Latin Brides for Marriage

Monday, December 5, 2016

Ortu Anak akan Ajukan Praperadilan Terkait Kasus Pelecehan yang Dialami Anak Berkebutuhan Khusus


Ortu Anak akan Ajukan Praperadilan Terkait Kasus Pelecehan yang Dialami Anak Berkebutuhan Khusus 

Berita Terlengkap Dan Terpercaya By PAGIASIA - Tonny Heryanti berusia 54 tahun serta Idawati Gandasasmita yang berusia 50 tahun merasa keberatan terhadap penghentian penyidikan terkait dalam kasus kekarasan yang dialami oleh anak mereka. Ditambah lagi, anak mereka tersebut baru berusia 14 tahun dan mempunyai kebutuhan khusus.

Ortu Anak akan Ajukan Praperadilan Terkait Kasus Pelecehan yang Dialami Anak Berkebutuhan Khusus 
Kekerasan seksual yang telah dialami oleh korban terjadi di sebuah sekolahan dalam bidang yang dikhususkan kepada anak yang berkebutuhan khusus dikawasan Jakarta Timur. Anak malang tersebut diyakini telah mengalami kekerasan secara seksual di dalam sekolah tersebut pada tahun 2013. 

Kemudian orang tua sang anak melaporkan tindakan yang dilakukan oleh kepala sekolah tersebut ke kepolisian Polres Jakarta Timur pada tanggal 25 Maret 2014. Akan tetapi Polres Jaktim telah menghentikan kasus tersebut karena tidak memiliki cukup bukti pada tanggal 19 Oktober 2015. Atas dasar hal tersebut, orang tua dari korban pun mengajukan gugatan praperadilan ke gedung Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim).

Baca Juga : Mourinho Menjawab atas Dugaan telah Menghindari Pajak yang Ditujukan Padanya

"Kita hanya menginginkan keadilan saja. Kondisi anak kami sudah menjadi korban, kejadian ini berlangsung sampai lumpuh kita pun tidak tahu," kata Tonny. Sedangkan, kuasa hukum Tonny yang dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) di Jakarta, yaitu Ayu Eza, mengatakan bahwa pihaknya juga telah menemukan kejanggalan mengenai keluarnya Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) dalam kasus kekerasan anak tersebut. Sehingga bagi Ayu, sangat perlu untuk diajukan ke proses praperadilan.

"Kami juga telah menemukan beberapa keganjalan-keganjalan dalam kasus ini. Pak Mustakim yang selaku mantan Ketua Rt merupakan saksi yang menggerebek langsung kejadian tersebut akan tetapi ketika sampai dalam proses gelar perkara BAP, dan penyidikan-penyidikan. Pak Mustakim tidak pernah sekalipun dijadikan saksi dalam kasus ini, ini merupakan salah satu keganjalan," kata Ayu.

Baca Juga : Sebanyak 85 Persen Para Orang Tua Telah Melakukan Kesalahan Ketika Memberikan Anak Waktu Time-out

"Usai diinvestigasi kembali. Saya akan berusaha untuk dapat mengajukan kasus ini ke dalam praperadilan. Kita sudah mendaftarkannya ke dalam praperadilan ini kepada PN Jaktim," katanya sembari menujukan surat tersebut ke panggilan sidang praperadilan nanti. Dalam gugatan praperadilan tersebut akan mengantongi nomor 16/16/Pid/Pra Per/2016/PN-Jak.Tim. Dalam sidang perdana yang akan disidangkan pada hari Selasa, 6 Desember 2016. 

Ayu mengatakan bahwa dirinya sudah menyiapkan beberapa berkas atau bukti untuk diajukannya pada saat Praperadilan tersebut. Pihaknya juga akan meminta permohonan kepada para ahli anak dalam kasus ini. Kita sudah mempersiapkan sejumlah bukti-bukti, akan tetapi tidak bisa kami share untuk sekarang ini. Kita juga sudah meminta permohonan kepada ahli anak atas dokumen terkait dalam kasus ini," kata Ayu.

Post Comment