Latin Brides for Marriage

Tuesday, January 17, 2017

Inilah Bukti Kerja Nyata dalam Era Kepemimpinan Joko Widodo - Jusuf Kalla

Inilah Bukti Kerja Nyata dalam Era Kepemimpinan Joko Widodo - Jusuf Kalla

Sejak Pemerintahan Joko Widodo Listrik Subsidi Tepat Pada Golongan Pedalaman Pelosok Negeri Indonesia 

Berita Terlengkap Dan Terpercaya By PAGIASIA - Pemerintah saat ini mulai menerapkan dan meluruskan kebijakan subsidi listrik yang tepat sasaran pada tahun 2017 ini. Semua subsidi listrik telah tepat sasaran dan merupakan amanat yang diungkapkan dalam Undang Undang Nomor 30 Tahun 2007 mengenai Energi (UU Energi) dan Undang Undang Nomor 30 Tahun 2009 mengenai Ketenagalistrikan (UU Ketenagalistrikan).
Inilah Bukti Kerja Nyata dalam Era Kepemimpinan Joko Widodo - Jusuf Kalla
Inilah Bukti Kerja Nyata dalam Era Kepemimpinan Joko Widodo - Jusuf Kalla


"Sesuai dengan UU Energi pasal 7 dan UU Ketenagalistrikan pasal 4, pemerintah harus menyediakan dana subsidi listrik terhadap kelompok masyarakat yang tergolong tidak mampu," kata Sujatmiko selaku Kepala Biro Komunikasi Kementerian ESDM Selasa,16 Januari 2017. Menurut dari catatan Kementerian ESDM, total dari subsidi listrik pada tahun 2015 yang lalu adalah sebesar Rp 56,55 triliun. 



Dari seluruh dana sejumlah itu, sebanyak Rp 49,32 triliun di antaranya telah diterima oleh pelanggan rumah tangga dengan tegangan (R-1) 450 VA dan 900 VA.  Terdapat sebanyak 22,7 juta pelanggan listrik 900 VA dan sebanyak 23 juta pelanggan 450 VA yang telah menerima subsidi listrik. Akan tetapi berdasarkan data dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), dari total yang tercatat ada sekitar 46 juta penerima subsidi tersebut hanya 23,15 juta pelanggan saja yang tergolong miskin dan tidak mampu.




Hanya di Pemerintahan Joko Widodo Listrik Subsidi Tepat Pada Golongan Pedalaman Pelosok Negeri Indonesia
Hanya di Pemerintahan Joko Widodo Listrik Subsidi Tepat Pada Golongan Pedalaman Pelosok Negeri Indonesia 
"Sekitar 87% subsidi listrik pada 2015 dinikmati oleh rumah tangga daya 450 VA dan 900 VA. Padahal tidak seluruhnya rumah tangga tersebut merupakan masyarakat miskin dan tidak mampu. Ada rumah tangga mampu yang turut menikmati," kata Sujatmiko. Ia menjelaskan, banyaknya subsidi tak tepat sasaran ini karena hingga akhir 2016 lalu kebijakan subsidi berdasarkan pada golongan tarif 450 VA dan 900 VA. 


"Hal ini menyebabkan banyak masyarakat mampu yang masih menikmati subsidi, terutama pada pelanggan 900 VA," ucapnya. Secara rata-rata konsumen rumah tangga daya 450 VA mendapatkan subsidi listrik sebesar Rp 80.000 per konsumen per bulan. "Sedangkan konsumen rumah tangga daya 900 VA rata-rata Rp 90.000 per konsumen per bulan," ucapnya. 

Di sisi lain, rasio elektrifikasi Indonesia baru mencapai 88,3%. Artinya, masih ada 11,7% atau sekitar 29 juta jiwa penduduk Indonesia yang belum menikmati listrik. Tentu saja 29 juta penduduk ini tidak menikmati subsidi listrik. Saat ini juga masih ada sekitar 12.000 desa di seluruh Indonesia yang belum terlistriki dengan baik, 2.500 desa diantaranya tak berlistrik sama sekali alias masih gelap gulita di malam hari. 


Warga di desa-desa tak berlistrik tentu lebih layak disubsidi ketimbang orang-orang mampu di perkotaan. Itulah sebabnya pada tahun 2017 ini pemerintah menerapkan kebijakan subsidi listrik tepat sasaran terhadap rumah tangga 900 VA. Kriteria penerima subsidi diperbaiki. Mengacu pada data TNP2K, hanya 4,1 juta dari 22,8 juta pelanggan listrik 900 VA yang layak disubsidi. 

"Maka tarif listrik untuk 18,7 pelanggan 900 VA disesuaikan secara bertahap," tukasnya. Penghematan dana dari subsidi listrik akan digunakan untuk membangun sarana penyediaan tenaga listrik dalam rangka mengakselerasi rasio elektrifikasi "Pemerintah mencanangkan program 35.000 MW dan Program Indonesia Terang, khususnya di wilayah Indonesia bagian timur, dalam bentuk pembangunan infrastruktur penyediaan tenaga listrik. Untuk pembangunan tersebut dibutuhkan anggaran yang sangat besar," tutupnya.


Post Comment