Latin Brides for Marriage

Sunday, October 16, 2016

Tito Mengaku Tidak Pernah Menginstruksikan Bareskrim Untuk Memeriksa Amien Rais

Tito Mengaku Tidak Pernah Menginstruksikan Bareskrim Untuk Memeriksa Amien Rais

Berita Terlengkap Dan Terpercaya By PAGIASIA - Tito Karnavian selaku KAPOLRI Jenderal menyangkal sudah memberi perintah kepada Badan Reserse Kriminal untuk memeriksa Amien Rais mengenai kehadirannya pada saat unjuk rasa di beberapa organisasi massa Islam kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada hari Jumat,14 Oktober 2016.

Tito Mengaku Tidak Pernah Menginstruksikan Bareskrim Untuk Memeriksa Amien Rais
Tito Bantah Instruksikan Bareskrim Periksa Amien Rais
“Hoax tersebut sama sekali tidak benar yang berbicara bahwa adanya arahan dari saya menyuruh untuk memeriksa Pak Amien,” kata Tito pada saat memverifikasi akan kasus tersebut via WhatsApp yang kami terima pada hari Minggu,16 Oktober. 

Amien yang tiba-tiba keluar di tengah-tengah para unjuk rasa tersebut, pada saat berada di depan Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Jl Medan Merdeka Timur, Jakarta. Beliau merupakan salah satu tokoh pahlawan reformasi pada tahun 1998 tersebut bahkan berbicara dihadapan banyak orang dengan menyatakan akan penyesalannya kepada Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang telah mendukung Ahok untuk menjadi Gubernur DKI di Pilgub 2017 nanti. 


“Kenapa harus Ahok..hok..hok…hok,” kata mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional tersebut yang juga disambut oleh semua takbir para pengunjuk rasa disana.

Amien juga berkata untuk meminta kepada pihak Bareskrim yang berada dikantor untuk sementara berada di Gedung KKP untuk menangani terkait kasus Ahok yang mengatakan tentang penistaan agama. Amien pun bahkan sampai meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk turun langsung menangani kasus Ahok tersebut.

Pascaaksi pengunjuk rasa damai tersebut tiba-tiba muncul kabar yang mengatakan Kapolri perintahkan Badan Reserse Kriminal untuk memeriksa Amien. Hal tersebut lah yang akhirnya mengundang akan reaksi Tito. Ia pun menyangkal akan beredarnya berita-berita bohong (hoax) tersebut yang beredar  di media sosial (medsos) terkait kabar tersebut.

Baginya, berita yang dikabarkan melalui medsos tersebut tidak memiliki kejelasan akan sumber yang di dapatnya bisa untuk percaya. Tito bahkan sampai mengatakan kalau berita-berita hoax tersebut dengan sengaja dimanfaatkan oleh banyak orang hanya untuk kepentingan pribadi atau kelompok nya menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang diadakan secara serentak pada tahun 2017, termasuk juga Pemilihan Gubernur DKI nanti.

Post Comment