Latin Brides for Marriage

Wednesday, February 8, 2017

Panglima Melaporkan Serapan Anggaran TNI Semuanya Hampir 100% Di Depan Jokowi


Panglima Melaporkan Serapan Anggaran TNI Semuanya Hampir 100% Di Depan Jokowi 

Berita Terlengkap Dan Terpercaya By PAGIASIA - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo melaporkan penyerapan anggaran TNI yang hampir 100 persen pada 2016 dalam rapat pimpinan (rapim) TNI. Laporan itu disampaikan di hadapan Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang hadir dalam rapim tersebut.
Panglima Melaporkan Serapan Anggaran TNI Semuanya Hampir 100% Di Depan Jokowi
Panglima Melaporkan Serapan Anggaran TNI Semuanya Hampir 100% Di Depan Jokowi 
"Rapim TNI 2017 sangat penting dan strategis karena Bapak (Presiden Jokowi) di mana-mana menyatakan saat ini terjadi kompetisi global yang memperebutkan energi, pangan, dan air," kata Gatot dalam sambutannya di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, pada hari Senin,16 Januari 2017.

Gatot kemudian memaparkan laporan penyerapan anggaran TNI yang sudah hampir 100 persen. Menurut Gatot, pembelanjaan anggaran TNI itu untuk 2016. "Berulang-ulang Menkeu mengatakan TNI dikasih uang banyak tidak habis-habis. Daya serap TNI tahun 2016 (adalah) 99,01 persen. Yang 9 persen dicadangkan jika ada penambahan personel atau pergantian jabatan. Bisa dikatakan 100 persen," lapor Gatot.

Dalam kesempatan itu, Gatot juga mengatakan program swasembada pangan yang dicanangkan Jokowi sudah tercapai. Gatot menyebut pencapaian itu berkat kerja keras Menteri Pertanian Amran Sulaiman, yang turut hadir dalam rapim tersebut. "Sudah swasembada pangan oleh Mentan. Tepuk tangan untuk Pak Mentan," tuturnya. Dalam program swasembada pangan, TNI diminta membantu Mentan. 



Program tersebut diserahkan kepada jajaran TNI AD sejak saat Gatot masih menjadi KSAD (Kepala Staf Angkatan Darat). "Bapak (Presiden Jokowi) dulu menyatakan, jika dalam 5 tahun tidak swasembada pangan, saya akan dicopot. Sekarang saya Panglima TNI, Bapak KSAD yang akan dicopot (jika tidak swasembada pangan)," sebut dia.


Mengenai swasembada pangan itu, Gatot menyampaikan niat jajaran TNI AD mencanangkan program untuk para petani. Ini terkait dengan pendampingan TNI AD kepada petani sampai bisnis penjualannya. "Pak Presiden, ada titipan dari Bapak KSAD, karena beliau hampir frustrasi, karena petani sering ditipu, dibeli hasil panennya dengan harga rendah," kata Gatot.

"Kami izin mencanangkan sentra pelayanan padi terpadu. Jika dicanangkan, petani akan lebih sejahtera. Kami siap menerima petunjuk Bapak," imbuh jenderal bintang empat tersebut. Menurut Gatot, rapim TNI kali ini diikuti oleh 262 perwira tinggi. Sebanyak 184 pati (perwira tinggi) dari TNI dan 78 pati dari Polri.

Baca Juga : 

"TNI/Polri siap mendukung program pembangunan nasional yang Bapak canangkan," tegas Panglima TNI. Hadir dalam Rapim TNI ini KSAD Jenderal Mulyono, KSAL Laksamana Ade Supandi, dan KSAU Marsekal Agus Supriatna. 


Tampak pula beberapa pejabat TNI yang bertugas di luar struktur TNI, seperti Irjen Kemhan Hadi Tjahjanto. Sejumlah menteri Kabinet Kerja pun ikut dalam pembukaan Rapim TNI ini. Mereka adalah Menko Polhukam Wiranto, Menko Kemaritiman Luhut Pandjaitan, Mensesneg Pratikno, Menlu Retno LP Marsudi, Mentan Amran Sulaiman, dan Menhan Ryamizard Ryacudu. 


Post Comment