Latin Brides for Marriage

Saturday, December 31, 2016

Inilah Catatan Hitam Ramlan Butarbutar di 6 Kota yang Sudah Dirampoknya

Inilah Catatan Hitam Ramlan Butarbutar di 6 Kota yang Sudah Dirampoknya

Berita Terlengkap Dan Terpercaya By PAGIASIA - Ramlan Butarbutar dikenal sebagai penjahat kambuhan. Kedok kejahatan kapten perampokan ini terbongkar di sejumlah daerah hingga aksinya berakhir di Pulomas, Jakarta Timur. Rekam jejak kejahatan Ramlan dibongkar kepolisian. Pada tahun 2007 silam, Ramlan dan komplotannya melakukan serangkaian perampokan di enam lokasi di Sukabumi, Jawa Barat. 
Inilah Catatan Hitam Ramlan Butarbutar di 6 Kota yang Sudah Dirampoknya
Inilah Catatan Hitam Ramlan Butarbutar di 6 Kota yang Sudah Dirampoknya

Tidak hanya itu, polisi menyebut Ramlan Cs beraksi di Cianjur dan Cimahi Bandung. Pada tahun 2010, Ramlan sempat melakukan aksi yang sama di wilayah hukum Jawa Tengah. Ramlan Cs merampok di perumahan elite di Jl Kace Manahan, Banjarsari, Surakarta, Jawa Tengah, 19 September 2010. Pria bertato ini dijatuhi vonis 1 tahun 6 bulan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surakarta.

Vonis ringan tersebut tidak membuat Ramlan jera. Dia lagi-lagi tercebur aksi kejahatan. Ramlan merampok rumah warga Korea di Depok, Jawa Barat pada tahun 2015. Ramlan ditangkap oleh tim Polresta Depok pada Agustus 2015. Namun, Ramlan tidak pernah dibawa ke meja hijau terkait kasus ini.


Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto menuturkan Ramlan jatuh sakit akibat gagal ginjal dalam perjalanan selama penahanan di Polresta Depok. Polisi kemudian membantarkan penahanan Ramlan untuk berobat jalan. Pembantaran Ramlan ini tertuang dalam Sprint Pembantaran bernomor surat SPPP/004/XI/2015/Reskrim, tanggal 2 September 2015. Ramlan yang awalnya kooperatif mendadak menghilang. Ramlan kemudian ditetapkan sebagai buronan polisi. 

Dalam pelariannya, Ramlan Cs kembali beraksi menyasar rumah mewah Ir Dodi yang beralamat di Jalan Pulomas Utara Nomor 7A, Pulogadung, Jakarta Timur itu pada 26 Desember 2016. Para perampok ini super tega menyekap Dodi dan 10 orang lainnya di sebuah kamar mandi nan sempit. 11 Orang itu akhirnya dikeluarkan dari ruang sempit dan pengap. Namun sayang, enam di antara mereka sudah tak bernyawa karena kehabisan oksigen dan lima orang lainnya dalam peristiwa tersebut.


Ramlan kemudian menjadi buruan polisi. Pelarian otak perampokan di Pulomas ini berakhir di ujung pistol. Ramlan tewas kehabisan darah setelah ditembak polisi karena melawan dengan pedang saat penggerebekan di sebuah rumah kontrakan di Gang Kalong, Bojong, Rawalumbu, Bekasi, Jawa Barat, pada Rabu 28 Desember 2016 pukul 15.00 WIB.

Post Comment