Latin Brides for Marriage

Saturday, January 28, 2017

PKB Mengajak Untuk Menjaga Kebersamaan dan Solidaritas Bangsa di Tahun Baru Imlek Ini


PKB Mengajak Untuk Menjaga Kebersamaan dan Solidaritas Bangsa di Tahun Baru Imlek Ini

Berita Terlengkap Dan Terpercaya By PAGIASIA - Warga etnis Tionghoa hari ini merayakan Tahun Baru Imlek. PKB pun mengucapkan selamat kepada seluruh warga Tionghoa dan mengajak seluruh pihak untuk tetap menjaga kebersamaan.


"Imlek tentu menjadi momen penting untuk masyarakat Tionghoa sebagaimana sahabat muslim menyambut Idul Fitri, dan PKB merasa dekat dengan Imlek karena PKB bagian dari sejarah yang memperjuangkan penghapusan diskriminasi terhadap perayaan Imlek," ungkap Wasekjen PKB Daniel Johan pada hari Sabtu,28 Januari 2017.
PKB Mengajak Untuk Menjaga Kebersamaan dan Solidaritas Bangsa di Tahun Baru Imlek Ini
PKB Mengajak Untuk Menjaga Kebersamaan dan Solidaritas Bangsa di Tahun Baru Imlek Ini
 "Imlek tahun ayam ini PKB berharap masyarakat semakin kuat melakukan dialog dan kerja sama, mari berjuang bersama PKB dalam mengatasi segala persoalan bangsa dan memajukan Indonesia," lanjutnya. Berdasarkan penanggalan Lunar, tahun 2017 disebut sebagai tahun Ayam Api. 

Menurut Daniel, Ayam jago merupakan simbol astrologi untuk tahun ini, sehingga karakter di 2017 diperkirakan masih diwarnai dengan pertarungan. "Sebagaimana karakteristik seekor ayam jago yang saling membusungkan dada dan gemar bertarung memenangkan egonya. Untuk itu di tahun Ayam Api ini, PKB mengajak kepada segenap warga untuk sama-sama melakukan pengendalian diri," tutur Daniel.


"Senantiasa menampilkan politik yang santun, sama-sama menjaga kondisi sosial yang penuh kebersamaan, dan tetap memperkuat persaudaraan, dan solidaritas sesama anak bangsa. Terlebih lagi pada tahun 2017 ini juga berlangsung Pilkada secara serentak," imbuh dia. Daniel menyebut, kontestasi politik di tingkat daerah yang dilakukan secara serentak, ikut mendorong politik nasional menjadi menghangat, khususnya ekses dari Pilkada DKI Jakarta. Hal ini menurutnya bisa berdampak munculnya semangat etnoprimordialisme yang memisahkan dan mengkotak-kotakkan di antara sesama anak bangsa. 


"Itu bisa melunturkan semangat toleransi dan solidaritas, sebaliknya memunculkan fanatisme atas dasar kesukuan dan perbedaan latar belakang. PKB menolak etnoprimordialisme ini karena cenderung memisah-misahkan kita baik sebagai sesama insan manusia maupun sebagai sesama anak bangsa Indonesia," papar Daniel. Dia pun mengingatkan, apapun latar belakangnya, seluruh rakyat harus tetap disatukan dengan semangat kemanusiaan dan ke-Indonesiaan. 

Daniel berharap jangan sampai Pilkada memecah belah persatuan, persaudaraan dan rasa Kebhinnekaan. "PKB senantiasa mendorong berkembangnya politik kebangsaan, yang menempatkan kepentingan rakyat sebagai yang utama, hasil kerja di atas pencitraan, dan kemanusiaan di atas kekuasaan. Politik kebangsaan harus berorientasi pada kepentingan setiap warga negaranya, bukan kepentingan sekelompok orang se-partai, se-suku, dan atau se-agama," tuturnya.



Daniel menyebut persaudaraan harus tetap ditempatkan di posisi tertinggi, sebagaimana halnya seperti yang selalu diingatkan oleh Presiden RI ke-4, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Politik disebutnya harus mampu memberi kepastian kesetaraan bagi setiap anak bangsa.

"Kita bisa belajar banyak dari Gus Dur mengenai hal ini. Politik seharusnya juga memberi perlindungan terhadap semua agama yang ada, menjunjung nilai-nilai kemanusiaan, merawat rasionalitas dan budi pekerti, anak-anak generasi yang akan datang sebagaimana menjaga juga para lanjut usia, membebaskan dan mencerahkan," urai Daniel. PKB pun berharap agar Tahun Ayam Api ini akan menjadi momentum bagi bangsa Indonesia untuk kembali pada politik kebangsaan. 

Dengan begitu, kata Daniel, mozaik indah khatulistiwa benar-benar dapat dibangun bersama-sama tanpa pembedaan agama, suku, dan lainnya. "Perjuangan mereka yang telah bersatu akan membuahkan kesejahteraan dan kebahagiaan. Mari kita bangun Indonesia secara bersama-sama dengan semangat itu," tutup Wakil Ketua Komisi IV DPR itu. 


Post Comment