Latin Brides for Marriage

Monday, October 3, 2016

Kotak Milik Kasianto dari Dimas Kajeng Ternyata Berisi Jimat dan Emas Palsu

Berita Terlengkap Dan Terpercaya By PAGIASIA - Kasianto yang merupakan warga Jalan Tambak Asri XV/6, Surabaya, telah meninggal pada bulan Maret 2015 lalu, dia meninggalkan sebuah kotak yang berasal dari Dimas Kanjeng. Belakangan ini setelah kotak tersebut dibuka ternyata isi didalam nya adalah uang asing, jimat, serta emas palsu.

Kotak Milik Kasianto dari Dimas Kajeng Ternyata Berisi Jimat dan Emas Palsu
Kotak Milik Kasianto dari Dimas Kajeng Ternyata Berisi Jimat dan Emas Palsu
Menurut istrinya yang bernama Gunarsih, dia (suaminya) sangat aktif menyetor mahar. Total mahar yang dia setorkan berjumlah samapai Rp 300 juta. Sampai saat ini uang tersebut tidak pernah kembali. 

Setelah bergabung dengan Padepokan Dimas Kanjeng pada tahun 2012, saat itu Kasianto berusia 49 tahun. Sesudah Kasianto meninggal pun kotak kayu tersebut belum juga dibuka siapapun. Beberapa hari yang lalu, akhirnya Gunarsih membuka kotak kayu itu yang berukuran sekitar 15x10 cm tersebut. 

Gunarsih berkata kalau suaminya pernah membawa sebuah kotak kayu yang dibawanya dari Probolinggo. Kotak kayu yang berwarna cokelat tersebut tidak diperbolehkan untuk dibuka oleh suaminya sampai waktu yang telah ditentukan. 

Baca Juga : Setahun Klopp di Liverpool, Belum Sempurna tapi Perlahan Semakin Bagus

Saat kotak tersebut dibuka olehnya, ditemukan dalam kotak itu terdapat beberapa perhiasan berwarna emas, seperti kalung, gelang, serta jam. dan juga sebuah kantong berwarna merah, uang dollar, baht, won, selendang warna hijau, jimat, ID card padepokan, batu perhiasan, lalu sebuah keris kecil yang kalau disarungkan akan berbentuk sebuah tongkat komando.

"Katanya kotak tersebut berisi emas dengan berat setengah kilogram. Tetapi saya tidak percaya dilihat dari warnanya saja seperti barang palsu. Semua emas kan berat tapi emas itu malah enteng," ujar Gunarsih di dalam rumahnya pada hari Senin,3 Oktober 2016 kemarin.

Dengan kesepakatan keluarganya, apa yang telah dialami oleh Kasianto harus dilaporkan kepada polisi. Dan yang melaporkan kasus ini yaitu adik Kasianto yaitu Winu Sunarsono. Laporan tersebut akan dikoordinasikan dengan Polda Jatim yang tengah menangani kasus penipuan tersebut. Kapolres Tanjung Perak AKBP Takdir Mattanete menyatakan pihaknya sudah menerima laporan yang itu.

"Korban tersebut adalah seorang korwil atau bisa dikatakan sama dengan bupati/walikota," ujar Takdir. Takdir meminta kepada semua orang supaya bagi warga yang pernah ikut bergabung dengan Padepokan Dimas Kanjeng dan merasa sudah tertipu untuk segera melapor ke pihak kepolisian setempat. "Silakan melapor ke kepolisian kalau merasa dirugikan," tutup Takdir.

Post Comment