Latin Brides for Marriage

Monday, October 3, 2016

Reaksi Kimia pada Otak di Balik Rasa Haus Menjelang Tidur

Reaksi Kimia pada Otak di Balik Rasa Haus Menjelang Tidur

Berita Terlengkap Dan Terpercaya By PAGIASIA - Saat menjelang tidur pada malam hari, sering sekali rasa haru tiba-tiba muncul dan menimbulkan dilema. Jika dilakukan makan memungkinkan akan beser, tetapi jika tidak minum malah tidur akan menjadi gelisah dan tidak lelap.

Reaksi Kimia pada Otak di Balik Rasa Haus Menjelang Tidur
Reaksi Kimia pada Otak di Balik Rasa Haus Menjelang Tidur
Kemunculannya yang secara tiba-tiba inilah yang masih menjadi misteri selama ini, mengapa rasa haus seringkali dapat muncul tiba-tiba tanpa sebab yang jelas?. Rasa haus pada saat menjelang tidur tidak selalu muncul pada saat setelah beraktivitas fisik, atau pada saat cuaca sedang panas bahkan sampai berkeringat.

Prof Charles Bourque yang sebagai ahli saraf dari McGill University di Kanada menghubungkan hal tersebut dengan pelepasan zat senyawa kimia yang terdapat di dalam otak. Pelepasan tersebut dapat terjadi secara beruntun dengan mengikuti jam biologis yang berlaku dan terus menerus terulang setiap harinya.

Vasopresin merupakan senyawa yang dimaksud oleh Prof Bourque dalam penelitiannya di jurnal Nature. Sedangkan suprachiasmatic nucleus (SCN) adalah senyawa yang memicu rasa haus yang dilepaskan pada area 

Menurut Prof Charles Bourque yang sebagai ahli saraf dari McGill University di Kanada menghubungkan dengan pelepasan senyawa kimia yang ada di dalam otak. Pelepasan tersebut terjadi secara berlanjut dengan mengikuti jam biologis yang sudah berlaku dan terus berulang sepanjang hari. 

Baca Juga : Setahun Klopp di Liverpool, Belum Sempurna tapi Perlahan Semakin Bagus

Senyawa yang memicu rasa haus tersebut lalu dilepaskan oleh suprachiasmatic nucleus (SCN), pada area kecil di hipotalamus pada otak yang mengatur tempo sirkadian. Senyawa yang dimaksudkan oleh Prof Bourque di dalam penelitiannya dalam jurnal Nature tersebut adalah vasopresin. 

Hal ini sudah menjelaskan bahwa rasa haus yang terkadang dirasakan pada malam hari tidak selalu berkaitan dengan status hidrasi, misalnya saat kekurangan cairan. Saat mengamati otak tikus, Prof Bourque menemukan bahwa meningkatnya pelepasan vasopresin terjadi ketika hari mulai gelap. 

Sejumlah penelitian juga mengaitkannya dengan regulasi pada cairan tubuh, agar tidak kehausan sepanjang tidur malam yang berlangsung selama berjam-jam.Pengaruh siklus sirkadian terhadap pelepasan vasopresin memang bukan hal yang baru. 

"Kami pun sudah tahu dari lama kalau terdapat kadar hormon vasopresin yang besar ketika kita sedang tidur, tapi tidak ada yang mengetahui bagaimana hal itu bisa terjadi," kata Christopher Colwell, ahli saraf dari University of California, Los Angeles, dilansir oleh ScientificAmerican.

Baca Juga : Kotak Milik Kasianto dari Dimas Kajeng Ternyata Berisi Jimat dan Emas Palsu

Post Comment