Latin Brides for Marriage

Friday, January 6, 2017

Polisi Kembali Berhasil Menyita 2 Ribu Liter Lebih Arak Bali yang Kualitas Tinggi

Polisi Kembali Berhasil Menyita 2 Ribu Liter Lebih Arak Bali yang Kualitas Tinggi

Berita Terlengkap Dan Terpercaya By PAGIASIA - Polisi kembali berhasil menggagalkan aksi penyelundupan minuman keras yang berjenis arak Bali. Sebanyak 2.135 liter arak Bali pun akhirnya berhasil disita oleh polisi. Minuman keras tersebut sekarang ini diamankan oleh aparat Polsek Kawasan Pelabuhan Tanjungwangi pada hari Jumat,6 Januari sore.
Polisi Kembali Berhasil Menyita 2 Ribu Liter Lebih Arak Bali yang Kualitas Tinggi
Polisi Kembali Berhasil Menyita 2 Ribu Liter Lebih Arak Bali yang Kualitas Tinggi
Hal ini dibongkar dari dalam sebuah truk yang berpelat nomor polisi DK 9412 GV yang disopiri oleh Ismail berumur 27 tahun, warga yang bertempat tinggal di Jalan Tunggul Ametung, Kelurahan Kebalenan, Kecamatan Banyuwangi. Ratusan sampai ribuan liter minuman berkadar alkohol tinggi tersebut dikemas rapih dalam 61 jeriken yang berkapasitas masing-masing sebesar 35 liter. 

Truk tersebut berhasil dihentikan oleh polisi pada saat melintas keluar dari area Pelabuhan Landing Craft Mesin (LCM) di Ketapang. Sopir yang mengelabui polisi dengan cara bak bagian atas truk ditutup menggunakan terpal.


"Arak Bali ini muatan warga Desa Merita, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Bali bernama Murti. Nama pemesan tidak diketahui karena sopir mengaku akan ditelepon oleh pengorder setibanya di Jawa," ujar Kapolsek Kawasan Pelabuhan Tanjungwangi AKP Sudarmaji, pada hari Jumat,6 Januari 2017.

Polisi akhirnya menetapkan sopir sebagai tersangka dalam kasus tindak pidana ringan. Truk dan barang muatannya pun ditahan untuk proses lebih lanjut. "Ismail sudah dua kali kita amankan dalam kasus pengiriman miras ilegal. Bulan lalu dia kita tipiring karena mengangkut 85 jeriken arak Bali. Kini perbuatan itu diulang lagi," ujar Sudarmaji.


Modus pengiriman minuman keras tanpa menyebutkan nama pemesan menjadi pola baru. Praktik seperti ini sama persis dengan kasus yang diungkap aparat Satsabhara Polres Banyuwangi sehari sebelumnya. Sang pemesan juga gagal diamankan karena tidak menghubungi sang sopir yang membawa barangnya. Padahal petugas sudah berupaya melakukan penangkapan dengan melibatkan sang sopir.

Post Comment