Latin Brides for Marriage

Monday, February 6, 2017

Kepsek yang Menampar 46 Siswa Karena Bolos Sekolah di Riau Lolos dari Jeratan Hukum Dan Diberhentikan dari Jabatannya


Kepsek yang Menampar 46 Siswa Karena Bolos Sekolah di Riau Lolos dari Jeratan Hukum Dan Diberhentikan dari Jabatannya

Berita Terlengkap Dan Terpercaya By PAGIASIA - Kepala sekolah menegah pertama (SMP) di Kecamatan Palika, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau yaitu Mahir Simamora yang berusia 57 tahun, ditetapkan menjadi tersangka karena menampar 46 siswa yang bolos sekolah. Dia disangka melakukan tindak pidana kekerasan terhadap anak.
Kepsek yang Menampar 46 Siswa Karena Bolos Sekolah di Riau Lolos dari Jeratan Hukum Dan Diberhentikan dari Jabatannya
Kepsek yang Menampar 46 Siswa Karena Bolos Sekolah di Riau Lolos dari Jeratan Hukum Dan Diberhentikan dari Jabatannya
"Kepala sekolah tersebut diamankan pihak kepolisian karena atas laporan para orang tua siswa," kata Kabid Humas Polda Riau Kombes Guntur Aryo Tejo kepada wartawan, pada hari Sabtu,4 Februari 2017. Guntur menjelaskan bahwa tersangka Mahir yang merupakan Kepsek SMP di kawasan Panipahan, Kecamatan Palika.


"Kepsek tersebut telah disangkakan sudah melakukan tidak pidana kekerasan terhadap anak muridnya," kata Guntur. Kekerasan yang dilakukan oleh Kepsek SMP terhadap anak-anak ini, kata Guntur, terjadi pada hari Kamis, 2 februari. Tersangka yang masuk kedalam ruangan kelas dengan emosi kemudian dia memukul 46 siswanya.



"Mereka juga dipukuli, ada yang satu dan ada juga yang dua kali pukulan. Ada yang dipukul olehnya di bagian pipi, ada juga yang dipukul di bagian belakang kepalanya," kata Guntur. Akibat dari pemukulan tersebut, sambung Guntur, terdapat siswa yang mengalami memar pada bagian pipi dan ada juga yang lecet pada bagian telinga.




"Atas terjadinya peristiwa tersebut, seluruh orang tua yang datang dari korban merasa tidak senang akibatnya mereka melaporkan ke pihak Polsek. Atas laporan yang diajukan tersebut, pelaku pun langsung diamankan dan dijadikan sebagai tersangka," kata Guntur.



Tersangka yang marah kepada muridnya, kata Guntur, diakibatkan karena sebanyak 46 siswa tersebut secara bersamaan tidak masuk sekolah pada hari Rabu,1 Februari. Banyaknya murid yang tidak masuk sekolah akhirnya membuat Kepsek tersebut menjadi marah. "Sekarang ini tim masih melengkapi pemeriksaan. Dan kemudian membawa semua korban untuk melakukan visum," ujar Guntur. 

Kepala Sekolah SMP Yayasan Kartini, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau, MS berusia 57 tahun yang terkait dalam kasus telah menampar 46 siswanya telah lolos dari jerat hukum. Lantaran 46 orang tua murid sudah mencabut laporannya di kepolisian. MS sebelumnya telah diamankan oleh aparat karena dilaporkan telah melakukan tindak penganiayaan ringan, yaitu dengan menampar 46 muridnya yang berhasil kedapatan dari bolos sekolah.



"Jadi sudah ada mediasi, pembicaraan antara wali murid, orang tua murid, kemudian dari pihak Yayasan Kartini, kemudian ada dari Dinas Pendidikan. Secara tertulis mereka (orang tua korban) mencabut laporan itu," jelas Kabid Humas Polda Riau Kombes Guntur Aryo Tejo kepada detikcom, Senin,6 Februari 2017.



Akan tetapi orang tua murid sudah mensyaratkan kepada MS harus meminta dia untuk menanggalkan jabatannya sebagai kepala sekolah dan tidak boleh lagi bekerja di lingkungan SMP Yayasan Kartini. Guntur mengatakan bahwa lepasnya pelaku berinisial MS dari jerat hukum bukan berarti bisa meloloskannya dari sanksi disiplin.

"Kepala sekolah tersebut tidak lagi mengajar di Yayasan Kartini. Kemudian akan ditindaklanjuti langsung oleh Bapak Bupati untuk dapat memberikan sanksi, dia juga ditarik ke dinas pendidikan yang ada di kabupaten," jelas Guntur.

Post Comment