Latin Brides for Marriage

Monday, December 26, 2016

Inilah Alasan Pemerintah yang Fokus dalam Melakukan Intervensi Pasar di DKI

Inilah Alasan Pemerintah yang Fokus dalam Melakukan Intervensi Pasar di DKI

Berita Terlengkap Dan Terpercaya By PAGIASIA - Pemerintah gencar melakukan intervensi harga di pasar, khususnya wilayah Jabodetabek dengan tujuan harga-harga bahan pokok di wilayah Indonesia lainnya akan ikut mereda. Beberapa hal yang tengah dilakukan pemerintah di antaranya dengan melakukan pembicaraan yang dilakukan oleh Asosiasi Distributor Daging Indonesia (ADDI). 
Inilah Alasan Pemerintah yang Fokus dalam Melakukan Intervensi Pasar di DKI
Inilah Alasan Pemerintah yang Fokus dalam Melakukan Intervensi Pasar di DKI



Daging menjadi bahan pokok yang paling rentan mengalami lonjakan harga. Direktur Jenderal (Dirjen) Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Kementerian Perdagangan (Kemendag), Oke Nurwan mengatakan, adanya kerja sama dengan ADDI yang mewakili 90% pasokan di wilayah Jabodetabek, dipercaya dapat menjaga pemerataan harga. 


Pasalnya, 90% pasokan daging di daerah Jabodetabek berasal dari impor, yang kerap membuat harga di pasar secara nasional bergejolak. "Karena di Jabodetabek ini, kalau untuk daging, 90% pasokannya dari impor dan mempengaruhi harga nasional," katanya kepada detikFinance saat dihubungi di Jakarta, Senin (26/12/2016).


"Jadi kita buat jenuh dulu, sehingga daging dari luar (impor) itu akan tidak masuk ke Jakarta. Kalau tidak masuk ke Jakarta, mereka yang di luar Jakarta otomatis akan turun harganya karena pasokannya berlebih. Itu simulasi yang kita coba," tambahnya. Salah satu upaya yang tengah dilakukan pemerintah adalah berkoordinasi dengan ADDI dalam membuka operasi pasar dengan harga yang murah. 


Distribusi yang dilakukan ADDI kepada para pedagang akan membuat seluruh pedagang mampu menjual daging dengan harga acuan yang sama. Distribusi daging yang dilakukan ADDI sendiri akan dipantau langsung oleh pemerintah, sehingga akan membantu pedagang menjual dengan harga murah sebagai alternatif produk premium lainnya. 


"Jadi kita tidak mau memerintahkan Bulog membuat operasi pasar di depan lapak mereka dengan harga murah, jadi ribut nanti pedagangnya. Jadi pola seperti itu kita sedang perdalam. Jadi kita banyak berbicara ke para distributor yang menjadi pemasok utama," pungkasnya. 

Post Comment