Latin Brides for Marriage

Friday, February 10, 2017

Ahok : Jangan Rusak Anak Didikan Orang Tua Hanya Karena Ingin Menjadi Gubernur Di Jakarta

Ahok : Jangan Rusak Anak Didikan Orang Tua Hanya Karena Ingin Menjadi Gubernur Di Jakarta

Ahok : Jangan Rusak Anak Didikan Orang Tua Hanya Karena Ingin Menjadi Gubernur Di Jakarta


Pada debat Final Cagub DKI yang di gelar pada tanggal 10 Februari 2017 kemarin berlangsugn dengan sangat seru, ketiga pasangan Cagub, Agus, Ahok dan juga Anis saling berlomba untuk menunjukan program terbaik mereka dalam membentuk DKI Jakarta yang lebih baik lagi.

Namun ada yang menarik saat di penghujung acara, di saat pembawa acara mempersilahkan pasangan Nomer Dua Ahok dan Djarot memberikan Closing statment sekaligus komitmen untuk warga DKI jakarta ,Dengan tenang dan bangga kedua maju kedepan dan menunjukan suatu gambar, sambil memberikan sebuah gambaran hasil kerja mereka.

Agen Bola Terpercaya


"Ini gambar orang pikir di Luar Negri, Bukan. Ini adalah Kalijodo, di mana peremuan di perdagangkan, tempat Narkoba di edarkan, tempat anak-anak di pekerjakan, kami bukan jual program, kami hancurkan itu semua dan ubah menjadi taman seperti ini, ini adalah taman dengan kelas Internasional''

Selain itu di sisi lain pasangan Nomer 2 Aghok dan Djarot juga tidak luput untuk menyindir pasangan Calon gubernur No 1 dan No 2 dengan sebutan "Om dan Tante" yang di anggap semua progrsamnya hanya akan merusak warga DKI dengan iming-iming uang dan juga rumah dengna program yang tidak jelas, berikut adalah isi Statmentnya

Ahok : Jangan Rusak Anak Didikan Orang Tua Hanya Karena Ingin Menjadi Gubernur Di Jakarta


"'jadi memimpin Jakarta ini  sepeti hubungan orang tua dan juga anak-anak, kami memiliki peraturan kami ingin anak-anak itu sehat, kami ingin anak-anak di didik dengan baik, punya karakter yang baik, punya budi pekerti yang baik, orang tua ingin anak-anaknya bergasil, tapi saya minta tolong untun pasangan Nomer 1 dan juga Nomer 3, mereka ini seperti om dan tante yang datang ke rumah ia ingin mendapatkan simpati dari anak-anak kita lalu semua di bolehin, seperti di kasih dana 1 Miliar yang ga jelas, mau di kasih rumah yang murah, padahal bisa di cicil aja ga mampu, inkubator Delapan Ratus Ribu perbulan gaji paspasan gimana mau bayar cicilan rumah? maka dari itu saya katakan jangan lah Om dan Tante merusak aturan yang di buat oleh orang tua merusak itu mudah mendidik itu tidak gampang butuh waktu bertahun-tahun kalo ingin warga DKI yang sudah kami didik dengan baik jangan di rusak karena Ingin Jadi Gubernur DKI JAKARTA''

Post Comment