Latin Brides for Marriage

Friday, December 23, 2016

Fahmi Darmawansyah Resmi Menjadi Tersangka Terkait Sangkaan telah Menyuap Bakamla


Fahmi Darmawansyah Resmi Menjadi Tersangka Terkait Sangkaan telah Menyuap Bakamla

Berita Terlengkap Dan Terpercaya By PAGIASIA - Fahmi Darmawansyah selaku Direktur PT MTI diketahui sedang berada di luar negeri selama 2 hari sebelum terjadinya operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh KPK. Fahmi mengaku bahwa dirinya baru akan kembali dari luar negeri pada pekan depan jadi dirinya pun menolak kalau disebut sebagai buron.
Fahmi Darmawansyah Resmi Menjadi Tersangka Terkait Sangkaan telah Menyuap Bakamla
Fahmi Darmawansyah Resmi Menjadi Tersangka Terkait Sangkaan telah Menyuap Bakamla

"Seharusnya saya kembali ke Jakarta itu pada tanggal 29 Desember. Tetapi karena adanya rumor seperti ini maka dari itu saya pulang. Seharusnya saya ke sini itu besok. Yang jelas saya bukan seorang buron. Saya sudah ada niat baik untuk datang," kata Fahmi pada saat hendak masuk ke dalam mobil tahanan didalam Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, pada hari Jumat,23 Desember 2016.

Fahmi kemudian mengatakan juga kalau dirinya tidak mengetahui mengenai statusnya yang ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus suap proyek pengadaan satelit pemantauan di dalam Badan Keamanan Laut (Bakamla). Karena, dirinya tidak pernah menerima surat pemanggilan dari pihak penyidik KPK untuk melakukan pemeriksaan atas dirinya.

Baca Juga : Juventus Bisa Menjadi Juara dalam Liga Champions bersama dengan Witsel
"Saya datang kesini itu atas inisiatif saya sendiri. Saya belum mendapatkan surat dari KPK. Saya hanya ingin klarifikasi ternyata surat sudah kita cek kesemuanya, di rumah, di kantor semuanya tidak ada yang masuk. Karena itulah dengan niat baik saya, saya datang ke sini akan tetapi kondisinya sudah seperti ini," kata Fahmi. Penyidik KPK dengan resmi pada hari ini melakukan upaya dalam penahanan terhadap Fahmi. 

Fahmi dibawa dengan menggunakan mobil tahanan ke Rumah Tahanan Klas 1 Jakarta Timur cabang KPK yang berlokasi di dalam Pomdam Jaya Guntur. Atas penahanan yang dilakukan KPK ini, Fahmi menganggap semuanya sebagai sebuah ujian. "Tetapi insya Allah, Allah yang akan memberikan ujian terbaik untuk saya. Nanti kita lihat saja skenario dari Allah bagaimana," kata Fahmi. Sebelum ini, pengacara Fahmi yaitu Maqdir Ismail mengatakan kliennya berada di Belanda untuk menjalani pengobatan. 


Fahmi yang sempat mangkir dari panggilan penyidik pada Kamis (22/12) lalu pun ditahan pada pemeriksaan perdananya ini. Dalam kasus itu, Fahmi disangka menyuap Eko Susilo Hadi yang menjabat sebagai Deputi Informasi Hukum dan Kerja Sama Bakamla. KPK pun telah menetapkan Fahmi dan Eko sebagai tersangka. Selain itu, dua karyawan PT MTI, Muhammad Adami Okta dan Hardy Stefanus, juga telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus tersebut.

Post Comment