Latin Brides for Marriage

Saturday, November 12, 2016

Rintangan Politik ala Ahok - Karena Mengecewakan Pendukung, Tetapi Masih Diklaim Sebagai Keputusan Yang Logis

Rintangan Politik ala Ahok - Karena Mengecewakan Pendukung, Tetapi Masih Diklaim Sebagai Keputusan Yang Logis

Berita Terlengkap Dan Terpercaya By PAGIASIA - Koordinator yang bergerak dalam Bidang Pemenangan Pemilu di Wilayah Indonesia I berasal dari Dewan Pimpinan Pusat Golkar yaitu Nusron Wahid, beliau mengaku bahwa partainya telah menyerahkan surat dukungan secara resmi langsung kepada Ahok. Keputusan dalam jalur parpol ini diambil oleh Ahok sendiri tanpa adanya intervensi.
Rintangan Politik ala Ahok - Karena Mengecewakan Pendukung, Tetapi Masih Diklaim Sebagai Keputusan Yang Logis
Rintangan Politik ala Ahok - Karena Mengecewakan Pendukung, Tetapi Masih Diklaim Sebagai Keputusan Yang Logis.
Bahkan sampai pada ketiga parpol tersebut mereka tidak ada yang mematokkan nama untuk menjadi calon pendampingnya Ahok. Perbincangan yang membahas mengenai siapa yang akan menjadi wakil gubernur memang ada, akan tetapi, “Itu terserah kepada Ahok,” kata Kepala Badan Nasional Penempatan dan juga Perlindungan untuk Tenaga Kerja Indonesia ini. 

Partai NasDem dan juga Partai Hanura mempunyai sikap yang sama sebagai Ketua DPP NasDem yaitu Victor Laiskodat mengatakan kalau pembicaraan tersebut akan lebih jauh membahas tentang pilgub DKI baru yang akan dilakukan sesudah Ahok melontarkan pernyataan untuk maju melalui jalur parpol.


Hasan mengatakan bahwa niat Ahok untuk maju melalui jalur independen longgar sejak parpol mulai menyuarakan dukungan kepada mereka. Sejak saat NasDem telah menyatakan dukungannya dengan gaya bicara dari suami Veronica Tan tersebut berubah. Akan tetapi hal tersebut bukanlah sebuah pertimbangan yang paling utama. Hasan mengatakan terdapat kendala secara teknis kalau dia tetap akan maju secara independen. 

Yang Pertama adalah keputusan yang harus diambil sebelum pada tanggal 3 Agustus 2016 demi untuk memenuhi semua persyaratan yang diberikan oleh Komisi Pemilihan Umum. yang Kedua, harus sudah terverifikasi untuk dukungan independen melalui harus mengumpulan 1juta fotokopi kartu tanda penduduk atau KTP yang juga diteken oleh Ahok sendiri. 

Sedangkan dalam berkas tersebut sudah diperkirakan telah mencapai 259 bundel. Namun Verifikasi pun membutuhkan waktu yang panjang juga. Oleh karena itulah, jalur parpol yang dirasakan akan lebih mudah secara teknis. “Jika tidak mendapatkan tanda tangan dari Ahok di dalam 259 bundel tersebut, makan enggak bisa dimajukan,” katanya.

Hasan tak menafikan kekecewaan yang merebak akibat pilihan Ahok. Seperti diketahui, Teman Ahok sudah bersusah payah mengumpulkan KTP sejak setahun lalu. Mereka yakin Ahok bisa diusung secara independen pada saat peluang melalui jalur parpol kecil. Dukungan sudah mencapai 700 ribu KTP. 

Akan tetapi Ahok hanya mematokkan untuk mengumpulkan 1 juta KTP jika Teman Ahok ingin mengusungkannya. Kenyataannya target tersebut akhirnya dapat dicapainya hanya dalam hitungan bulan. Eh, begitu terkumpul akhirnya Ahok justru berpaling ke parpol. Walaupun demikian, kata Hasan, dirinya sendiri cuma dapat memakluminya.


“Saya mah sudah mengalami bagaimana kenyataan politik secara langsung, akan tetapi untuk teman-teman daripada Teman Ahok sendirilah yang baru pertama kali ini menghadapi realitas dalam politik,” ujarnya. Beberapa pendukung yang menyerahkan KTP, kata Hasan, juga datang dan melampiaskan amarah. 

Tetapi keputusan yang sudah diambil tersebut dianggap memang paling logis. Makanya dari pihak yang merasakan kecewa ini harus secepatnya di-recovery. Rasa kekecewaan itu tidak hanya datang dalam markas Teman Ahok saja, Hashtag atau tagar pun dikeluarkan oleh pendukungnya yang menuliskan #BalikinKTPGue meluas dalam Twitter pascahalalbihalal Teman Ahok. Tagar tersebut sempat menjadikan  trending topic di Indonesia. 

Akan tetapi Teman Ahok sendiri pun secepatnya mengklarifikasi hal tersebut bahwa tagar itu adalah pesanan dan berasal dari luar Jakarta. Ahok juga sudah mempersilakan kepada semua Teman Ahok supaya mengembalikan kembali salinan KTP kalau terdapat pendukungnya yang merasakan kecewa terhadap keputusan dalam jalur parpol yang dipilih olehnya.

Post Comment