Latin Brides for Marriage

Monday, January 30, 2017

Bayi Berusia 18 Bulan Tewas di Kawasan Pekanbaru Diduga Mengalami Kekerasan Diautopsi


Bayi Berusia 18 Bulan Tewas di Kawasan Pekanbaru Diduga Mengalami Kekerasan Diautopsi

Berita Terlengkap Dan Terpercaya By PAGIASIA - Bayi bernama M Zikil usia 18 bulan meninggal dunia secara tak wajar. Ada dugaan bayi laki-laki tersebut mengalami kekerasan di panti asuhan TB di Pekanbaru. Demikian disampaikan, Esther Yuliani selaku  Lembaga Perlindungan Anak (LPA) pada hari Sabtu,28 Januari 2017. Menurut Esther bayi tersebut meninggal dunia pada 15 Januari lalu. 
Bayi Berusia 18 Bulan Tewas di Kawasan Pekanbaru Diduga Mengalami Kekerasan Diautopsi
Bayi Berusia 18 Bulan Tewas di Kawasan Pekanbaru Diduga Mengalami Kekerasan Diautopsi
Sebelum meninggal, bayi ini sempat dibawa pihak panti asuhan ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, pada 14 Januari 2017 sekitar pukul 22.00 WIB. "Sehari di rawat, esok paginya sekitar pukul 04.00 meninggal dunia. Karena saat dirujuk, kondisi bayi sudah sangat kritis," kata Esther. Masih menurut Esther, usai meninggal dunia, pemilik panti asuhan menyerahkan korban kepada pihak keluarganya di Pekanbaru. 

Setelah empat hari kemudian, paman korban melaporkan kematian ponakannya secara tak wajar itu ke Polresta Pekanbaru. "Hasil rekam medis, bocah itu saat dirujuk kondisinya sudah kritis. Perut membesar, ada bekas sundutan rokok, bibirnya mengelupas," kata Esther yang mempertanyakan kondisi bayi tersebut ke pihak rumah sakit. Masih cerita Esther, bayi tersebut juga sempat mengeluarkan cacing dari mulutnya. 


Sehingga kematian bayi malang tersebut tidak bisa diterima pihak keluarganya. "Empat hari setelah kematian balita itu, baru dilaporkan ke pihak kepolisian," kata Esther. Masih menurut Esther, pihaknya bersama Dinas Sosial Pekanbaru, tadi sore mendatangi lokasi panti asuhan tersebut. Kondisi rumah tempat bayi itu sangat tidak layak. 

"Rumahnya kotor, banyak makanan kemasan yang sudah tak layak lagi. Kamarnya kotor, rasanya tidak layak untuk dijadikan tempat panti asuhan," kata Esther. Kata Esther, pemilik panti asuhan yakni inisial L seharian juga tidak bisa ditemui. 


Di tempat panti asuhan itu hanya ada dua balita usia dua tahun dan dua tahun lima bulan. "Balita itu dijaga suaminya. Tapi awalnya kami datang, suaminya mengaku hanya pekerja, belakangan dia mengaku sebagai suami dari L," kata Esther. Pihak LPA, mendorong pihak kepolisian untuk mengusut kematian bayi secara tak wajar itu. 

Pihak Polresta Pekanbaru membenarkan adanya laporan dari paman korban, Dwiyatmo (36). Paman korban melaporkan karena merasa ada kejanggalan dari kematian ponakannya. Dalam laporannya, paman korban menduga ada penganiayaan yang dialami balita M Zikli. "Kita akan kembangkan terkait hal itu," kata Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Bimo Aryanto kepada wartawan.

Post Comment