Latin Brides for Marriage

Wednesday, November 23, 2016

KPK Mengatakan Bahwa Kasus Suap Pajak Tidak Akan Berhenti Sampai Handang Soekarno Saja


KPK Mengatakan Bahwa Kasus Suap Pajak Tidak Akan Berhenti Sampai Handang Soekarno Saja

Berita Terlengkap Dan Terpercaya By PAGIASIA - KPK saat ini masih meneruskan bekerja menganalisis lebih jauh lagi terkait kasus dugaan suap yang saat ini menjerat Handang Soekarno yang sebelumnya menjabat sebagai Kasubdit di Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan. Wakil Ketua KPK yaitu Saut Situmorang mengatakan bahwa dirinya mendengar adanya kemungkinan keterlibatan dari pihak lain.
KPK Mengatakan Bahwa Kasus Suap Pajak Tidak Akan Berhenti Sampai Handang Soekarno Saja
KPK Mengatakan Bahwa Kasus Suap Pajak Tidak Akan Berhenti Sampai Handang Soekarno Saja
"Yang pastinya kita semua tidak pernah berhenti untuk menganalisis pada satu tempat saja. Kami akan terus menggali kasus tersebut sampai tuntas, kemarin ada yang bilang kalau terdapat gambar besar, tidak cuma kasubdit saja (yang terlibat)," ujar Saut setelah menghadiri acara talk show yang betema 'Membangun Integritas Kampus' di Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), pada hari Rabu,23 November 2016.

KPK pun akan terus meneruskan penyelidikan tersebut, dalam hal mempelajari peran serta pengaruh daripada masing-masing pihak yang ikut terlibat dalam kasus ini. Dari sanalah kita semua akan bisa melihat siapa saja yang akan menggunakan pengaruhnya dalam hal untuk bisa mendapatkan sebuah keuntungan untuk dirinya dengan cara melakukan aksi tindak pidana korupsi.


"Kita akan menggali terus menerus terkait kasus ini, misalkan terdapat seseorang yang di atas Kasubdit, akan ada pengaruhnya, yang dipelajari kan adalah perannya, kemudian kita akan mintai keterangan dari orangnya," katanya.

Handang yang menjabat sebagai Kasubdit merupakan salah satu Bukti Permulaan yang terjadi di Direktorat Penegakan Hukum terhadap Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan. Dia terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh para penyidik KPK usai menerima uang yang sebanyak USD 148.500 atau senilai dengan Rp 1,9 miliar.


Uang tersebut diterima olehnya dari seorang pengusaha yang bernama Rajesh Rajamohanan Nair (RRN) yang menjabat sebagai Country Director PT EK Prima (PT EKP) Ekspor Indonesia dan sekarang ini juga sudah ditetapkan sebagai seorang tersangka dan sudah ditahan. Uang tersebut diduga terkait dengan beberapa permasalahan dalam pajak yang sedang dihadapi oleh PT EKP. Antara lain tersangkut dalam kasus surat tagihan pajak atau STP dengan jumlah tagihan tersebut sebesar Rp 78 miliar. 

Post Comment