Latin Brides for Marriage

Friday, October 28, 2016

Presiden Filipina Duterte Diberikan Pencerahan dari Tuhan untuk Berhenti Mencaci-maki

Presiden Filipina Duterte Diberikan Pencerahan dari Tuhan untuk Berhenti Mencaci-maki 

Berita Terlengkap Dan Terpercaya By PAGIASIA - Duterte mengatakan bahwa Tuhan telah memberi suatu petisi kepada AFP yang baru saja kembali dari Jepang, ketika ia masih berada di dalam pesawat yang dinaikinya. Rodrigo Duterte yang sebagai Presiden Filipina mengungkapkan kalau ia telah berjanji kepada Tuhan akan menghapus semua bahasanya yang dikenal sangat vulgar.
Presiden Filipina Duterte Diberikan Pencerahan dari Tuhan untuk Berhenti Mencaci-maki
Presiden Filipina Duterte Diberikan Pencerahan dari Tuhan untuk Berhenti Mencaci-maki 
Setibanya di kota asal Davao sesudah menjalani perjalanan ke Jepang, Duterte mengatakan bahwa Tuhan telah memberinya suatu ultimatum ketika ia sedang berada didalam pesawat.

"Saya mendengar suara seseorang yang menyuruhku untuk berhenti memarahi orang lain dan kemudian bersembunyi, kalau tidak melakukannya maka pesawat ini akan mengalami kecelakaan di atas udara, maka dari itulah saya sudah berjanji kepada Tuhan untuk berhenti memarahi orang lain," katanya kepada semua wartawan yang ada di bandara.

Duterte yang memang sangat diikenal akan Tata bicaranya yang kasar dan juga sembarangan, dan dia juga sering kali mencaci-maki Barat, yang membuatnya menjadi lebih populer didalam negerinya.
Ia mengatakan bahwa Presiden Barack Obama sebagai 'anak lonte' lalu mengatakan Uni Eropa adalah 'negara munafik,' kemudian dia juga mengancam akan keluar dari PBB serta membanding-bandingkan dirinya dengan seorang Hitler dengan mengungkapkan dengan senang hati akan membunuh para pecandu narkoba sebanyak tiga juta orang sebagaimana cara yang dilakukan oleh Hitler yang membantai semua orang Yahudi.

Semua caci makinya tersebut adalah sebuah tanggapannya terkait kritik internasional terhadap kebijakan keras yang dilakukannya dalam rencananya untuk perang melawan obat-obatan terlarang, yang dianggap telah melanggar hukum dan HAM yang berlaku, yang selama ini sudah membunuh ribuan orang yang terduga merupakan pengedar serta pengguna narkoba yang dibunuh oleh pihak polisi dan juga para warga yang terganggu.

Duterte mengatakan ia telah berjanji kepada Tuhan bahwa beliau tidak akan lagi ''mengucapkan kata-kata yang kasar dan tidak sopan, kata-kata menghina atau sejenisnya," dan dia juga mengatakan bahwa "telah berjanji kepada Tuhan merupakan janjinya kepada seluruh rakyat di Filipina."

Tetapi ia memperingatkan kalau tekadnya tersebut kemungkinan akan ada batas-batasnya. Apakah beliau tetap akan tidak menyumpah atau memaki pada saat membicarakan mengenai AS, Uni Eropa atau saingan politiknya yaitu Senator Leila de Lima, semuanya akan bergantung pada situasi yang akan terjadi.

Baca Juga : Polisi Memeriksa Anggota DPR Indra Simatupang yang Melakukan Penipuan Sebesar Rp 96 Miliar

Seperti kebanyakan orang Filipina, Duterte adalah penganut Katolik Roma, meskipun ia membual tentang kebiasaannya main perempuan dan menyebut Paus Fransiskus adalah seorang 'anak lonte' karena menyebabkan kemacetan lalu lintas selama kunjungannya.

Presiden Duterte juga mengatakan kalau sewatu beliau kecil ia pernah dicabuli oleh seorang pendeta dari Amerika, dan kejadian tersebutlah yang sampai saat ini mempengaruhi pandangan politiknya akan Barat. Baru-baru ini ia mengungkapkan bahwa Filipina akan melakukan 'pemisahan' dari sekutu lama mereka yaitu Amerika Serikat, dan menginginkan agar seluruh pasukan Amerika untuk meninggalkan negara tersebut dalam dua tahun kedepan.

Post Comment