Latin Brides for Marriage

Friday, November 25, 2016

Polsek Kebayoran Lama Mengatakan Bahwa Tidak Terdengar Teriakan Sri Meminta Tolong dari Dalam Mobil

Polsek Kebayoran Lama Mengatakan Bahwa Tidak Terdengar Teriakan Sri Meminta Tolong dari Dalam Mobil

Berita Terlengkap Dan Terpercaya By PAGIASIA - Polisi menyatakan bahwa tidak terdengar teriakan dari korban yaitu Sri Wulandari 28th pada saat sebelum ditemukannya korban di underpass Kebayoran Lama, Jakarta Selatan pada hari Rabu lalu. Keterangan tersebut didapatnya dari para saksi-saksi dan juga I Wayan Tirta 32th yang semobil dengan Sri.
Polsek Kebayoran Lama Mengatakan Bahwa Tidak Terdengar Teriakan Sri Meminta Tolong dari Dalam Mobil
Polsek Kebayoran Lama Mengatakan Bahwa Tidak Terdengar Teriakan Sri Meminta Tolong dari Dalam Mobil
"Berdasarkan keterangan yang didapat dari saksi dan pelaku, tidak terdapat korban yang minta tolong," kata Ardi Rahananto selaku Kapolsek Kebayoran Lama Kompol pada saat dikonfirmasi, pada hari Kamis,24 November 2016 malam hari. Ardi mengatakan laporan awal pada saat kejadian itu yang masuk ke polisi yaitu kecelakaan. Sri yang ditemukan berada di pinggir jalan dengan kondisi tubuh yang penuh dengan luka.

"Makanya pada saat dilaporan pertama kali, korban yang ditemukan di pinggir jalan disangka adalah korban kecelakaan," ujar Ardi. Sebelumnya, Ardi sudah mengatakan bahwa penyebab dari meninggalnya Sri dikarenakan benturan pada kepalanya. Benturan yang terjadi di kepala Sri (korban) terjadi karena Sri (korban) yang melompat dari mobil saat sedang berjalan dikarenakan terjadinya cekcok antara korban dengan Wayan Tirta, kemudian kepala Sri langsung membentur jalan ketika korban melompat dari mobil. 
"Penyebab yang terjadi atas kematian korban yang bernama Sri Wulandari ini karena benturan pada kepalanya. Kenapa bisa terbentur, diduga karena jatuh dari mobil. Mengapa bisa jatuh, diduga karena korban melompat dari mobil yang dinaikinya. Kemudian kepalanya terbentur sisi jalan," kata Ardi. 

Yang menjadi penyebab Sri nekat melompat karena korban dengan Wayan Tirta terlibat cekcok pada saat berada di dalam mobil. Cekcok tersebut terjadi dikarenakan Wayan Tirta meminta kepada korban untuk dikenalkan kepada orang tua Sri (korban). Akan tetapi Sri tidak ingin menuruti kemauan yang diminta oleh Wayan Tirta.

Sri yang melompatkan diri dari dalam mobil dibiarkan saja oleh Wayan Tirta. Wayan Tirta sendiri juga melarikan diri lantaran dikarenakan panik. Kepanikan yang dirasakan Wayan Tirta berawal karena seorang pengendara motor yang sebelumnya ditabrak oleh Wayan Tirta yang mengejar wayan.

"Korban yang melompat terjatuh dari mobil tidak ditolong oleh pelaku. Pelaku tetap jalan terus dengan merasa panik karena banyak orang-orang yang ngejar dirinya, termasuk juga seorang saksi pengendara motor yaitu Agus Riyanto yang sebelumnya tertabrak oleh Wayan. Sampai akhirnya mobil yang dikendarai oleh wayan menabrak separator," tutupnya.
Sebelumnya, Awi Setiyono selaku Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes mengatakan bahwa saksi yang bernama Agus ini melihat Sri yang berteriak meminta tolong. Mobil tersebut terus melaju di Jl Tengku Nyak Arif, Kebayoran Lama, hingga akhirnya berhenti di underpass depan Simprug Gallery. Agus kemudian meminta pertolongan polisi.

Teriakan dari Sri didengar oleh warga sekitar tempat kejadian. Warga bergegas langsung menghampiri mobil yang ditumpangi oleh Sri. Bagai disambar oleh geledek, warga yang terkejut bukan kepalang itu pada saat melihat kondisi Sri yang memprihatinkan dengan luka parah dan berceceran darah. Warga lalu membawa Sri ke rumah sakit terdekat. Tidak hanya itu, emosi warga tampaknya tidak terbendung. Warga marah dan menganiaya I Wayan Tirta Utara tanpa ampun hingga mengalami luka-luka. 

Post Comment