Latin Brides for Marriage

Tuesday, January 31, 2017

NU yang Berada di Belanda Mempromosikan Islam Nusantara Kepada Publik Barat


NU yang Berada di Belanda Mempromosikan Islam Nusantara Kepada Publik Barat

Berita Terlengkap Dan Terpercaya By PAGIASIA - Nahdlatul Ulama (NU) akan mempromosikan Islam Nusantara ke publik Barat. Konferensi cabang NU Belanda yang kedua pada Maret 2017 mendatang dijadikan sebagai momentumnya.
NU yang Berada di Belanda Mempromosikan Islam Nusantara Kepada Publik Barat
NU yang Berada di Belanda Mempromosikan Islam Nusantara Kepada Publik Barat
"Islam Nusantara harus dipromosikan sebagai sumbangan muslim Indonesia kepada tatanan dunia yang lebih damai dan harmonis," ujar Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Istimewa (PCI) NU Belanda Fachrizal Afandi kepada detikcom Den Haag, pada hari Selasa,31 Januari 2017 malam.

Menurut pendapat dari kandidat doktor  yang ada di Universitas Leiden ini, Islam Nusantara harus menjadi salah satu bagian dari diplomasi yang ada di budaya Indonesia dalam rangka yang bertujuan untuk menghilangkan Islamophobia yang ada di dunia Barat. 


Sebelumnya dari pihak PCI NU Belanda menggarisbawahi fenomena ideologi populisme berbasis sentimen primordial yang kian menguat di berbagai penjuru dunia sebagai keprihatinan dan bahan refleksi pada tasyakuran Harlah NU ke-91 di di kediaman Syuriah PCI NU Belanda KH Ade Syihabuddin, Den Haag pada tanggal 30 Januari 2017.

Penguatan ini termasuk di negara-negara dengan tradisi demokrasi dan hak-hak sipil yang kuat seperti di Amerika Utara, yakni kebijakan Presiden Trump mencegah warga negara dari tujuh negara muslim masuk ke wilayah AS, pembakaran masjid di Texas, dan penembakan jamaah yang sedang salat di sebuah masjid di Quebec, Kanada. 


Seperti ditunjukkan oleh tiga peristiwa tersebut, populisme berbasis sentimen primordial telah berimbas pada menguatnya sikap intoleransi pada kelompok minoritas dan tindakan permusuhan terhadap para migran. 


Sayangnya, gejala semacam ini sekarang juga mulai merebak di tanah air. Hal ini, menurut Katib Syuriyah PCI NU Belanda M. Shohibuddin, harus menjadi bahan refleksi dan pemikiran ulang bagi umat Islam di Indonesia, khususnya kalangan Nahdliyyin. "Kami sangat menyesalkan aksi intoleran dan kekerasan bermotif sentimen primordialisme di berbagai belahan dunia. PCI NU Belanda menyikapi serius kejadian semacam ini," tegas Shohibuddin.

Post Comment