Latin Brides for Marriage

Monday, January 9, 2017

Menkominfo Menegaskan Pemblokiran Konten Negatif Tidak Hanya Situs Islami saja, 'Selama Bertentangan Saya Blokir'

Menkominfo Menegaskan Pemblokiran Konten Negatif Tidak Hanya Situs Islami saja, 'Selama Bertentangan Saya Blokir'

Berita Terlengkap Dan Terpercaya By PAGIASIA - Pemblokiran yang terjadi pada sejumlah media Islam oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika tersebut mendapatkan protes secara langsung dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Menkominfo Rudiantara pun akhirnya angkat bicara untuk menjelaskan hal tersebut.

Pada saat ditemui didalam kantor Kemenko Kemaritiman, pada hari Senin,9 Januari 2017, menteri yang sering disapa Chief RA ini menjelaskan bahwa pertanyaan yang ditujukan kepadanya tersebut : 'MUI protes kepada saya, katanya kenapa cuma konten-konten media Islam saja yang diblokir oleh menkominfo?'


Menkominfo Menegaskan Pemblokiran Konten Negatif Tidak Hanya Situs Islami saja, 'Selama Bertentangan Saya Blokir'
Menkominfo Menegaskan Pemblokiran Konten Negatif Tidak Hanya Situs Islami saja, 'Selama Bertentangan Saya Blokir'
"Tidak. Saya tidak pernah membedakan konten-konten yang saya blokir pada saat kami sedang melakukan penapisan fokus utama kami hanya terhadap konten, bukan terhadap siapa dan punya siapa. Jadi kalau hal itu di maksudkan, bahwa itu cuma berkaitan dengan suatu agama tertentu, itu enggak benar," kata Rudiantara.


"Konten yang bukan agama Islam pun saya blok juga. terdapat juga yang sudah saya blok. Saya pun memiliki buktinya. Intinya ini semua bukan masalah sudatu agama tertentu maupun kelompok mana, itu bagi saya nomor berapa. Yang kita pikirkan hanyalah konten yang dimuatnya," sambungnya. 


"Selama konten yang dimuat tersebut telah bertentangan dalam regulasi, UU, hatespeech, masalah pornografi, child abuse, atau apapun saya enggak peduli itu datang dari kelompok manapun, ini masyarakat enggak bisa. Bahwa saya senang kerja sama dengan kelompok manapun, buktinya masyarakat anti hoax itu saya dukung habis-habisan.

"Karena kita ini menyelesaikan permasalahan konten negatif itu selalu dibawa masalah blokir-blokir. Kalau masalah blokir itu terakhir. Itu sebetulnya hilir kalau sungai itu. Inilah harus bekerja sama dengan masyarakat. Semua aktivitas dimulai dari masyarakat. Karena isunya dari masyarakat," papar menteri panjang lebar.

Seperti diketahui, pemerintah melalui Kominfo di sepanjang 2016 sudah beberapa kali melakukan pemblokiran situs yang dianggap beraroma provokatif dan kebetulan situs-situs tersebut menggunakan nama-nama bernuansa Islam.


Salah satu yang sempat bikin heboh adalah diblokirnya situs Habibrizieq.com milik Muhammad Rizieq Shihab yang dikenal sebagai pemimpin organisasi Front Pembela Islam (FPI). Tak berhenti sampai di situ, pemblokiran terhadap situs-situs yang dianggap mengandung konten negatif kembali dilakukan oleh Kominfo. 

Tercatat ada sebelas situs yang diblokir seperti voa-islam.com, islampos.com, dan lainnya. Namun, beberapa kabarnya masih bisa dibuka. "Yang besar-besar harusnya sudah ditutup," tegas Samuel Abrijani Pangerapan, Dirjen Aptika Kemenkominfo, saat dikonfirmasi detikINET dalam kesempatan terpisah.

Post Comment