Latin Brides for Marriage

Friday, January 27, 2017

KPK Masih Memeriksa Saksi yang Dicegah Pergi ke Luar Negeri Terkait Kasus Emirsyah


KPK Masih Memeriksa Saksi yang Dicegah Pergi ke Luar Negeri Terkait Kasus Emirsyah

Berita Terlengkap Dan Terpercaya By PAGIASIA - KPK memeriksa salah seorang yang dicegah ke luar negeri, Sallyawati Rahardja, terkait kasus dugaan suap yang melibatkan eks Dirut PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar. Sally diperiksa sebagai saksi dalam kasus ini.
KPK Masih Memeriksa Saksi yang Dicegah Pergi ke Luar Negeri Terkait Kasus Emirsyah
KPK Masih Memeriksa Saksi yang Dicegah Pergi ke Luar Negeri Terkait Kasus Emirsyah
"Kita masih periksa kaitan saksi dengan peristiwa-peristiwa indikasi pemberian suap untuk ESA (Emirsyah Satar). Ini yang masih kita dalami. Yang pasti ini saksi penting, makanya kita masukkan dalam daftar pencegahan," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, pada hari Jumat,27 Januari 2017.

Namun, Febri enggan membeberkan lebih jauh peranan Sally dalam kasus ini. Dia beralasan KPK masih fokus mendalami dugaan suap yang melibatkan Emirsyah Satar dan Soetikno Soedarjo. 

"Kita fokus pada indikasi suap terhadap mantan Dirut Garuda terkait pengadaan pesawat (dari Airbus SAS) dan mesin dari Rolls-Royce. Kalau ditemukan informasi lain tidak ditutup kemungkinan untuk pengembangan sepanjang informasi itu relevan," jelasnya. Dia juga menjelaskan bahwa perkara yang ditangani KPK saat ini hanya dalam rentang waktu 2005 sampai 2014. 


Pada periode tersebutlah Emirsyah Satar menjabat sebagai Dirut PT Garuda Indonesia dan diduga menerima suap terkait pengadaan pesawat dan mesin pesawat. "Indikasi suap ini terkait dengan pengadaan sejumlah pesawat dan mesin dalam rentang waktu 2005-2014. Ada sekitar total 50 pesawat yang ada kaitannya, pesawat dan mesin. Itu sudah sejak awal kita sampaikan indikasi suap terkait pengadaan pesawat Airbus dan mesin Rolls Royce," ujar Febri.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar dan beneficial owner dari Connaught International Pte Ltd, Soetikno Soedarjo sebagai tersangka kasus suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat. Emirsyah diduga menerima suap dari Soetikno yang nilainya mencapai puluhan miliar rupiah.


"Tersangka ESA diduga menerima suap dari tersangka SS dalam bentuk uang dan barang, yaitu dalam bentuk uang euro sebesar 1,2 juta euro dan USD 180 ribu atau setara dengan Rp 20 miliar," ujar Wakil Ketua KPK Laode M Syarif dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan,pada hari Kamis,19 Jnauari yang lalu.


Post Comment