan pengarahan langsung pada acara pembukaan pagi tadi.

Selain Jokowi, sejumlah menteri Kabinet Kerja juga menjadi pengisi materi. Mereka di antaranya Menko Polhukam Wiranto, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Menlu Retno LP Marsudi, Menko Kemaritiman Luhut B Panjaitan, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, dan Mendagri Tjahjo Kumolo.


Post Comment